menu bar
close-grey

Dari tepi sungai hingga menggapai mimpi: Jalan seorang pemuda menuju pendidikan dan pemberdayaan

Posted: Sep 04, 2024 4 minute read SMART 6 Likes
Syahrul Gunawan

Sungai Kapuas mengalir di Kalimantan Barat dan menjadi sumber penghidupan bagi penduduk desa yang tinggal di sepanjang tepiannya. Salah satunya adalah Syahrul Gunawan, seorang pemuda yang impiannya melampaui sungai tersebut.

Lahir dari keluarga nelayan, masa kecil Syahrul sederhana. Namun, arus yang berbeda menarik hatinya, yaitu menjadi seorang mekanik. Beasiswa mengubah hidupnya, membawanya dari perahu nelayan di desa ke teknologi canggih industri sawit, membuktikan bahwa dengan kegigihan dan kesempatan yang tepat, impian dapat menjadi kenyataan.

Tumbuh di tepi sungai

Kenangan awal dari masa kecil Syahrul berkaitan dengan aliran Sungai Kapuas yang tenang. Lahir dari keluarga nelayan dengan kekerabatan yang erat di Madang Permai, ia mempelajari seluk-beluk sungai sejak usia muda. Sungai tidak hanya sumber penghidupan, tetapi juga urat nadi masyarakat.

Ayahnya, seorang nelayan kawakan, mengajarinya keterampilan yang dibutuhkan untuk mengarungi sungai dan menemukan tempat memancing terbaik. Bagi keluarganya, menjadi nelayan lebih dari sekadar mata pencaharian; hal itu adalah tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Meski puas dengan kehidupan sederhana itu, Syahrul mendambakan sesuatu yang lebih. Saat keluarganya menemukan kedamaian dengan menjadi nelayan, Syahrul terpikat oleh mesin. Ia menghabiskan waktu berjam-jam mengamati mekanik di pabrik kelapa sawit (PKS) dekat tempat tinggalnya, terpesona oleh kemampuan mesin-mesin tersebut untuk mengubah bahan mentah menjadi sesuatu yang berharga. Hal itu memicu hasrat dalam dirinya yang tidak dapat dipadamkan oleh sungai.

Menghadapi rintangan

Cita-cita Syahrul jelas: ia ingin menjadi seorang mekanik. Baginya, industri sawit adalah bidang yang menarik dan merupakan jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.

Namun, cita-cita itu terasa jauh. Biaya pendidikan teknik mesin dan jarak ke perguruan tinggi terdekat di Kota Pontianak yang sejauh 500 kilometer menjadi tantangan tersendiri.

Namun, semangat Syahrul tak pernah padam. Sambil memancing bersama ayahnya, ia diam-diam bertekad mewujudkan cita-citanya.

Ketika secercah harapan datang melalui beasiswa

Di tengah tantangan tersebut, secercah harapan muncul. Kabar tersebar di desa tersebut bahwa Sinar Mas Agribusiness and Food, melalui anak perusahaannya PT Kartika Prima Cipta, tengah menawarkan beasiswa kepada para pelajar di Kabupaten Kapuas Hulu. Beasiswa tersebut menjanjikan bahwa biaya pendidikan dan biaya hidup penerimanya akan ditanggung – dukungan yang sangat penting bagi para pelajar dengan impian besar.

Syahrul memanfaatkan kesempatan itu. Ia mengumpulkan informasi dan menjalani proses pendaftaran yang ketat, yang menguji potensi akademis, karakter, dan motivasi. Tanpa gentar, Syahrul menjalani setiap langkah dengan tekun.

“[Beasiswa] ini seperti kesempatan nyata yang pertama untuk membebaskan diri dari rintangan yang menghambat saya.”

penerima beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food
Syahrul (pojok kanan) bersama para penerima beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food lainnya di Semitau angkatan tahun 2017-2020

Saat hasilnya diumumkan, rasa senang dan lega menyelimuti Syahrul yang terpilih sebagai penerima beasiswa PT KPC. Beasiswa tersebut memungkinkannya untuk kuliah Teknik Mesin di Politeknik Negeri Pontianak, dengan biaya ditanggung penuh.

Babak baru: Kehidupan kampus

Syahrul menempuh perjalanan 10 jam menuju Kota Pontianak dengan perasaan gembira sekaligus gugup. Kehidupan kuliahnya jauh berbeda dengan kehidupan di desa, tetapi ia menjalaninya dengan penuh semangat.

“Beberapa hari pertama terasa sangat berat,” akunya. “Namun, dukungan dari Sinar Mas Agribusiness and Food membuat segalanya berbeda. Selain bantuan keuangan, mereka peduli dengan pertumbuhan dan kesejahteraan saya. Sesi pengembangan kemampuan membantu membangun kepercayaan diri saya.”

Syahrul berkembang pesat di lingkungan barunya karena berprestasi dalam studinya dan memiliki banyak teman dari berbagai latar belakang, yang membuat masa-masa kuliah menjadi salah satu periode paling berharga dalam hidupnya.

Syahrul and his college mate pose inside Belian Mill
Syahrul (kiri) dan teman kuliahnya berpose di dalam pabrik kelapa sawit (PKS) Belian, tempat mereka magang semasa kuliah

Dari seorang pelajar menjadi seorang profesional

Empat tahun kuliah pun berlalu dengan cepat, dan Syahrul lulus dengan nilai yang memuaskan. “Dengan dukungan beasiswa, saya bisa fokus belajar. Di saat yang sama, saya merasa nyaman dan diterima serta punya tujuan,” kata Syahrul.

Syahrul mendapat pekerjaan sebagai teknisi di PKS Belian
Setelah lulus kuliah, Syahrul mendapat pekerjaan sebagai teknisi di PKS Belian.
Syahrul mengenakan alat pelindung diri (APD) saat mengelas salah satu mesin di PKS Belian
Syahrul mengenakan alat pelindung diri (APD) saat mengelas salah satu mesin di PKS Belian

Dengan ijazahnya, Syahrul berhasil menduduki jabatan sebagai teknisi mekanik di PKS Belian, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food. Memulai karier di bidang pemeliharaan umum, ia lalu segera dipromosikan untuk menangani mesin boiler yang berfungsi penting dalam produksi. Tanggung jawabnya sungguh besar, tetapi ia berhasil mengembannya.

“Saya sangat senang karena keinginan saya terwujud,” kata Syahrul. “Sekarang, saya bisa menafkahi keluarga sambil melakukan apa yang saya sukai di industri yang saya minati. Saya ingin terus belajar dan berkembang. Beruntung, tim dan atasan saya sangat mendukung.”

Kini, seiring kariernya yang makin menanjak, Syahrul bercita-cita untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi orang lain. Ia sering mengunjungi desanya untuk terhubung kembali dengan dan menginspirasi anak muda lainnya, menunjukkan kepada mereka bahwa dengan tekad kuat, mereka juga dapat meraih cita-cita.

Syahrul merupakan salah satu dari 34 mahasiswa penerima beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food di wilayah Kalimantan Barat pada periode 2017—2024. Para mahasiswa tersebut, yang menempuh studi di berbagai jurusan, tersebar di tujuh perguruan tinggi. Hingga saat ini, 25 orang telah lulus sedangkan 9 lainnya masih dalam tahap penyelesaian studi.

Program beasiswa itu merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung pendidikan di wilayah operasional Perusahaan, serta memotivasi generasi muda untuk meraih cita-cita.

——
Pendidikan hanyalah salah satu dari sekian banyak cara kami memberdayakan masyarakat. Baik itu generasi muda maupun usaha masyarakat, kami bergerak dalam bisnis yang terus berkembang.

Pelajari lebih lanjut upaya kami di tautan ini.

——

fb linkedin mail