Bagaimana kalau rahasia makanan yang lebih berkualitas ternyata dimulai dari lemak yang Anda pilih?
Masuklah ke toko roti, pabrik makanan ringan, atau dapur mana pun, dan Anda akan mendapati bahwa lemak memainkan peran yang lebih besar ketimbang yang disadari kebanyakan orang. Para ahli teknologi pangan telah mengungkap rahasia fraksinasi – memecah minyak sawit menjadi dua komponen penting: stearin dan olein.
Keduanya memiliki fungsi yang unik – membantu makanan mempertahankan bentuknya, tetap segar, atau renyah sempurna. Memahami cara menggunakan semua komponen penyusun tersebut adalah seni menciptakan makanan yang lezat. Jelajahi perbedaan, kegunaan, dan bagaimana tim ahli kami membantu produsen makanan mencapai hasil yang tepat, setiap saat.
Intisari:
Apa itu fraksinasi minyak sawit dan mengapa fraksinasi itu penting?
Minyak sawit secara alami kaya nutrisi, berwarna keemasan, dan serbaguna. Namun, manfaatnya tidak selalu sama dalam setiap penggunaan. Untuk menciptakan bahan yang disesuaikan dengan makanan modern, minyak sawit menjalani proses yang disebut fraksinasi. Proses itu mendinginkan minyak sawit secara perlahan dan memisahkannya menjadi dua bagian utama:


“Proses fraksinasi memungkinkan kami memaksimalkan potensi minyak sawit,” jelas Isti Christianti, R&D Category Sub Division Head di Sinar Mas Agribusiness and Food. “Alih-alih hanya satu bahan, kami mendapatkan dua bahan dengan sifat unik – satu memberikan struktur, yang lain memberikan aliran. Fleksibilitas itulah yang mendorong inovasi di hampir setiap lorong supermarket.”
Fraksinasi merupakan langkah teknis guna merancang lemak yang tepat untuk kebutuhan yang tepat, mengurangi kebutuhan akan hidrogenasi parsial (yang dapat menghasilkan lemak trans) dan menjadikan minyak sawit lebih berharga bagi produsen makanan yang mencari performa lebih sehat dan dapat diandalkan.
Kegunaan stearin sawit: Pilihan tepat untuk struktur dan tekstur
Saat makanan perlu bentuk yang kokoh, stearin sawit adalah tulang punggungnya. Teksturnya padat di suhu ruang dengan titik leleh tinggi, sehingga penting untuk:


“Stearin akan menjadi andalan jika resepnya membutuhkan bentuk dan stabilitas,” papar Isti. “Stearin membantu mencegah margarin dan shortening meleleh di rak yang hangat, dan memberi struktur pada makanan yang dipanggang agar mengembang dan menyatu. Hasilnya adalah makanan yang terlihat dan terasa sempurna.”
Olein sawit dalam makanan: Mengapa lemak cair ini jadi favorit untuk menggoreng

Tuangkan sebotol minyak goreng, dan kemungkinan besar Anda akan menemukan olein. Minyak berwarna keemasan dan bening ini mengalir bebas bahkan pada suhu ruangan, berkat titik lelehnya yang rendah dan profil asam lemak yang seimbang.
Olein sawit dihargai karena kemampuannya menjaga kelezatan dan kesegaran, umumnya digunakan untuk:


“Olein sawit sangat stabil untuk memasak dengan suhu tinggi, sehingga tidak mudah rusak dan tidak menghasilkan rasa tidak enak seperti beberapa minyak lainnya,” lanjut Isti. “Olein membuat makanan yang digoreng tetap renyah lebih lama dan mempertahankan rasa aslinya, berkat profilnya yang ringan dan netral. Itulah mengapa olein disukai baik di restoran maupun dapur rumahan.”
Stearin vs olein sawit: Cara memilih lemak yang tepat untuk produk makanan
Memilih antara stearin dan olein bergantung pada kebutuhan produk Anda. Berikut cara tim R&D kami membantu merek makanan membuat keputusan yang tepat:
• Tekstur: Jika menginginkan tekstur yang padat dan kokoh (misalnya, kue kering, lapisan gula, cokelat isi), stearin adalah pilihan terbaik. Untuk tekstur yang mudah dituang, halus, atau renyah (minyak goreng, makanan ringan, dan saus salad), olein adalah pilihan terbaik.
• Stabilitas: Stearin menstabilkan produk pada suhu yang lebih tinggi. Olein menjaga minyak tetap jernih dan dapat digunakan bahkan pada suhu ruang.
• Kebutuhan pengolahan: Beberapa resep mencampur keduanya, memanfaatkan kepadatan stearin dan fleksibilitas olein.
“Kami mulai dari apa yang perlu dihasilkan makanan tersebut – rasa, tekstur, dan daya simpan,” tutur Isti. “Lalu kami memilih fraksi sawit yang tepat, atau bahkan mencampurnya, guna mendapatkan keseimbangan yang ideal. Hal itu membantu pelanggan kami menghemat waktu dalam proses pengembangan produk.”
Untuk kebutuhan pengolahan, campuran fraksi olein dan stearin menawarkan performa penggorengan yang sangat baik. Produk jenis itu dikenal sebagai lemak goreng. Kandungan stearin memberikan tekstur yang padat dan kokoh pada suhu ruangan, sementara tingkat kejenuhannya yang lebih tinggi membuatnya lebih tahan terhadap oksidasi. Hasilnya adalah makanan yang lebih renyah dan stabilitas yang lebih baik pada suhu tinggi. Dengan rasio kedua fraksi yang tepat, produk tersebut menjadi solusi ideal untuk menggoreng dalam minyak banyak.
Tabel di bawah ini merangkum perbedaan stearin dan olein sawit untuk membantu menentukan pilihan terbaik bagi produk Anda.
| Kriteria | Stearin | Olein |
|---|---|---|
| Kondisi pada suhu ruangan | Padat | Cair |
| Titik leleh | Lebih tinggi (44°C min) | Lebih rendah (24°C maks) |
| Penggunaan utama | Margarin, produk roti, isian buttercream/krim | Menggoreng, saus salad, menumis |
| Manfaat | Struktur, tekstur | Stabilitas panas, kejernihan, tuangan yang halus, rasa netral |
| Kriteria | Stearin | Olein |
|---|---|---|
| Kondisi pada suhu ruangan | Padat | Cair |
| Titik leleh | Lebih tinggi (44°C min) | Lebih rendah (24°C maks) |
| Penggunaan utama | Margarin, produk roti, isian buttercream/krim | Menggoreng, saus salad, menumis |
| Manfaat | Struktur, tekstur | Stabilitas panas, kejernihan, tuangan yang halus, rasa netral |
Pertanyaan Umum (FAQ)
Memahami stearin dan olein sawit membuka kemungkinan baru untuk menciptakan makanan yang lebih stabil, menarik, dan efisien dalam produksi. Dengan produk dan keahlian teknis kami, Anda selalu dapat menemukan bahan yang tepat untuk setiap kebutuhan.
Jelajahi rangkaian produk makanan berbasis sawit kami.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang