menu bar
close-grey

Membangun masa depan pangan: Bagaimana Perusahaan mendorong inovasi dan keberlanjutan di Timur Tengah

Posted: May 14, 2025 5 minute read SMART 1 Likes

Kawasan Timur Tengah sedang mengalami revolusi pangan. Dari yang dulunya sangat tergantung impor, kini kawasan itu muncul sebagai pusat pangan global yang dinamis, didorong oleh meningkatnya pendapatan, berubahnya kebiasaan konsumen, dan fokus baru pada ketahanan pangan. Seiring meningkatnya permintaan terhadap solusi pangan berkelanjutan dan berkualitas tinggi, berbagai bisnis makin menggalakkan upaya inovasi mereka – dan kami menjadi salah satu yang terdepan dengan menciptakan solusi praktis jangka panjang bersama para mitra lokal.

Sejak membuka kantornya di Dubai pada tahun 2024, Perusahaan terus memperkuat eksistensinya di Timur Tengah dan Afrika dengan membawa keahlian yang didapat dari pengalaman puluhan tahun dalam inovasi pangan, keberlanjutan, dan lemak spesialti ke pasar yang sedang berkembang pesat ini.

Untuk mempelajari lebih lanjut visi dan peran Perusahaan dalam membangun masa depan pangan di kawasan ini, kami berbincang dengan Imran Nasrullah, Managing Director kami untuk Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan (Africa, Middle East, and South Asia/AMESA).

GAR’s food innovation and sustainability
Imran Nasrullah (baris depan, kedua dari kiri), Managing Director AMESA, bersama koleganya saat memamerkan inovasi dan keberlanjutan pangan Perusahaan di Timur Tengah.

T: Mengapa Perusahaan memutuskan untuk mendirikan kantor di Dubai?

Our downstream capabilities
Kapasitas hilir Perusahaan memungkinkan kami memberikan solusi pangan berkualitas tinggi dan konsisten kepada pelanggan di seluruh Timur Tengah dan Afrika.

Imran:

Timur Tengah dan Afrika merupakan pasar utama bagi kami, tetapi kehadiran Perusahaan di kawasan ini dahulu masih kurang representatif. Kendati sudah hadir di Pakistan sejak tahun 2013, kami membutuhkan pijakan yang lebih kuat untuk melayani pelanggan dengan lebih baik, memantau tren yang muncul, dan lebih berpartisipasi aktif dalam diskusi ketahanan pangan.

Sebagai pusat perdagangan dan bisnis utama, Dubai merupakan pintu gerbang ideal ke wilayah tersebut. Di sanalah para pelaku industri utama berkumpul, menjadikannya lokasi sempurna untuk ekspansi kami. Dengan kantor di sini, kami akan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan lokal, dan menjalin kemitraan strategis yang akan mendorong pertumbuhan kawasan terkait.

T: Apa yang menjadikan Timur Tengah sebagai pasar pertumbuhan utama bagi Perusahaan?

Imran:

Kawasan ini tengah mengalami pergeseran demografi yang signifikan – pertumbuhan populasi, peningkatan pendapatan, dan perubahan preferensi makanan. Semua faktor tersebut berkontribusi pada meningkatnya permintaan terhadap produk makanan yang inovatif dan berkualitas tinggi. Sebagai contoh, populasi Arab Saudi tumbuh pesat sementara populasi Uni Emirat Arab (UEA) diperkirakan akan naik dua kali lipat dalam waktu dekat. Hal ini mendorong timbulnya kebutuhan lebih besar terhadap solusi pangan yang melayani basis konsumen yang makin beragam dan sadar kesehatan.

Selain itu, ketahanan pangan kini menjadi fokus yang makin mendesak. Banyak negara Timur Tengah sangat bergantung pada impor pangan, sehingga rantai pasok yang andal dan berkelanjutan menjadi lebih penting dari sebelumnya. Sebagai pemimpin sektor agrobisnis, Perusahaan menempati posisi unik untuk membantu memenuhi tujuan ketahanan pangan di kawasan ini dengan solusi berbasis kelapa sawit yang berkelanjutan dan bermutu tinggi.

T: Tren utama apa yang sedang naik di pasar Timur Tengah saat ini?

food image

Imran:

Ada beberapa tren utama yang mendorong kemajuan pasar ini: ngemil, mengontrol porsi konsumsi, dan meningkatnya permintaan akan lemak khusus. Dewasa ini, konsumen menjadi lebih sadar kesehatan dan beralih ke porsi yang lebih kecil serta pilihan makanan yang lebih sehat.

Misalnya, ada permintaan yang jelas terhadap produk rendah gula, dan tren terkait pengendalian berat badan kini memengaruhi cara orang menyikapi makanan. Alhasil, kita tengah menyaksikan inovasi di seluruh produk gula-gula, roti, dan lemak spesialti guna memenuhi kebutuhan baru ini – konsumen mencari pilihan yang lebih kecil ukurannya dan padat nutrisi.

T: Bagaimana Perusahaan mengadaptasikan inovasi produknya untuk memenuhi permintaan konsumen tersebut?

Imran:

“Untuk memahami pasar ini, Anda harus berada di sini, serta mendengarkan, beradaptasi, dan membangun hubungan yang nyata. Angin perubahan sedang berembus di Timur Tengah; orang-orang menghendaki makanan yang lebih berkualitas, lebih transparan, dan lebih kuat dalam hal ketahanan pangan. Itulah sebabnya kami hadir di Dubai, bekerja sama dengan para mitra untuk menciptakan solusi bagi komunitas di kawasan ini.”

Perusahaan menggunakan kapasitas R&D kami untuk menciptakan solusi pangan yang disesuaikan. Kami menjalin kerja sama erat dengan pelanggan untuk mengembangkan lemak khusus dengan tekstur, rasa di mulut, dan kualitas menyeluruh yang makin sempurna untuk produk-produk seperti cokelat, kue kering, dan alternatif susu.

Dengan pusat inovasi R&D global kami di Indonesia, Perusahaan dapat menguji dan menyempurnakan solusi yang secara khusus disesuaikan dengan preferensi pasar lokal. Jadi, bukan hanya menyediakan bahan mentah, kami berkolaborasi dengan produsen makanan untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen lokal.

T: Ketahanan pangan merupakan perhatian utama kawasan Timur Tengah. Bagaimana Perusahaan berkontribusi terhadap diskusi dan solusi ketahanan pangan?

Imran:

Pada tahun 2050, kebutuhan minyak sayur dalam permintaan pangan global akan bertambah 200 juta ton. Tantangannya tidak hanya memproduksi lebih banyak, tetapi juga memproduksinya secara berkelanjutan.

Perusahaan menjawab tantangan ini dengan memastikan pasokan solusi pangan berbasis kelapa sawit yang stabil dan berkelanjutan. Kami bekerja sama dengan pemerintah, bisnis, dan produsen pangan untuk menciptakan rantai pasok yang tangguh dan mampu memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat di kawasan ini, dengan tetap menjaga keberlanjutan.

T: Bagaimana Perusahaan mengedukasi pelanggan di Timur Tengah tentang keberlanjutan dan kemamputelusuran?

Imran:

Upaya edukasi sangat penting dalam memahami pentingnya kemamputelusuran dan pengadaan secara berkelanjutan, serta investasi yang diperlukan untuk mewujudkannya.

Perusahaan juga aktif bekerja sama dengan mitra, badan terkait perindustrian, dan pelanggan untuk berbagi praktik terbaik seputar pengadaan yang bertanggung jawab, produksi minyak sawit berkelanjutan, dan strategi pengurangan karbon. Hal itu merupakan pelajaran yang telah kami petik selama bertahun-tahun berkecimpung dalam industri ini. Di samping itu, kami bertujuan untuk membantu bisnis di kawasan Timur Tengah mempersiapkan diri guna menghadapi perubahan regulasi di masa mendatang, sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan mereka sendiri.

T: Apa langkah selanjutnya bagi Perusahaan di Timur Tengah? Apa peluang terbesar bagi solusi makanan berbasis kelapa sawit di kawasan ini?

Our R&D centre
Pusat R&D kami mengembangkan dan memformulasikan kembali produksi produk makanan yang sehat dan lezat, yang sesuai kebutuhan pelanggan.

Imran:

Kami melihat peluang pertumbuhan yang luar biasa, khususnya dalam memperluas bisnis lemak khusus dan mengembangkan formulasi baru produk makanan, khususnya untuk pasar Arab. Kami juga berinvestasi pada R&D dan laboratorium teknologi pangan lokal guna mendorong inovasi yang disesuaikan dengan selera dan kebutuhan regional.

Namun demikian, kami mengambil pendekatan jangka panjang. Perusahaan telah memiliki keberadaan sejak lama, dan kami tahu bahwa pertumbuhan berkelanjutan tidak terjadi dalam sekejap. Pertumbuhan tersebut memerlukan kemitraan yang tepat, kondisi yang tepat, dan komitmen untuk mencapai kesuksesan bersama.

Walau memang penting, pertumbuhan finansial hanyalah salah satu aspek keberhasilan. Kesuksesan sejati bersumber dari kemitraan yang terbangun dengan kuat, menjadi bagian dari percakapan utama tentang ketahanan pangan, dan mengembangkan solusi yang memenuhi kebutuhan kawasan. Saat diajak untuk membantu menyiapkan masa depan pangan di Timur Tengah, saat itulah kami tahu bahwa Perusahaan memberikan dampak yang nyata.

Imran Nasrullah

Tentang Imran:

Imran Nasrullah adalah Managing Director Perusahaan untuk wilayah Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan (Africa, Middle East, and South Asia/AMESA). Dengan pengalaman hamper satu dekade bekerja di Indonesia, Imran memiliki pemahaman mendalam tentang sektor sawit nasional. Saat ini, ia fokus memperkuat kehadiran Perusahaan di kawasan tersebut melalui kemitraan strategis dan pengembangan peluang baru di sektor pertanian dan pangan.

Temukan bagaimana rantai nilai Perusahaan yang terintegrasi penuh memberikan efisiensi dan keahlian di setiap tahapannya – hingga mendorong dampak dalam skala global. Jelajahi keberadaan kami di seluruh dunia di tautan ini.

fb linkedin mail