Indonesia, negara tempat sebagian besar operasional kami berada, memiliki keanekaragaman hayati yang tergolong paling beragam di muka bumi. Hutan tropis Indonesia adalah rumah bagi ribuan spesies tumbuhan, mamalia, dan burung di planet ini, termasuk spesies langka seperti orangutan, harimau, dan trenggiling. Perusahaan menyadari tekanan yang timbul dari keberadaan industri sawit terhadap ekosistem penting ini, yang juga berperan vital terhadap kelangsungan bisnis kami dan kehidupan masyarakat setempat. Perlindungan dan peningkatan keanekaragaman hayati serta pelestarian lingkungan alam adalah salah satu prioritas kami.
Perusahaan menjawab tantangan ini dengan menerapkan praktik produksi minyak kelapa sawit yang bertanggung jawab, termasuk menerapkan kebijakan Kenihilan Deforestasi dan Tanpa Bakar. Kami memiliki komitmen untuk melestarikan spesies langka dan terancam punah. Kami juga menerapkan kebijakan ketat tanpa toleransi terhadap perburuan, pencederaan, kepemilikan, dan pembunuhan spesies langka dan terancam punah. Perusahaan telah mengidentifikasi kawasan NKT serta spesies langka dan terancam punah di wilayah konsesi serta kawasan sekitarnya, dan menyiapkan tindakan pelestarian yang tepat serta selalu melakukan pengawasan ketat terhadap keanekaragaman hayati di area kebun serta wilayah konsesi.
Spesies hewan di konsesi kami
Betet Ekor Panjang
Psittacula longicauda
Lokasi: Perkebunan Sungai Cantung (SCNE), Region Kalimantan Selatan 2
Status berdasarkan Daftar Merah IUCN: Hampir terancam (NT)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No.106 Tahun 2018: Dilindungi
Betet...
Selengkapnya
Baza jerdon
Aviceda jerdoni
Lokasi: Perkebunan Sungai Rungau (SRGE), Region Kalimantan Tengah 2
Status berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No .106 Tahun 2018:...
Selengkapnya
Monyet Ekor Panjang
Macaca Fascicularis
Lokasi: Lenggana Estate (LGGE), Region Kalimantan Tengah 3
Status berdasarkan IUCN Red List: Rentan (V)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No.106 Tahun 2018: Tidak dilindungi
...
Selengkapnya
Lutung Kelabu
Trachypithecus cristatus
Lokasi: Padang Halaban Estate (PHLE), Region Sumatera Utara
Status Berdasarkan IUCN Red List: Hampir Terancam (NT)
Status Berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No. 106 Tahun 2018: Dilindungi
Spesies...
Selengkapnya
Ular Sanca Kembang
Malayopython reticulatus
Lokasi: Pernantian Estate (PRNE), Region Sumatera Utara
Status berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No.106 Tahun 2018: Dilindungi
Selengkapnya
Elang Tikus
Elanus caeruleus
Lokasi: Lenggana Estate (LGGE), Region Kalimantan Tengah 3
Status berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No.106 Tahun 2018:
Dilindungi
...
Selengkapnya
Elang Ular Bido
Spilornis cheela
Lokasi: Perkebunan Sungai Panci (SPNE), Region Kalimantan Selatan 1
Status berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No .106 Tahun 2018: Dilindungi
Selengkapnya
Macan Akar
Prionailurus bengalensis
Lokasi: Kijang Plama (KJNP), Wilayah Kampar, Riau
Status Berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Status Berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No. 106 Tahun 2018: Dilindungi
Kucing macan...
Selengkapnya
Betet Ekor Panjang
Psittacula longicauda
Lokasi: Perkebunan Sungai Cantung (SCNE), Region Kalimantan Selatan 2
Status berdasarkan Daftar Merah IUCN: Hampir terancam (NT)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No.106 Tahun 2018: Dilindungi
Betet Ekor Panjang adalah spesies yang sangat umum dan tersebar luas di Kalimantan bagian selatan dan timur laut (S. Myers in litt. 2016). Selain itu, Betet Ekor Panjang tercatat di berbagai jenis hutan hijau dataran rendah termasuk mangrove, perkebunan kelapa sawit, dan kebun kelapa.
Baza jerdon
Aviceda jerdoni
Lokasi: Perkebunan Sungai Rungau (SRGE), Region Kalimantan Tengah 2
Status berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No .106 Tahun 2018: Baza
Jerdon’s yang dilindungi adalah elang cokelat berukuran sedang dengan jambul hitam berujung putih tipis yang biasanya berdiri tegak. Ini ditemukan di Asia Tenggara. Ia mendiami kaki bukit di terai dan lebih jarang di hutan hijau dan perkebunan teh. Nama umum dan binomial Latin diberikan untuk memperingati ahli bedah-naturalis Thomas C. Jerdon.(wikipedia.org)
Monyet Ekor Panjang
Macaca Fascicularis
Lokasi: Lenggana Estate (LGGE), Region Kalimantan Tengah 3
Status berdasarkan IUCN Red List: Rentan (V)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No.106 Tahun 2018: Tidak dilindungi
Spesies ini memiliki sebaran yang luas di Asia Tenggara. Spesies ini sangat toleran terhadap berbagai habitat, termasuk hutan bakau dan rawa, dan dapat ditemukan di daerah pertanian dekat hutan (Thomas 1898; Fooden 1991,1995; Rabor 1986; Goodman dan Ingle 1993; Heaney et al. 1991; Rickart dkk. 1993; Danielsen dkk. 1994).
Lutung Kelabu
Trachypithecus cristatus
Lokasi: Padang Halaban Estate (PHLE), Region Sumatera Utara
Status Berdasarkan IUCN Red List: Hampir Terancam (NT)
Status Berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No. 106 Tahun 2018: Dilindungi
Spesies ini ditemukan di Brunei, Indonesia, dan Malaysia. Di Semenanjung Malaysia dan Kalimantan sebagian besar diketahui dari riparian dan hutan bakau (V. Nijman pers. comm.), sedangkan di Sumatera ditemukan di berbagai tipe hutan primer dan sekunder (Furuya 1961, MacKinnon dan MacKinnon 1987).< /p>
Ular Sanca Kembang
Malayopython reticulatus
Lokasi: Pernantian Estate (PRNE), Region Sumatera Utara
Status berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No.106 Tahun 2018: Dilindungi
Spesies ini tersebar luas di sebagian besar Asia Tenggara. Spesies ini ditemukan di hutan hujan, hutan dan daerah padang rumput yang berdekatan. Hal ini juga terkait dengan sungai dan sering ditemukan di dekat atau di sungai dan danau. Toleransi habitatnya tampaknya bervariasi di seluruh jangkauannya; telah digambarkan terjadi di selokan di Singapura, Indonesia, dan Kalimantan (L. Grismer, H. Jenkins dan I. Das komunikasi pribadi September 2011).
Elang Tikus
Elanus caeruleus
Lokasi: Lenggana Estate (LGGE), Region Kalimantan Tengah 3
Status berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No.106 Tahun 2018:
Dilindungi
Spesies ini merupakan salah satu burung pemangsa yang paling umum di seluruh jangkauannya (Kemp et al. 2015). Spesies ini menempati habitat yang relatif terbuka pada kisaran ketinggian (0-750 m di Palearctic Barat; 0-2.000 m di Asia Selatan; 0-3.000 m di Afrika), mulai dari semi-gurun hingga batas hutan dan pembukaan di dalam kawasan hutan lebat.
Elang Ular Bido
Spilornis cheela
Lokasi: Perkebunan Sungai Panci (SPNE), Region Kalimantan Selatan 1
Status berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Status berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No .106 Tahun 2018: Dilindungi
Elang ular jambul ditemukan di sebagian besar wilayah Oriental. Di India, mereka dapat ditemukan dari Himalaya yang lebih rendah ke Sri Lanka dan Andaman. Lebih jauh ke timur mereka dapat ditemukan di Tibet Tenggara dan Cina Tenggara, di selatan Lembah Changiang. Di luar daratan Asia, mereka dapat ditemukan di Kepulauan Sunda Besar, Bali, dan Filipina (animaldiversity.org).
Macan Akar
Prionailurus bengalensis
Lokasi: Kijang Plama (KJNP), Wilayah Kampar, Riau
Status Berdasarkan IUCN Red List: Least Concern (LC)
Status Berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No. 106 Tahun 2018: Dilindungi
Kucing macan tutul adalah spesies yang tersebar luas. Kucing macan tutul dapat hidup hingga ketinggian 3.240 m dpl (Ghimirey dan Ghimire 2010) dan ditemukan di berbagai habitat mulai dari hutan hujan tropis hingga berdaun lebar beriklim sedang dan, sedikitnya, hutan jenis konifera, serta hutan semak dan padang rumput suksesi.
Tabel berikut menunjukkan daftar lengkap spesies langka yang telah teridentifikasi di wilayah konsesi sesuai Undang-Undang tentang Spesies yang Dilindungi di Indonesia.