menu bar
close-grey

9 cara kami wujudkan Collective for Impact menjadi aksi nyata di tahun 2025

Posted: Jun 17, 2026 7 minute read SMART 3 Likes

Setiap tahun, laporan keberlanjutan (sustainability report) kami menyajikan ratusan halaman berisikan data, target, dan info terbaru tentang progress yang dicapai. Namun, bagi para pembacanya, pertanyaannya sederhana: apa yang berubah?

Sepanjang 2025, PT SMART Tbk (SMART), bersama dengan perusahaan induk kami Golden Agri-Resources (GAR) terus mewujudkan komitmen Collective for Impact menjadi tindakan nyata. Mulai dari memajukan kemamputelusuran, mendukung petani kelapa sawit hingga mengembangkan bibit unggul yang tahan menghadapi perubahan iklim, keberlanjutan terus membentuk cara kami agar dapat bertumbuh dengan tujuan.

Berikut ini sembilan hal utama dari Sustainability Report 2025 kami.

1. Meningkatkan visibilitas pelanggan terhadap rantai pasok sawit di Indonesia

Menjadi mitra pilihan berarti membantu pelanggan memahami dengan lebih baik mengenai asal bahan untuk produk yang mereka beli serta bagaimana bahantersebut diproduksi.

Pada tahun 2025, kami berhasil mencapai 99,8% kemamputelurusan ke perkebunan (Traceability to Plantation/TTP) di Indonesia, meningkat dari 99,5% pada tahun sebelumnya.

Angka tersebut berhasil dicapai berkat keterlibatan pemasok, upaya pemetaan, dan kolaborasi di lapangan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Dalam 1,5 tahun terakhir saja, kami telah memetakan lebih dari 25.000 petani kelapa sawit dan lebih dari 94.000 lahan perkebunan di seluruh Indonesia untuk meningkatkan transparansi rantai pasok dan mendukung perjalanan keberlanjutan para petani.

99,8% TTP (rantai pasok sawit Indonesia)

100% mencapai (delivering) NDPE IRF v5.8

82,6% delivering NDPE IRF v6.0

Meningkatkan transparansi juga berarti memperkuat akuntabilitas. Pada tahun 2025 kami berhasil mewujudkan 100% penerapan Kerangka Pelaporan Pelaksanaan Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, Tanpa Eksploitasi (No Deforestation, No Peat, No Exploitation Implementation Reporting Framework NDPE IRF) (Versi 5.8). Perusahaan memulai pengalihan pemasok ke Versi 6.0, dengan 82,6% pasokan kami terklasifikasi sebagai ‘Delivering’ pada awal tahun 2026. Versi 6.0 memberlakukan persyaratan yang lebih ketat pada kemamputelusuran. Selain itu, pelaporannya harus sampai kepada para petani kelapa sawit mandiri dan kelompok-kelompok pemasok.

Semua upaya tersebut didukung dengan peralatan digital seperti SmartTrace, yang merupakan platform pelacakan berbasis blockchain sehingga memberi pelanggan visibilitas yang lebih aman dan andal, dari perkebunan hingga produk akhir.

2. Memperluas kemamputelusuran hingga ke luar minyak sawit

Bagi banyak pelanggan, ekspektasi keberlanjutan saat ini tidak lagi terbatas hanya pada satu komoditas. Mereka menginginkan tingkat transparansi dan akuntabilitas yang sama di seluruh sumber pengadaan mereka.

Pada tahun 2025 perusahaan mencapai 100% TTP di seluruh rantai pasok kedelai, gula, kelapa, dan bunga matahari, yang mencakup lebih dari 1,5 juta ton bahan baku.

Dengan menerapkan pengalaman dan sistem yang telah dikembangkan dalam pengelolaan rantai pasok kelapa sawit ke komoditas lain, kami membangun rantai pasok yang lebih terhubung dan tangguh di seluruh bisnis Perusahaan.

100% TTP untuk 1,5 juta ton
(komoditas global non-sawit)

3. Membantu petani kelapa sawit membangun perkebunan yang lebih tangguh

Petani kelapa sawit berperan penting dalam industri minyak sawit. Dengan pengetahuan serta dukungan yang tepat, mereka memiliki bekal yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat mata pencaharian, dan beradaptasi terhadap perubahan kondisi.

Pada tahun 2025, program Sawit Terampil kami memberi pelatihan kepada 11.250 petani, yang menempatkan perusahaan pada pada jalur yang tepat untuk mencapai target dalam mendukung 100.000 petani mandiri pada tahun 2035.

11.250 petani kelapa sawit menerima pelatihan

Program ini berfokus pada pelatihan praktis dan pendampingan langsung di lapangan. Para petani mempelajari praktik perkebunan yang baik, memanfaatkan lahan secara bertanggung jawab, penggunaan pupuk, aspek keselamatan kerja, serta persiapan dalam mendapatkan sertifikasi. Di Aceh, misalnya, program ini membantu para petani mandiri mencapai sertifikasi RSPO sekaligus meningkatkan produktivitas serta praktik pengelolaan kebun.

4. Mengembangkan bibit kelapa sawit tahan iklim untuk masa depan

Hasil panen sedikit, tanaman yang lebih rentan dan kerugian finansial yang signifikan adalah beberapa contoh dampak kekeringan yang dihadapi petani sawit di Indonesia. Dampak tersebut mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai sekitar US$4,5 miliar per tahun.

Pada tahun 2025, bibit Dami Mas MTK (Moderate Toleran Kekeringan) baru kami, menjadi bibit kelapa sawit pertama yang terbukti memiliki kinerja unggul dalam kondisi kekeringan, serta memperoleh persetujuan komersial dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dikembangkan oleh SMART Research Institute (SMARTRI), bibit Dami Mas MTK merupakan hasil riset selama bertahun-tahun yang menguji lebih dari 1.800 induk pohon sawit, menyeleksi lebih dari 40.000 bibit, dan menggunakan 120 hektar lahan percobaan.

Bibit Dami Mas MTK mencatat produktivitas setidaknya 12% lebih tinggi selama masa kekeringan dibanding bibit biasa.

Bagi petani, bibit yang tangguh ini membuat kebun mereka tetap produktif sekalipun dalam masa kekeringan. Bagi kalangan industri yang lebih luas, bibit ini menandai langkah menuju masa depan yang ketahanan pangannya terjamin.

5. Mengurangi emisi di seluruh operasi dan rantai pasok

Pada tahun 2025, Perusahaan mencatat penurunan emisi Lingkup 1, 2, dan 3 sebesar 4,6%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga total emisi menjadi 33,4 juta tCO2e.

Ini adalah upaya terpadu di seluruh bisnis perusahaan, mulai dari proyek penangkapan metana hingga pemanfaatan energi terbarukan, serta pelibatan peran pemasok dan petani kelapa sawit secara berkelanjutan.

Peta jalan dekarbonisasi kami

Perubahan tata guna lahan dan penghapusan karbon

Energi terbarukan dan efisiensi operasional

Pelibatan peran pemasok dan pengurangan emisi Lingkup 3


Selengkapnya di sini

Namun, mengurangi emisi di sektor agrikultur bukanlah hal yang mudah.

Banyak tantangan yang besar masih berada jauh di dalam rantai pasok agrikultur, khususnya pada emisi Lingkup 3.

“Kami diminta melakukan dekarbonisasi pada salah satu rantai pasok paling kompleks di dunia. Namun, pendanaannya tidak tersedia,” kata Anita Neville, Chief Sustainability & Communications Officer kami.

Untuk menjawab tantangan tersebut tersebut, dibutuhkan investasi jangka panjang yang dapat diakses oleh petani kelapa sawit, serta kolaborasi yang lebih erat di seluruh rantai nilai.

Sekalipun targetnya jelas dan kemajuan dapat berlanjut, kami manyadari bahwa upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri. Perubahan yang nyata membutuhkan lebih banyak mitra di seluruh rantai nilai agar dapat bergerak maju bersama. Kolaborasi tersebut mencakup investasi bersama, pendanaan, dan dukungan bagi produk yang dapat ditelusuri serta rendah emisi.

“Kami membuktikan bahwa aksi iklim di bidang agrikultur mungkin dilakukan,” jelas Hary Kurniawan, Head of Carbon and Renewables GAR. “Namun, untuk melangkah lebih jauh, kami membutuhkan lebih banyak pihak untuk turut melangkah bersama.”

6. Meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di seluruh operasi kami

Produksi minyak sawit menghasilkan sejumlah besar residu biomassa. Alih-alih membiarkannya terbuang percuma, kami terus mencari cara untuk mengubah residu tersebut menjadi energi.

Pada tahun 2025, 54% dari total penggunaan energi kami berasal dari sumber terbarukan. Di seluruh operasi hulu kami, 93% energi terbarukan berasal dari residu biomassa pabrik rafinasi, termasuk serabut dan cangkang kelapa sawit.

Kami mengembangkan transisi pabrik rafinasi Tarjun pada tahun 2022 dari pembangkit listrik tenaga uap (batu bara) ke bahan bakar biomassa dengan mengoperasikan mesin pelet (pelletiser) baru yang mengubah bungkil inti sawit menjadi bentuk pelet. Inisiatif ini membantu meningkatkan penanganan bahan bakar serta efisiensi pembakaran.

Kami juga memasang panel surya di pabrik rafinasi Marunda. Saat ini juga sedang disusun rencana untuk memperluas kapasitas energi surya di seluruh pabrik rafinasi kami secara bertahap. Pada saat yang sama, Perusahaan mulai membangun ketel uap biomassa (steam biomass boiler) yang akan semakin meningkatkan dukungan energi terbarukan dalam pasokan energi termal kami.

Pada tahun 2025, kami juga menambah tiga fasilitas baru penangkapan metana, sehingga totalnya menjadi 11 fasilitas di seluruh wilayah operasional kami.

7. Membantu masyarakat tumbuh melalui Bright Future Initiative

Masyarakat yang kuat merupakan fondasi bagi bisnis yang lebih kuat dan tangguh. Mereka juga menjadi bagian penting dari keberlangsungan operasional kami melalui perizinan sosial untuk beroperasi.

Pada tahun 2025, Bright Future Initiative kami telah mendukung 163 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memberdayakan 3.164 pemuda di 182 desa, menempatkan kami di jalur yang tepat untuk mencapai target Collective for Impact dalam mendukung 500 usaha berbasis masyarakat serta 20.000 pemuda di tahun 2030.

Di berbagai wilayah, program ini memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, pendampingan, akses pasar, dan dukungan pengembangan usaha. Inisiatifnya beragam, mulai dari usaha makanan dan kerajinan lokal hingga pengelolaan sampah dan usaha yang diprakarsai masyarakat.

Saat udara sore mulai sejuk, alat tenun kayu mulai berderak.

Di Desa Dendang, Bangka Barat, menenun adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Sekitar 500 hingga 600 perempuan terus menganyam keranjang dan kerajinan tangan dari daun resam dan nipah dengan teknik yang diwariskan turun-temurun. Banyak yang menganyam bersama sambil mengobrol dengan tetangga atau menonton televisi. Namun, terlepas dari tradisinya yang kuat, banyak penganyam menghadapi tantangan seperti variasi produk yang terbatas, akses pasar yang minim, dan kesenjangan dalam kecakapan dasar berbisnis.

Melalui program Srikandi di bawah Bright Future Initiative, banyak dari perempuan tersebut menerima dukungan dalam pengembangan produk, pelatihan, dan akses pasar. Kini, beberapa produk anyaman mereka telah menjangkau pelanggan di luar desa, termasuk Bali.

Apa yang dulunya terutama adalah tradisi lokal kini membantu menciptakan peluang penghasilan baru bagi para perempuan dan keluarga mereka.

Baca bagaimana perempuan pedesaan mengubah tradisi menjadi mata pencaharian berkelanjutan

8. Memperkuat uji tuntas hak asasi manusia di seluruh rantai pasok

Semakin luas rantai pasok, semakin besar tantangan untuk mengidentifikasi masalah sejak dini.

Pada tahun 2025, kami melakukan asesmen terhadap 81 pabrik pihak ketiga mengenai penerapan hak asasi manusia dengan menggunakan aplikasi SMART ACT kami, sebuah perangkat digital yang dikembangkan untuk memperkuat proses uji tuntas di seluruh rantai pasok.

Aplikasi tersebut membantu mempercepat pengumpulan informasi sekaligus memberi kami gambaran lebih jelas mengenai kemungkinan pemasok memerlukan dukungan lebih besar pada beberapa bidang, misalnya praktik ketenagakerjaan, kondisi kerja, serta persyaratan pengadaan yang bertanggung jawab.

Meskipun perangkat seperti SMART ACT membantu meningkatkan visibilitas terhadap berbagai resiko, efektivitas penerapannya tetap tergantung pada orang-orang di lapangan yang bekerja langsung bersama pemasok dan memahami tantangan yang mereka hadapi.

Ikuti keseharian Gladys Benedicta, Human Rights Officer kami:

9. Semakin banyak perempuan mengambil peran kepemimpinan di seluruh bisnis Perusahaan

Pada tahun 2015, 21% peran manajerial di seluruh GAR dipegang oleh perempuan.

Bagi banyak orang, perjalanan ini berarti masuk ke dalam peran yang secara tradisional didominasi laki-laki. Di seluruh gudang, kebun, laboratorium, serta lokasi operasional, perempuan memimpin tim, memecahkan masalah, dan membantu menjaga elemen kompleks bisnis Perusahaan tetap berjalan setiap hari.

“Kemampuan adalah kemampuan,” ujar Indahwati, Head of Logistics Operations, Surabaya, Indonesia. “Kalau Anda sanggup melakukan pekerjaan itu, silakan maju ke depan.”

21% perempuan memegang peran manajerial

Keberagaman perspektif terus memperkaya cara kami bekerja, memecahkan masalah, dan bertumbuh sebagai bisnis.

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut? Simak Sustainability Report 2025 kami di sini.

fb linkedin mail