Agrikultur, pangan, dan energi berkembang lebih pesat dari sebelumnya.
Pada tahun 2026, perubahan tersebut akan didorong permintaan yang jelas – pelanggan menginginkan pasokan yang andal, inovasi yang lebih cerdas, dan sertifikasi keberlanjutan yang lebih kuat.
Dari perkebunan berbasis teknologi AI dan tekstur makanan baru hingga bahan bakar terbarukan dan pertanian regeneratif, perubahan tengah mendefinisikan ulang cara kita melakukan budi daya, mengonsumsi makanan, dan memberdayakan kehidupan.
Di Sinar Mas Agribusiness and Food, kami bergerak seiring dengan tren ini dan membantu pelanggan agar tetap unggul dengan solusi yang menggabungkan kinerja, kualitas, dan keberlanjutan.
AI di lapangan: Dari analisis hingga tindakan

Kini pelanggan memiliki harapan yang makin tinggi akan mitra yang mampu memberikan efisiensi dan konsistensi dengan dukungan teknologi. Itulah sebabnya AI mengubah metode pengelolaan tanaman. Apa yang dulu membutuhkan waktu berjam-jam untuk pemeriksaan manual sekarang dapat dilacak dan diperbaiki secara real time.
Di Perusahaan kami, AI mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan cerdas di lapangan. Melalui Smart Step Harvesting, kami melacak pergerakan mesin pemanen di seluruh perkebunan melalui peta digital. Area yang terlewat akan langsung ditandai, sehingga tim dapat segera turun tangan sebelum buah sawitnya tidak dapat dipanen. Supervisi telah bergeser dari reaktif menjadi bersifat proaktif, dan itu berarti produktivitas yang lebih andal bagi pelanggan kami.
Perusahaan juga meningkatkan standar kualitas dengan pemilahan buah berbasis AI. Para pemanen menggunakan perangkat seluler untuk menilai kematangan, guna memastikan hanya buah matang dan berkualitas tinggi yang masuk ke pabrik kelapa sawit.
“Semua perangkat tersebut tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga membuatnya lebih cerdas,” ujar Rudy P. Napitupulu, Head of Operations Transformation Division. “Perangkat tersebut membantu tim kami berfokus pada hal terpenting: meraih hasil yang lebih baik bersama-sama.”
Sensasi di mulut membuat perbedaan

Dalam industri manufaktur makanan, kualitas kini lebih dari sekadar soal rasa. Pelanggan menginginkan produk yang menyeimbangkan kenikmatan, kesehatan, dan daya tarik label ramah lingkungan tanpa kehilangan faktor “kepuasan”.
Tekstur telah menjadi jembatan antara kenikmatan dan kepercayaan. Teksturlah yang membuat cokelat meleleh dengan lembut atau topping terasa creamy tanpa susu.
Lemak nabati khusus berbasis kelapa sawit Perusahaan membantu produsen makanan mencapai keseimbangan tersebut. Pada cokelat, lemak ini menciptakan tekstur yang tajam dan lelehan yang halus. Dalam krimer dan topping, lemak ini membentuk tekstur yang padat dan halus. Sementara itu, pada es krim lemak ini menghasilkan tekstur krim yang tahan lama dan tetap konsisten bahkan setelah diformulasikan ulang.
“Kami merancang setiap lemak agar seimbang antara fungsi dan kenikmatan sensoriknya,” jelas Mochammad Hirza Nadia, Fat-Based Product Senior Technologist kami. “Entah itu alternatif mentega kakao yang meleleh sempurna, maupun alternatif lemak susu yang menambah tekstur krim, tujuannya adalah membantu pelanggan kami menyajikan makanan yang disukai banyak orang.”
Bagi merek makanan, kepuasan konsumen mendorong loyalitas. Bagi kami, itu berarti merekayasa bahan-bahan yang menjadikan setiap produk menonjol.
Penggunaan bahan-bahan nabati yang kian meluas

Pelanggan kini memperluas portofolio mereka melampaui produk makanan. Merek perawatan pribadi, perawatan rumah, dan kosmetik terus beralih ke bahan-bahan nabati yang performanya kuat, terasa nyaman di kulit, dan berasal dari sumber terbarukan yang dapat ditelusuri.
Oleokimia turunan kelapa sawit memenuhi kebutuhan tersebut. Kami memasok asam lemak, gliserin, dan soap noodles berbahan baku terbarukan, memberikan konsistensi, kemurnian, dan performa yang dibutuhkan pada formulator saat mengembangkan produk kecantikan, kebersihan, dan rumah tangga. Bahan-bahan ini membantu meningkatkan tekstur, stabilitas, dan kelembutan, sekaligus memenuhi tuntutan keberlanjutan dan sumber yang bertanggung jawab.
“Para formulator kini ingin bahan yang alami sekaligus efektif,” papar Christopher Lee, Head of Sales and Marketing for Oleochemicals GAR. “Mereka menginginkan keduanya. Di sinilah produk oleokimia kami unggul. Kualitasnya terjamin, fleksibel untuk berbagai aplikasi, dan didukung proses produksi yang bertanggung jawab.”
Bahan bakar nabati kian mencuri perhatian

Pada tahun 2026, pengguna energi akan menghadapi tekanan besar untuk mencapai target iklim dan mengurangi emisi karbon. Banyak yang beralih ke bahan bakar terbarukan yang bisa dikembangkan secara cepat, dan bahan bakar nabati (biofuel) berbasis sawit menjadi salah satu solusinya.
International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan global akan meningkat hampir 30% pada tahun 2028. Di Indonesia, mandat B40 (yang mewajibkan agar solar memiliki kandungan biodiesel 40%) menunjukkan bagaimana fokus pada bahan baku terbarukan dapat memperkuat perekonomian dan ketahanan energi.
“Bahan bahakar nabati lebih dari sekadar energi ramah lingkungan,” ungkap Hariyadi Imam Santoso, General Manager for Biodiesel Commercial kami. “Bagi Indonesia, ini adalah upaya mewujudkan ketahanan energi dan membangun sesuatu yang berkelanjutan dengan apa yang kita miliki.”
Dua pabrik biodiesel kami di Jawa dan Kalimantan Selatan memproduksi lebih dari satu juta ton bahan bakar setiap tahun. Dengan memurnikan Minyak Sawit Mentah menjadi Metil Ester Asam Lemak (Fatty Acid Methyl Esters/FAME), kami menciptakan bahan bakar terbarukan yang mengurangi emisi siklus hidup hingga 60% dibanding solar dari bahan bakar fosil.
Pertanian ramah iklim menjadi standar

Di berbagai industri, pelanggan menuntut rantai pasok yang terukur, rendah karbon, dan transparan. Agrikultur yang cerdas iklim telah menjadi landasan baru.
Sebagai Perusahaan, kami memandangnya sebagai kewajiban sekaligus faktor pembeda. Sesuai dengan Peta Jalan Nol Bersih, kami berkomitmen untuk mengurangi emisi FLAG sebesar 30% dan mencapai nol bersih pada tahun 2050.
Kami melakukan upaya pemulihan lahan gambut, melindungi kawasan konservasi seluas 79.000 hektar, dan memperluas penggunaan energi terbarukan. Sebanyak 92% energi hulu kami sudah bersumber dari energi terbarukan, terutama biomassa. Dengan memanfaatkan produk sampingan seperti cangkang sawit, expeller, dan serat untuk menggerakkan boiler, serta menangkap metana dari Limbah Cair Kelapa Sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME), kami mengubah limbah menjadi energi bersih.
Selain kegiatan operasional, kami bekerja sama dengan para pemasok untuk mengukur emisi, memverifikasi kepatuhan terhadap kebijakan Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi (No Deforestation, No Peat, No Exploitation/NDPE), dan bersama-sama mengembangkan rencana pengurangan emisi. Melalui program Sawit Terampil, kami melatih petani sawit untuk membudidayakan lebih banyak dengan input yang lebih sedikit, guna menunjukkan bahwa pertanian yang berkelanjutan dapat meningkatkan produktivitas dan mata pencaharian mereka.
“Kami beroperasi di salah satu sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim, tetapi hal itu justru memberi kami kesempatan untuk memimpin,” ungkap Anita Neville, Chief Sustainability & Communications Officer kami. “Keberlanjutan adalah cara kami membangun ketahanan dan mengamankan masa depan pertanian.”
Pertanian regeneratif mulai mengakar

Pertanian regeneratif berkembang pesat seiring keinginan pelanggan dan investor untuk memberikan dampak nyata bagi ekosistem. Idenya sederhana: mempraktikkan pertanian dengan metode yang dapat memulihkan lahan, melindungi keanekaragaman hayati, dan memperkuat masyarakat.
Pada minyak sawit, regenerasi dibangun berdasarkan apa yang sudah ada. Selama bertahun-tahun, perkebunan kami telah menerapkan Praktik Agrikultur yang Baik, mulai dari pengelolaan tanah dan air yang cermat hingga pengendalian hama alami. Upaya-upaya tersebut telah membuahkan hasil yang diinginkan oleh pertanian regeneratif: tanah yang sehat, hasil panen yang tangguh, dan ekosistem yang berkembang pesat.
Fokusnya sekarang ada pada hasil. Pertanian regeneratif mengukur keberhasilan melalui tanah yang subur, air yang lebih bersih, dan mata pencaharian yang lebih kuat. Kolaborasi adalah kuncinya – menyelaraskan produsen, pembeli, dan masyarakat untuk menyelaraskan tujuan masing-masing dan memperluas dampak.
Sektor kelapa sawit memiliki posisi yang kuat untuk memimpin, dengan kemitraan selama puluhan tahun antara produsen, LSM, dan pemerintah.
Kami bekerja sama dengan para mitra untuk mengembangkan solusi bagi sektor kelapa sawit, mulai dari penanaman tumpang sari dan daur ulang biomassa hingga tata guna gambut dan air. Bagi pelanggan, hal itu berarti mereka mendapatkan pasokan dari rantai pasok yang memberikan kontribusi positif lebih besar.
Jelajahi bagaimana Perusahaan mengubah tren global menjadi kemajuan nyata. Lihat bagaimana pendekatan berkelanjutan kami menghubungkan teknologi, alam, dan manusia demi masa depan yang lebih baik.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang