Kami menerima keluhan dari Forest Peoples Programme (FPP) tentang pengajuan Prosedur Penanaman Baru (New Planting Procedure/NPP) oleh GAR dan anak perusahaan kami PT SMART Tbk (SMART) pada Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kami menanggapi keluhan ini dengan bersungguh-sungguh dan sedang mengkaji permasalahan yang ada dengan sebaik-baiknya.
Kami juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada RSPO untuk sementara waktu menunda pengajuan NPP kami, sementara GAR melaksanakan analisis risiko di lapangan dengan didukung oleh The Forest Trust (TFT). Kami berkomitmen untuk tetap mematuhi NPP dari RSPO dan memberikan laporan perkembangan pelaksanaannya secara tepat waktu. Kami telah berkomunikasi dengan FPP dan akan terus bekerja secara konstruktif bersama mereka.
Melalui kesempatan ini, GAR dan SMART ingin menegaskan kembali komitmennya kami atas Kebijakan Konservasi Hutan (Forest Conservation Policy/FCP) dan Pelibatan Sosial dan Masyarakat (Social and Community Engagement Policy/SCEP) yang masing-masing diluncurkan pada bulan Februari 2011 dan November 2011.
FCP serta implementasinya yang kuat dan berkelanjutan akan memastikan tidak adanya jejak deforestasi yang ditinggalkan oleh GAR di seluruh rantai pasoknya. Kami terus berusaha mencapai target tersebut dengan dukungan TFT dan pemangku kepentingan lainnya.
SCEP membimbing dan membentuk keputusan Perusahaan dalam melibatkan masyarakat guna memastikan bahwa operasi kelapa sawit kami membantu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Intinya adalah komitmen terhadap Persetujuan PADIATAPA dari masyarakat sesuai dengan Prinsip dan Kriteria RSPO.
Pada tanggal 13 Maret 2013, kami mengumumkan pelaksanaan proyek percontohan konservasi hutan Stok Karbon Tinggi (SKT) berdurasi 12 bulan di PT Kartika Prima Cipta, Kalimantan Barat, Indonesia. Proyek percontohan ini sesuai dengan publikasi Laporan Studi Hutan SKT oleh GAR dan SMART yang bekerja sama dengan TFT dan Greenpeace pada tanggal 4 Juni 2012. Dalam perkembangan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pelestarian SKT, kami terus belajar dan memperbaiki proses pelaksanaan proyek ini. Dalam perjalanannya, kami menghargai temuan dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan terkait.
Kami percaya bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan merupakan cara terbaik untuk menemukan solusi atas produksi minyak sawit berkelanjutan untuk melestarikan hutan, menciptakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan dan memastikan pertumbuhan jangka panjang industri minyak kelapa sawit berkelanjutan yang merupakan bagian penting dari perekonomian Indonesia. Kami akan terus melanjutkan keterlibatan perusahaan kami bersama Pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil, masyarakat lokal dan adat, pelaku usaha perkebunan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan industri kelapa sawit Indonesia.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang