“Ketika diberi kesempatan untuk memimpin tim kemitraan, sebenarnya saya kaget – namun dalam arti yang positif,” demikian tutur Alwi Hafiz, Head of Strategic Partnerships di Sinar Mas Agribusiness and Food. “Hal itu tidak masuk dalam rencana, tetapi menjadi salah satu bab paling berarti dalam karier saya.”
Jika dilihat sekilas, mengelola kemitraan keberlanjutan di salah satu perusahaan agrobisnis terbesar di dunia mungkin tampak seperti pekerjaan yang lebih banyak berlangsung di atas kertas, seperti perjanjian pendanaan bersama, laporan kemitraan, kontrak, dll. Namun, bagi Alwi, peran ini jauh lebih personal: tentang membangun kepercayaan, menemukan titik temu, dan mengubah tujuan bersama menjadi dampak nyata bagi manusia dan lingkungan.
Baik memulihkan lahan gambut yang terdegradasi bersama merek global, meningkatkan mata pencaharian petani, maupun bekerja sama bahu-membahu dengan masyarakat di lapangan, kemitraan Perusahaan bukan soal bisnis semata – tetapi tentang menciptakan perubahan yang bermakna dan berkelanjutan.
Kejutan yang memicu sesuatu yang lebih besar
Meski awalnya di luar dugaan, peran ini ternyata menjadi titik balik penting dalam kariernya.
Setelah melewatkan sebagian besar perjalanan profesional dalam posisi yang berfokus pada klien, beralih ke kemitraan berkelanjutan mungkin terasa asing. Namun justru sebaliknya, bagi beliau hal itu terasa bagaikan kembali ke tempat yang sungguh familiar laksana rumah. “Di kemitraan, saya bisa memanfaatkan semua yang telah saya bangun – jaringan maupun keterampilan membina hubungan – dan menerapkannya pada sesuatu yang berarti,” lanjut beliau. “Bukan hanya tentang KPI, ini adalah soal bagaimana kita menyelaraskan misi dan melihat dampak nyata yang lahir dari kerja bersama.”
Collective for Impact: Melakukan kebaikan bersama
Bagi Alwi, kemitraan yang kuat dimulai dengan keselarasan.
“Kolaborasi terbaik lahir ketika kedua belah pihak peduli untuk meraih hasil yang sama,” lanjut beliau.
Di Perusahaan, setiap kemitraan dijalankan berdasarkan kerangka kerja Collective for Impact sebagai pendekatan yang menekankan pentingnya upaya kolaborasi bersama mitra yang tidak hanya memiliki dukungan sumber daya, tetapi juga perspektif baru serta tujuan yangs ejaan.
Beberapa perubahan paling bermakna justru lahir dari keterbukaan ini. Salah satu mitra, misalnya, menyarankan Perusahaan untuk menelusuri partisipasi perempuan dalam sebuah program – sebuah metrik yang awalnya tidak termasuk dalam indikator Perusahaan. “Dari situ kami menyadari arti pentingnya dan menjadikan metrik itu bagian dari cara kami mengukur keberhasilan,” papar beliau.
“Berbuat baik” berarti membangun kepercayaan, menghargai tujuan bersama, dan mewujudkannya dalam tindakan. Semuanya bermula dari keyakinan sederhana: bahwa berbuat baik dan meraih hasil yang baik bisa, dan seharusnya, berjalan beriringan.
Wujud nyata kolaborasi: Kisah dari lapangan
Dari rehabilitasi lahan gambut hingga pelatihan bagi petani, kemitraan Perusahaan begitu beragam layaknya tantangan yang dihadapi. Namun, di balik setiap proyek, terdapat tujuan bersama yaitu mengubah niat baik bersama menjadi dampak nyata yang terukur.
Rehabilitasi lahan gambut di Kalimantan Barat

Upaya pemulihan sebuah lahan gambut terdegradasi seluas 2.600 hektar sedang dilakukan di Kalimantan Barat dalam salah satu proyek terbesar Perusahaan hingga saat ini, melalui kerja sama dengan L’Oréal pada awalnya dan kini berlanjut bersama Nestlé. Kemitraan ini menggabungkan pemulihan ekologi, pengelolaan tata guna air yang berkelanjutan, penguatan mata pencaharian alternatif, serta pelestarian keanekaragaman hayati.
Pemberdayaan petani kelapa sawit di Sumatera Utara

Melalui Program Sawit Terampil di Langkat, Sumatera Utara, bersama IDH, Perusahaan telah memberikan pelatihan bagi lebih dari 3.000 petani sawit mandiri dan membantu memetakan lebih dari 3.000 hektar lahan perkebunan. Lebih dari 500 petani kini telah berada di jalur menuju sertifikasi RSPO dan ISPO. Para mitra kolaborasi di tahun-tahun sebelumnya maupun pada saat ini mencakup Mars, Mondelez, Fuji Oil, dan Neste – yang semuanya berkomitmen untuk membangun rantai pasok yang lebih berkelanjutan.
Inisiatif fasilitas pengasuhan anak untuk masyarakat di Riau

Di Riau, inisiatif Balai Penitipan Anak (BPA) yang berjalan berkat pendanaan bersama yang didukung ADM Cares serta Tzu Chi membantu membenahi fasilitas yang tersedia dan memberikan pelatihan bagi tenaga pengasuh anak. Di samping itu, prakarsa ini juga memicu pelibatan peran yang lebih dalam dari kalangan warga. Kini, semakin banyak anggota Dharma Wanita yang aktif menjadi relawan dan turut mengambil peran dalam program ini.
“Ini baru sebagian contoh saja,” ujar Pak Alwi. “Kami telah mengembangkan hampir 20 upaya kemitraan sejauh ini – sebagian telah selesai, dan yang lain masih berjalan. Yang membuat program ini berhasil bukan hanya dana, tetapi juga ide, visi bersama, dan kepercayaan yang dibangun selama proses tersebut.”
Mengapa para mitra tetap bertahan

Bagi kebanyakan mitra kami, satu proyek jarang menjadi yang terakhir.
“Yang mendorong mereka terlibat kembali dalam upaya kemitraan itu sederhana saja,” ujar Alwi. “Itu terjadi karena kami menepati janji.”
Dari memenuhi tujuan bersama hingga menjaga akuntabilitas tim di lapangan, Perusahaan telah memiliki rekam jejak yang solid dalam menindaklanjuti upaya kemitraan. Kunjungan lapangan membantu memperdalam hubungan, dan menunjukkan secara langsung bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari berbagai program yang dilaksanakan.
Selain itu, hal tersebut terkait dengan bagaimana rasanya menjalin sebuah kemitraan. Bukannya bersifat transaksional, kemitraan yang kami jalin bersifat kolaboratif. Banyak mitra berkontribusi di luar aspek pendanaan – mereka menantang, membentuk, dan mengangkat ide-ide.
“Kami mendengarkan, beradaptasi, dan tumbuh bersama,” Alwi menambahkan. “Itulah sebabnya para mitra terus memilih untuk berbuat lebih bersama kami.”
Dengar langsung dari mereka: Kemitraan ADM

Bagi ADM, keberlanjutan dimulai dari sisi manusia. Keyakinan inilah yang mempertemukan mereka dengan Perusahaan dan Tzu Chi Indonesia pada tahun 2023, dengan tujuan mengangkat kehidupan masyarakat pedesaan di Riau melalui pendidikan anak usia dini dan dukungan mata pencaharian.
“Kami melihat peluang yang unik,” ujar Corey Sikorski, dalam kapasitasnya sebagai Southeast Asia Business Manager for Global Trade ADM. “Perusahaan memiliki akar yang mendalam di wilayah ini. Tzu Chi memiliki kepercayaan yang kuat di hati masyarakat. Bersama-sama, kita dapat berbuat lebih dan melakukannya dengan baik.”
Hasilnya terlihat jelas. Lebih dari 760 anak telah merasakan manfaat dari fasilitas BPA yang lebih baik, dan ratusan tenaga pengasuh anak menerima pelatihan. Pusat pembelajaran masyarakat juga membantu keluarga memperoleh keterampilan baru serta mengembangkan usaha kecil.
Namun, yang benar-benar menonjol adalah dampaknya bagi masyarakat: anak-anak yang gembira, guru-guru yang bangga, dan para perempuan yang terinspirasi untuk terlibat sebagai relawan.
Pada tahun 2025, ADM memperbarui kemitraan tersebut. Tahap berikutnya berfokus pada pertanian hidroponik, dukungan pemberdayaan nutrisi, dan pendidikan usia dini yang lebih baik – guna menjangkau lebih banyak rumah tangga di Lubuk Gaung.
“Hal ini mencerminkan komitmen bersama kami untuk membangun masyarakat yang lebih kuat dan lebih tangguh,” imbuh Corey. “Dengan tujuan dan mitra yang tepat, perubahan yang berarti akan tumbuh dan berkembang.”

Tentang Alwi:
Alwi Hafiz adalah Head of Strategic Partnerships di Golden Agri-Resources (GAR)/Sinar Mas Agribusiness and Food. Beliau memimpin upaya Perusahaan dalam membangun kolaborasi yang berdampak melalui konservasi, dukungan pada petani sawit, dan pembangunan masyarakat. Dengan latar belakang di posisi kepemimpinan yang berfokus pada klien di BSI Group dan Hewlett-Packard, Alwi menghadirkan perpaduan yang kuat antara wawasan komersial dan strategi yang berorientasi pada tujuan dalam pekerjaannya di lapangan.
Kisah ini hanyalah sekilas tentang apa yang mungkin terjadi saat kita berbuat baik bersama-sama. Jelajahi pendekatan komprehensif kami terhadap dampak yang berkelanjutan dalam Collective for Impact.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang

