
Ogan Ilir, Sumatra Selatan, 3 Juni 2026 – Ketika merasa kurang sehat, sebagian warga Desa Sukananti, Kabupaten Ogan Ilir, tidak selalu dapat langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Jarak yang cukup jauh serta keterbatasan akses membuat sebagian warga menunda pemeriksaan hingga keluhan yang dirasakan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Untuk membantu mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama PT Bumi Sawit Permai (BSP), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, menggelar layanan pengobatan umum gratis yang diikuti oleh 121 warga desa.
Sejak pagi, balai serba guna desa dipenuhi masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Sebagian datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan yang telah lama dirasakan, sementara yang lain memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga medis mengenai berbagai keluhan kesehatan.
Relawan Tzu Chi Xie Li Sumsel 1 bersama karyawan PT BSP bahu-membahu membantu proses pendaftaran, mendampingi warga selama pemeriksaan, serta membagikan makanan vegetarian yang telah disiapkan. Selama menunggu giliran, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dini dan pencegahan demam berdarah.

Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini menjadi kesempatan yang jarang diperoleh. Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, mereka juga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga medis mengenai kondisi kesehatan yang selama ini belum sempat ditangani, sekaligus memperoleh pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan penyakit dan pentingnya menjaga kesehatan.
“Bantuan pengobatan ini sangat berarti bagi kami. Kami sangat mengharapkan bantuan seperti ini terutama untuk kesehatan. Terima kasih atas pengobatan gratis ini,” ujar Zulkifli, salah satu warga Desa Sukananti.

Tidak semua masyarakat dapat hadir langsung ke lokasi kegiatan. Untuk memastikan layanan menjangkau mereka yang membutuhkan, relawan dan tenaga medis juga melakukan kunjungan ke rumah sejumlah lansia serta warga dengan keterbatasan mobilitas sehingga mereka tetap dapat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi kesehatan.
Heriyanto, Estate Manager PT BSP yang turut terlibat sebagai relawan, mengatakan antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi menunjukkan bahwa layanan kesehatan masih menjadi kebutuhan penting bagi warga di sekitar wilayah tersebut.
“Melihat warga yang sudah hadir sejak pagi menunjukkan bahwa layanan kesehatan seperti ini masih sangat dibutuhkan. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan lebih awal sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan PT BSP berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi warga yang masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen kedua pihak untuk terus berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kegiatan.
Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food
Sinar Mas Agribusiness and Food, yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR), merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan luas areal tanam di Indonesia lebih dari setengah juta hektar, termasuk kebun milik petani plasma, serta bermitra dengan lebih dari 800.000 petani swadaya. Sebagai bagian dari agribisnis global GAR dengan pendekatan seed-to-shelf, perusahaan ini mengelola operasi terpadu dalam produksi bahan pangan berbasis minyak nabati, serta terus bertumbuh dengan tujuan memberikan nilai jangka panjang melalui praktik produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.
Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel yang dipasarkan ke berbagai negara. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan fasilitas pengolahan minyak nabati dan produk pangan. Pada 2025, perusahaan memproduksi sekitar 2,8 juta metrik ton produk berbasis kelapa sawit dengan lebih dari 30 merek konsumen.
Keberlanjutan merupakan hal penting bagi perusahaan. Sejalan dengan kebijakan Responsible Agri-Commodity Sourcing dan kerangka Collective for Impact dari GAR, perusahaan berkomitmen memastikan praktik yang bertanggung jawab, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Saat ini, 99,5% rantai pasok kelapa sawit di Indonesia dapat ditelusuri hingga ke tingkat perkebunan, sementara komoditas non-kelapa sawit mencapai 100% hingga tingkat pabrik.
Perusahaan induknya, GAR didirikan pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$2,8 miliar per 31 Desember 2025. Flambo International Limited merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 50,56%. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Secara global, GAR beroperasi di 14 negara dan menjangkau lebih dari 110 pasar, didukung oleh kekuatan logistik dan perdagangan komoditas lainnya seperti gula, kedelai, bunga matahari, dan kelapa.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang