Banyak orang mengira inovasi selalu identik dengan teknologi futuristik atau laboratorium berkilau. Namun, di Sinar Mas Agribusiness and Food, inovasi bisa terlihat jauh lebih sederhana.
Terkadang, ada ilmuwan yang berlutut di atas tanah untuk memeriksa kesehatan tanaman. Atau ahli bioteknologi yang menggarap kultur jaringan kelapa sawit untuk menciptakan bahan tanam unggul. Atau ahli teknologi pangan yang bekerja di dapur uji untuk membuat isian krim bebas lemak trans atau margarin vegan.
Bagi Perusahaan, inovasi adalah cara kami menjawab tantangan di dunia nyata, setiap hari. Inovasi hadir di kebun, laboratorium, dan pabrik kelapa sawit (PKS) – membentuk bagaimana kami membuat kelapa sawit lebih produktif, lebih tahan banting, dan lebih bermanfaat bagi kehidupan.
Di tiga pusat sains Perusahaan – SMART Research Institute (SMARTRI), SMART Biotechnology Centre, dan Marunda R&D Centre – ratusan peneliti, ilmuwan, dan pakar teknologi bekerja sama dan menjadi tulang punggung dalam perjalanan inovasi ini. Bersama-sama, mereka mengubah sains menjadi solusi nyata yang meningkatkan produktivitas panen, melindungi ekosistem, serta menyediakan produk yang lebih aman dan lebih sehat bagi pelanggan dari seluruh dunia.
Sains dengan tujuan: Mengapa inovasi penting di sektor sawit

Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati paling produktif di dunia, yang mampu menghasilkan lebih banyak minyak nabati per hektar dibanding tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Namun, di balik produktivitas tersebut, tersimpan tanggung jawab besar.
Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati paling produktif di dunia, yang mampu menghasilkan lebih banyak minyak nabati per hektar dibanding tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Namun, di balik produktivitas tersebut, tersimpan tanggung jawab besar.
Dewasa ini kelapa sawit menghadapi tekanan yang semakin besar – dari perubahan iklim yang mengancam stabilitas tanaman dan sumber daya air hingga pengetatan regulasi global seputar kemamputelusuran, emisi, dan deforestasi. Pada saat yang sama, konsumen menuntut produk yang lebih sehat, lebih berkelanjutan, dan diadakan secara beretika, sehingga mendorong industri sawit untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
Kami melakukan pendekatan yang jelas terhadap tantangan ini: sains harus menjadi pemegang kendali.
Dengan berinvestasi pada Penelitian & Pengembangan (Litbang/R&D), Perusahaan berfokus pada empat tujuan yang saling terkait:

Meningkatkan produktivitas dan hasil panen, dengan pemanfaatan setiap hektar lahan secara maksimal tanpa membuka lahan baru

Memperkuat ketahanan tanaman, agar lebih tangguh terhadap hama, penyakit, dan gangguan iklim

Meningkatkan kualitas dan keamanan, agar sesuai dengan standar internasional dan kebutuhan konsumen

Mendorong keberlanjutan dalam skala besar, dengan mengurangi emisi, melindungi keanekaragaman hayati, dan meningkatkan efisiensi sumber daya di seluruh rantai operasional
SMART Research Institute: Berbasis lapangan, berfokus pada petani

Saat berjalan melewati perkebunan kelapa sawit, Anda mungkin hanya melihat barisan pepohonan. Tetapi, bagi Jean Pierre Caliman (Head of SMART Research Institute [SMARTRI] Division), tempat itu adalah ruang penelitian yang hidup dan bernapas. “Perkebunan adalah ladang sekaligus juga laboratorium,” jelasnya. “Setiap kebun membuka peluang bagi kita untuk belajar, berkembang, dan berinovasi.”
SMARTRI yang berlokasi di Libo, Riau telah menjadi yang terdepan dalam penelitian agronomi Perusahaan sejak tahun 1996. Didukung lebih dari 100 peneliti, SMARTRI telah menghasilkan sejumlah terobosan agronomi paling penting dari Perusahaan, yang membantu meningkatkan produktivitas, memperkuat keberlanjutan, dan mengukuhkan dukungan bagi petani kelapa sawit.
Berikut sejumlah tonggak pencapaian utamanya:

Program pemuliaan SMARTRI menghasilkan benih dan klon kelapa sawit unggul yang tahan penyakit dan toleran terhadap kekeringan, yang mampu menghasilkan lebih dari 10 ton Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO) per hektar per tahun – jauh melebihi rata-rata industri sawit.

Dengan menggalakkan pemanfaatan predator alami, seperti burung hantu dan serangga pembunuh, SMARTRI membantu meminimalkan penggunaan pestisida kimia sehingga dapat melindungi tanaman dan keanekaragaman hayati setempat.

Sejak tahun 2011, lembaga ini telah mengukur emisi CO₂, N₂O, dan amonia dari perkebunan sekaligus menguji praktik pemupukan baru guna memangkas emisi gas tersebut.

Melalui kemitraan dengan berbagai lembaga dan universitas internasional, SMARTRI berkontribusi dalam memahami jasa ekosistem di perkebunan kami, sekaligus mengelola lapisan tumbuhan bawah (understory), melindungi zona sempadan sungai (riparian), dan memulihkan ekosistem yang terdegradasi.
Bagi Jean Pierre, misinya jelas: “Penelitian kami bukan soal menghasilkan pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri. Kami menerjemahkan sains menjadi solusi praktis – yang dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, menjaga ekosistem, serta memajukan ketahanan jangka panjang sektor kelapa sawit.”
SMART Biotechnology Centre: Membiakkan tanaman masa depan

Sementara SMARTRI berfokus pada peningkatan teknik bertani di lapangan, SMART Biotechnology Centre di Sentul, Bogor berfokus pada inti genetik tanaman. Di sini, para ilmuwan bekerja di tingkat seluler dan molekuler untuk membiakkan benih kelapa sawit yang lebih tangguh, lebih produktif, dan lebih mampu beradaptasi dengan tantangan agrikultur modern.
“Pekerjaan kami dimulai bahkan sebelum benih ditanam di dalam tanah,” kata Condro Utomo, Head of Biotechnology Department Perusahaan. “Di sini kami mengeksplorasi apa yang ada di dalam tanaman – gennya, sifatnya – sehingga kami dapat menyediakan bahan tanam yang kinerjanya lebih baik, sedari awal.”
Pusat riset ini terus memantapkan reputasinya sebagai pelopor bioteknologi regional melalui:

Dalam satu dekade ini, SMART Biotechnology Centre terus membangun kemampuannya dengan:
- 2007: Meluncurkan program kultur jaringan yang berfokus pada peningkatan produktivitas kelapa sawit.
- 2012: Mengembangkan chip micro-array kelapa sawit pertama.
- 2014-2017: Menerapkan perangkat genomik canggih – termasuk Suppression Hybridisation (SSH), Mass Array Genotyping, dan Genome-Wide Association Studies (GWAS) – untuk mempercepat pemuliaan varietas kelapa sawit yang lebih kuat dan lebih tangguh.
- 2015: Bekerja sama dengan SMARTRI, merilis varietas kelapa sawit baru dengan ketahanan tingkat menengah terhadap Ganoderma, sehingga membantu mengurangi dampak buruk penyakit yang disebabkan jamur.
- 2017: Mengembangkan varietas Eka 1 dan Eka 2 lebih lanjut melalui kultur jaringan, menghasilkan bahan tanam klon yang menjadi klon kelapa sawit pertama yang terdaftar resmi di Indonesia.
- 2021: Memverifikasi sekumpulan penanda genetik yang toleran pada kekeringan, sehingga membantu pemuliaan varietas yang lebih tahan iklim.

Selain genetika, pusat ini telah berinovasi dalam aspek input agrikultur yang ramah lingkungan guna mendukung praktik yang lebih berkelanjutan melalui solusi berbasis alam dengan:
- 2011: Mendaftarkan RHINOMAS®, feromon untuk kumbang badak Oryctes.
- 2013: Mendaftarkan trichomas® (fungisida alami) dan mycormas® (pupuk alami).
- 2017-2021: Memperoleh izin distribusi publik untuk solusi berbasis alam ini, sehingga ketersediaannya bagi petani di seluruh Indonesia semakin luas.
“Yang membedakan bioteknologi adalah kami bekerja dengan bahan dasar dari tanaman itu sendiri. Kami tidak hanya meningkatkan yang sudah ada, tetapi juga membuka kemungkinan yang sama sekali baru untuk masa depan kelapa sawit,” lanjut Condro.
Beliau juga menambahkan, “Bagi saya, bagian paling memuaskan adalah melihat bagaimana peralatan molekuler yang canggih, seperti penanda genetik, pemetaan genom, dan kultur jaringan, dapat mengubah pemuliaan dari proses yang dilakukan secara coba-coba menjadi berbasis keilmuan yang tepat dan terarah. Artinya, kami dapat menyediakan bahan tanam yang lebih kuat dan lebih adaptif di lapangan, dengan lebih cepat dan tingkat keyakinan lebih tinggi.”
Marunda R&D Centre: Inovasi dari laboratorium ke etalase konsumen

Di laboratorium yang hiruk-pikuk di Marunda R&D Centre, Jakarta, Isti Christianti beserta tim beliau menghadapi dan mengatasi tantangan yang tidak pernah terbayangkan oleh sebagian besar konsumen.
Bagaimana Anda membuat isian krim bebas lemak trans yang tetap memberikan sensasi rasa yang sama lezat dan nikmatnya di mulut?
Bagaimana Anda menyeimbangkan masa simpan dan stabilitas tanpa menambahkan bahan yang tidak perlu?
Dan bagaimana Anda mengembangkan alternatif lemak nabati yang memenuhi tuntutan kinerja serta label ramah lingkungan?
“Banyak hal yang harus dilakukan, bahkan untuk produk paling sederhana sekalipun,” ungkap Isti Christianti, R&D Category Sub Division Head kami. “Perusahaan menjaga keseimbangan antara aspek kesehatan, rasa, tekstur, stabilitas, dan keberlanjutan – semuanya pada saat yang bersamaan. Dan itulah yang membuat pekerjaan ini menarik.”
Di Marunda, inovasi menjembatani keahlian sektor hulu dengan solusi di sektor hilir. Di sinilah minyak kelapa sawit Perusahaan yang diadakan secara bertanggung jawab diubah menjadi produk yang mampu memenuhi permintaan pelanggan yang terus berkembang di seluruh dunia. Entah itu lemak spesialti untuk kue & roti, alternatif susu, atau formulasi ramah lingkungan, peran pusat litbang ini adalah memastikan bahwa apa yang dihasilkan Perusahaan berkinerja tinggi, mampu ditelusuri, dan dapat memenuhi kebutuhan pasar saat ini.
Marunda R&D Centre telah berkembang menjadi pusat inovasi pangan terkemuka, yang menghasilkan terobosan yang menentukan kualitas produk dari laboratorium hingga etalase melalui:

R&D Marunda telah mendorong batasan inovasi pangan, dengan mengembangkan solusi berbasis sawit yang lebih sehat dan lebih serbaguna tanpa mengorbankan kinerja atau rasa melalui:
- 2017-2020: Keberhasilan mereformulasi semua produk untuk menghilangkan kandungan asam lemak trans, sehingga selaras dengan peraturan kesehatan dan keselamatan global tanpa mengorbankan rasa atau fungsinya.
- 2018-2024: Mengembangkan berbagai pengganti lemak susu dan inovasi bebas susu, dengan menawarkan solusi bagi konsumen yang sadar kesehatan dan yang kurang toleran terhadap laktosa.

Di luar formulasi produk, Marunda telah memantapkan diri sebagai yang terdepan dalam pengujian lemak dan minyak, melalui pencapaian tonggak yang menetapkan tolok ukur baru bagi industri ini dengan:
- 2015: Menjadi laboratorium lemak dan minyak pertama yang terakreditasi ISO 17025 di Indonesia.
- 2018: Meraih akreditasi untuk lebih dari 30 parameter pengujian, termasuk menjadi lab pertama di Indonesia yang menguji 3-MCPD, 2-MCPD, dan GE – kontaminan yang menjadi perhatian global dalam minyak nabati.
- 2019-2021: Menerbitkan studi yang diakui internasional tentang stabilitas fortifikasi Vitamin A dan masa simpan lemak dan minyak.
- 2024: Menjadi organisasi pertama di Indonesia yang memperoleh akreditasi KAN untuk uji kontaminan MOSH dan MOAH dalam sektor minyak kelapa sawit

R&D Marunda memiliki ekosistem inovasi lengkap yang dirancang untuk mengubah wawasan ilmiah menjadi produk yang berfungsi di dunia nyata dengan dibekali:
- Dapur konsep lengkap yang didukung bagian kue & roti serta rasa gurih untuk menilai aplikasi produk.
- Fasilitas komplet untuk pengaplikasian pengganti cokelat dan susu dengan skala industri.
- Praktik evaluasi sensorik untuk menyempurnakan rasa, tekstur, dan tampilan.
- Desain kemasan berkelanjutan guna memaksimalkan efisiensi pengangkutan, sehingga mengurangi penggunaan energi dan menurunkan emisi karbon di seluruh rantai pasok.
“Di Marunda, inovasi adalah tentang menjadikan sains sebagai hal yang praktis. Tidak berhenti dengan sesuatu yang sukses di laboratorium – inovasi juga harus berhasil untuk memberikan manfaat bagi orang-orang, dalam produk yang konkret,” tegas Isti.
Bagi Isti, itulah penghargaan yang sebenarnya: “Setiap perbaikan yang kami lakukan menghasilkan pilihan yang lebih baik dan lebih sehat. Itulah yang membuat kami terus melangkah maju.”
Uraian ini baru sejumlah cara yang ditempuh Perusahaan untuk mendorong inovasi guna menciptakan solusi berbasis sawit yang lebih cerdas dan lebih bertanggung jawab, yang semuanya mendukung perjalanan kami untuk bertumbuh dengan tujuan. Pelajari lebih lanjut di tautan ini.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang