
Siak, Riau, 17 Juli 2026 – Biaya pakan yang menyumbang porsi terbesar dalam usaha budidaya ikan air tawar masih menjadi tantangan bagi banyak pembudidaya di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Di sisi lain, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk ikan segar sehingga peluang untuk meningkatkan nilai tambah belum dimanfaatkan secara optimal.
Menjawab tantangan tersebut, PT Ivo Mas Tunggal, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama Sentra Kreatif Lestari Siak (SKELAS) menggelar Community Learning Center (CLC) bertajuk Pembuatan Pakan Alternatif dan Diversifikasi Produk Olahan Ikan Air Tawar Melalui pelatihan ini para pembudidaya mempelajari sekaligus mempraktikkan pembuatan pakan alternatif dari bahan baku lokal serta mengolah hasil budidaya menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Pelatihan diikuti 36 peserta dari kelompok tani dan pembudidaya ikan di Kecamatan Kandis, serta melibatkan pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan komunitas pembudidaya yang tergabung dalam Ekosistem Asosiasi Ruang Usaha Perikanan Air Tawar (ARUNA) Siak. Ekosistem yang diinisiasi PT Ivo Mas Tunggal tersebut mempertemukan pelaku usaha perikanan, mulai dari penyedia sarana produksi, pembudidaya, hingga pemasaran hasil panen dalam satu jejaring kolaborasi untuk memperkuat kelanjutan usaha.
Selama pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai alternatif yang dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus membuka peluang pasar melalui produk olahan. Dengan bekal tersebut, para pembudidaya memiliki pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada pakan komersial sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen.

Selamat Risky Tarigan, Ketua Kelompok Brothers Farm, mengatakan pelatihan ini memberikan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam usaha budidaya ikan, khususnya dalam memanfaatkan bahan baku lokal sebagai pakan alternatif dan mengembangkan produk olahan.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa bahan baku lokal yang selama ini belum dimanfaatkan ternyata bisa diolah menjadi pakan alternatif. Selain membantu menekan biaya produksi, kami juga mendapat ide baru untuk mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Harapannya, pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut agar usaha para pembudidaya semakin berkembang,” ujar dia.
Said Irwan, Camat Kandis, menilai peningkatan kapasitas pembudidaya merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing usaha usaha masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan usaha perikanan berbasis potensi lokal.
“Kami sangat mengapresiasi peran PT Ivo Mas Tunggal yang telah menyelenggarakan kegiatan ini untuk memperkuat kelompok-kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Kandis. Program ini tidak hanya membantu pembudidaya menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi, tetapi juga mendorong efisiensi usaha melalui pemanfaatan pakan alternatif. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat,” jelas dia.

Yolanda Ica, Ketua Pelaksana Kegiatan, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari penerapan model Inclusive Closed Loop yang menghubungkan pembudidaya, pengolah, pengepul, koperasi, hingga perusahaan dalam satu rantai nilai yang saling mendukung.
“Melalui model ini, hasil budidaya masyarakat memiliki kepastian pasar, distribusi yang lebih efisien, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh pelaku usaha di dalam rantai nilai tersebut,” ucap dia.
Pelatihan ini menjadi awal dari pendampingan yang berkelanjutan. PT Ivo Mas Tunggal bersama Ekosistem Aruna Siak telah menyusun rencana pengembangan produksi pakan alternatif, penyediaan bahan untuk replikasi, uji formulasi, serta pemanfaatan fasilitas produksi agar inovasi yang telah dipelajari dapat diterapkan dalam usaha sehari-hari.
Program pemberdayaan masyarakat ini merupakan bagian dari Bright Future Initiative, jaringan akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah membantu 163 UMKM dalam merealisasikan dan mengembangkan 280 proyek di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.
Melalui pelatihan ini, PT Ivo Mas Tunggal berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha budidaya ikan tawar yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat yang tinggal dan berdampingan dengan perusahaan. “Kami percaya penguatan kapasitas masyarakat perlu dibarengi dengan terbentuknya ekosistem usaha yang saling mendukung baik cara pemeliharaan dan pembuatan pakan ikan sampai membantu promosi serta mengelola beragam produk yang dihasilkan. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga mendorong kolaborasi agar inovasi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucap Berthin Efranta Pinem, Estate Manager Nenggala PT Ivo Mas Tunggal.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan kolaborasi antarpelaku dalam ekosistem perikanan, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pembudidaya untuk menerapkan inovasi yang telah dipelajari. Dengan demikian, usaha budidaya ikan air tawar di Kecamatan Kandis diharapkan menjadi lebih efisien, memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang