menu bar
close-grey

Tangan yang menenun, hati yang memimpin: Kisah perempuan pedesaan menemukan suaranya

Posted: Oct 15, 2025 4 minute read SMART 4 Likes
Yash Mavani
Yolanda Ica Aprilia
Community Economic Empowerment Officer

Di pedesaan Indonesia, perempuan tidak hanya mengurus ladang dan keluarga. Mereka membentuk mata pencaharian, melestarikan tradisi, dan diam-diam mengerakkan perubahan. Namun, kisah mereka sering kali tak terungkap. Dengan dukungan yang tepat, tangan mereka mampu membentuk masyarakat. Yolanda Ica Aprilia telah menyaksikan kekuatan ini secara langsung. Sebagai Community Economic Empowerment Officer di Sinar Mas Agribusiness and Food, beliau bekerja berdampingan dengan perempuan di desa-desa di seluruh Indonesia, membantu mereka menemukan kekuatan diri dan mengubah tradisi menjadi peluang.

Pada Hari Perempuan Pedesaan Internasional yang jatuh pada tanggal 15 Oktober, Ica memberikan penghormatan kepada para ibu, pengrajin, wirausahawan, dan pemimpin yang ditemuinya. Perjalanannya menjadi pengingat bahwa perubahan acapkali dimulai dari tempat-tempat yang paling sederhana – di rumah, di desa, dan melalui tindakan-tindakan kecil yang penuh keberanian dan kepedulian.

Pekerjaannya dimulai dari mendengarkan

Pekerjaannya dimulai dari mendengarkan
Ica (kelima dari kiri) bersama para perempuan dari masyarakat lokal saat mengunjungi desanya. Baginya, pemberdayaan dimulai dari mendengarkan terlebih dahulu, lalu bekerja sama untuk mengungkap kekuatan dan membangun solusi yang berkelanjutan.

Perjalanan Ica menuju pemberdayaan masyarakat dimulai melalui semangatnya melayani sesama dan kecintaannya pada pekerjaan sosial. Jauh sebelum bergabung dengan Perusahaan, beliau aktif di organisasi kampus dan proyek sukarela, selalu bersemangat untuk menjembatani tantangan dengan solusi.

Bagi Ica, pemberdayaan berakar pada kehadiran dan rasa hormat. “Pemberdayaan merupakan proses untuk membantu masyarakat menemukan solusi mereka sendiri,” paparnya. Ketika Ica mengunjungi sebuah desa, beliau memulainya dengan mendengarkan. Melalui kunjungan lapangan dan percakapan terbuka, beliau membantu masyarakat mengungkap kekuatan tersembunyi dan membangun dukungan yang mereka butuhkan.

Pendekatannya berakar pada realitas. Beliau memetakan sumber daya lokal, mengidentifikasi peluang dan hambatan, serta menyatukan mitra untuk membantu masyarakat berkembang dari dalam ke luar.

Dari kerajinan, terjalin ikatan, terbuka jalan

Dari kerajinan, terjalin ikatan, terbuka jalan
Yuti di alat tenunnya di Desa Dendang, Bangka Barat – menenun daun resam dan nipah menjadi kerajinan yang diwariskan turun-temurun, kini menemukan pasar baru melalui program Srikandi.

Beberapa karya inspiratif Ica tercipta di Desa Dendang, Bangka Barat, Indonesia, tempat para perempuan menenun daun resam (Dicranopteris linearis) dan nipah (Nypa fruticans) menjadi keranjang dan kerajinan yang diwariskan turun-temurun.

“Kami menemukan sekitar 500-600 penenun aktif di Dendang,” jelas Ica. “Menenun adalah bagian dari warisan mereka, sesuatu yang mereka lakukan bersama-sama, sambil menonton TV atau mengobrol dengan tetangga.”

Namun, tradisi saja tidak cukup. Para penenun menghadapi keterbatasan variasi produk, minimnya akses pasar, dan kesenjangan dalam keterampilan bisnis dasar.

Melalui program Srikandi, Ica dan timnya mengadakan lokakarya (workshop) tentang inovasi produk dan kolaborasi kelompok, membantu para penenun menjangkau pembeli baru. Kini, keranjang nipah dan aksesori resam mereka telah menjangkau pelanggan hingga ke luar desa. Kelompok itu bahkan menerima pesanan dari tempat-tempat yang jauh, seperti Bali.

Ica dan timnya bergabung dalam pertemuan masyarakat, beradaptasi dengan rutinitas setempat, dan selalu menyediakan ruang untuk kreativitas. Dengan demikian, para perempuan merasa dihormati dan didengarkan, yang mengarah pada kolaborasi yang lebih aktif dan ide-ide produk baru.

Ketika perempuan berkembang, masyarakat ikut maju

Di luar Bangka, Ica telah menyaksikan perempuan bangkit menjadi pemimpin. Di Belitung, beliau bertemu Meissy, yang awalnya hanya seorang peserta yang pendiam dalam sebuah lokakarya usaha mikro. Dengan pendampingan dan pelatihan bisnis yang konsisten, Meissy mengembangkan bisnis sekaligus kepercayaan dirinya. Kini, beliau menjadi pelatih bagi perempuan lain dan menjadi pembicara di berbagai pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kisah-kisah semacam itu makin menguatkan keyakinan Ica bahwa mendukung perempuan memberikan manfaat lebih dari sekadar peningkatan pendapatan. “Ketika perempuan pedesaan mendapatkan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka menjadi agen perubahan sosial,” renung Ica. “Keajaiban perempuan yang saling mendukung menciptakan efek berantai yang meningkatkan kesejahteraan keluarga dan seluruh desa.”

Ketika perempuan berkembang, masyarakat ikut maju
Meissy dengan bangga menunjukkan lini produk kerupuknya sendiri – hasil dari perjalanannya dari seorang peserta lokakarya usaha mikro yang pendiam menjadi seorang wirausahawan dan mentor yang percaya diri.

Apa yang perempuan berikan, dan apa yang mereka ajarkan

Apa yang perempuan berikan, dan apa yang mereka ajarkan
Pengusaha perempuan di Bangka dan Belitung mengubah keberanian dan kreativitas menjadi dampak melalui program Srikandi, mengembangkan bisnis dan saling mendukung.

Ica belajar sama banyaknya dari para perempuan yang beliau dukung, sebagaimana mereka belajar darinya. Ketahanan dan kreativitas mereka tampak nyata di tengah keterbatasan sumber daya. “Mereka telah menunjukkan kepada saya bahwa kita tidak perlu anggaran besar untuk membuat dampak besar. Cukup dengan keberanian, konsistensi, dan tekad untuk memulai,” ujarnya.

Pengalamannya telah mengubah pendekatannya. Meskipun target program tetap penting, Ica kini lebih mengutamakan empati, mendengarkan, dan koneksi emosional. Beliau belajar bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang kehadiran.

Ke depannya, Ica dan tim tengah berupaya meningkatkan program pemberdayaan perempuan mereka. Tujuannya adalah menjangkau lebih banyak desa, memberikan bantuan teknis, serta memperkuat branding dan akses pasar, semuanya demi dampak berkelanjutan bagi lebih banyak perempuan. “Kami ingin membantu lebih banyak perempuan agar bisa mandiri, mengembangkan bisnis mereka, dan menghidupi keluarga mereka,” ujar Ica.

Pemberdayaan dimulai dari hal kecil namun berkembang jauh. Simak bagaimana perempuan pedesaan mengubah keterampilan menjadi mata pencaharian melalui Bright Future Initiative kami. Temukan caranya dalam perjalanan lima tahap kami.

fb linkedin mail