
Pauh, Jambi, 11 April 2026 — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan di Kecamatan Pauh, Jambi. Sosialisasi dan edukasi bahaya karhutla digelar di Aula Kantor Kecamatan Pauh dengan melibatkan perusahaan, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta unsur teknis terkait.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh PT Bahana Karya Semesta dan PT Primatama Kreasimas, yang merupakan anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pauh dan Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Sumatera XIII Sarolangun.
Agenda pertemuan difokuskan pada peningkatan pemahaman sekaligus penguatan koordinasi antar pihak dalam menghadapi musim kemarau. Selain penyampaian materi, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk menyepakati langkah lanjutan, seperti patroli terpadu dan penguatan kesiapsiagaan di tingkat lapangan.
Hal tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan musim kemarau tahun 2026 berpotensi lebih panjang akibat fenomena El Nino, sehingga meningkatkan risiko karhutla.

Perwakilan Manggala Agni Daops Sumatera XIII Sarolangun menyampaikan bahwa sebagian besar kejadian karhutla masih dipicu oleh aktivitas manusia, khususnya praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Karena itu, perubahan perilaku menjadi kunci dalam upaya pencegahan.
Dalam forum tersebut, para pihak juga sepakat bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan koordinasi, patroli terpadu, serta peningkatan kesiapsiagaan di tingkat lapangan.
Sementara itu, Kapolsek Pauh, Iptu Hans Simangunsung, mengingatkan bahwa pembakaran lahan merupakan pelanggaran hukum dengan konsekuensi serius, baik terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aspek hukum sesuai peraturan yang berlaku.
Camat Pauh, Achmad Asaddil, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dan berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat. “Semoga semangat pencegahan karhutla dapat terus ditingkatkan melalui peran aktif perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat,” jelasnya.
Estate Manager PT Bahana Karya Semesta, Daniel Tambunan menekankan bahwa upaya pencegahan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan memerlukan koordinasi yang konsisten antara seluruh pihak. “Diperlukan kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk mengantisipasi risiko sejak dini,” tambahnya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan agar risiko kebakaran dapat ditekan secara lebih efektif.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang