
Dewasa ini, semakin banyak konsumen yang mencari bahan-bahan berkelanjutan dan alami dalam produk yang mereka gunakan sehari-hari.
Kami bertekad untuk mencari solusi yang dapat memenuhi kedua kriteria berikut, yaitu baik bagi manusia dan juga baik bagi planet kita. Dalam wawancara ini, CEO of Oleochemicals GAR Kung Chee Wan berbagi tentang bagaimana produk oleokimia Perusahaan menjadi pelopor solusi berkelanjutan.
T: Bagaimana iklim pasar oleokimia saat ini?
Kung: Pasar oleokimia mengalami sedikit koreksi pada tahun 2023, dengan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) turun setelah mencatat rekor tertinggi pada tahun 2022. Kendati hal itu memengaruhi pendapatan kami, permintaan oleokimia tetap kuat. Perusahaan mencatat meningkatnya volume penjualan sepanjang tahun lalu, dan tren itu berlanjut hingga kuartal pertama 2024. Bisnis downstream, di mana CPO diolah menjadi oleokimia, bahan bakar nabati, dan produk konsumen, menyumbang 51 persen terhadap pendapatan Perusahaan1. Hal itu menunjukkan bahwa makin banyak orang yang mencari opsi berkelanjutan, dan oleokimia menjadi pilihan tepat.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, kami terus mencari cara untuk mengembangkan bisnis. Pada bisnis Upstream, Perusahaan menggunakan benih Dami Mas yang unggul dan berproduktivitas tinggi untuk meningkatkan produksi di perkebunan yang sudah ada.
Di sektor Downstream, kami berupaya menghilangkan hambatan, memperluas kapasitas produksi, dan bahkan berupaya menciptakan produk baru untuk memperkuat portofolio produk Perusahaan.
Hal tersebut dilakukan berbarengan dengan upaya memperluas basis pelanggan kami di seluruh dunia, yaitu Eropa, AS, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
T: Menurut Anda, apakah ada peningkatan penggunaan oleokimia minyak sawit karena tren konsumen, regulasi, dan transisi energi (dari bahan bakar fosil)?
Kung: Ya, memang ada perubahan nyata, terutama pada generasi muda yang mencari pilihan lebih ramah lingkungan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Misalnya, sabun, detergen, dan produk kecantikan – banyak di antaranya yang sudah tidak lagi menggunakan bahan kimia dari bahan bakar fosil dan beralih ke oleokimia nabati. Hal itu lebih baik untuk lingkungan dan efektivitasnya tetap sama.
Tren tersebut tidak hanya terjadi pada produk perawatan diri. Perusahaan-perusahaan di industri seperti farmasi, plastik, dan bahkan pakan ternak juga terus mencari cara untuk menurunkan emisi. Akibatnya, alternatif berbasis tanaman seperti oleokimia menjadi bagian dari solusinya.
Minyak sawit merupakan tanaman yang sangat efisien untuk memproduksi oleokimia tersebut. Dibanding pilihan lain seperti kedelai atau bunga matahari, minyak sawit menghasilkan lebih banyak minyak per hektar lahan. Mengingat penggunaan lahan untuk pertanian dan kehutanan menyumbang sekitar seperlima emisi gas rumah kaca, memilih kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak emisi dari produksi oleokimia, tanpa mengorbankan kualitas atau memerlukan reformulasi besar-besaran.
“Memilih kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak emisi dari produksi oleokimia, tanpa mengorbankan kualitas atau memerlukan reformulasi besar-besaran.”

Kemamputelusuran merupakan persyaratan lain yang semakin banyak berlaku di pasar global saat ini. Regulasi baru seperti Peraturan Bebas Deforestasi Uni Eropa atau EU Deforestation Regulation (EUDR) mulai berlaku, dan walau beberapa pihak mungkin melihatnya sebagai hambatan, kami memandangnya sebagai peluang. Kami telah mengerahkan banyak upaya untuk kemamputelusuran dan pengadaan yang berkelanjutan selama bertahun-tahun, dan pengalaman tersebut membuat Perusahaan berada beberapa langkah di depan. Tidak berhenti di situ, kami bahkan memetakan seluruh rantai pasok global Perusahaan, tidak hanya untuk kelapa sawit, tetapi juga untuk produk lain, seperti gula dan kedelai.
Kelapa sawit merupakan tanaman serbaguna, dan oleokimia hanya salah satu dari sekian banyak kegunaannya. Namun, kemungkinannya tidak berhenti sampai di situ – bidang pangan dan gizi merupakan bidang menarik lain tempat kami melakukan banyak penelitian dan pengembangan untuk memasarkan produk-produk baru berbasis sawit.
T: Apa saja contoh inisiatif ESG yang Perusahaan lakukan di Indonesia?
Kung: Perubahan iklim merupakan isu besar bagi semua orang, dan hal itu tentu sangat berdampak bagi kami yang menggeluti bisnis ini. Itulah sebabnya Perusahaan menetapkan tujuan ambisius untuk mengurangi jejak lingkungan. Kami menargetkan nol bersih untuk emisi gas rumah kaca pada tahun 2050. Kami juga telah menandatangani Peta Jalan Sektor Pertanian menuju 1,5°C, di mana kami berkomitmen pada peran Perusahaan dalam pengendalian pemanasan global. Kami juga menerapkan prinsip-prinsip standar industri Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi (No Deforestation, No Peat, and No Exploitation/NDPE) dalam operasional Perusahaan.
Keberlanjutan dan bekerja sama dengan masyarakat merupakan bagian dari DNA kami. Hal itu terlihat jelas dalam bisnis Upstream, di mana kami bekerja sama dengan petani sawit dan masyarakat lokal di dalam dan di sekitar area operasional Perusahaan di Indonesia. Di sisi lain, Program Sawit Terampil memberikan pelatihan praktik pertanian berkelanjutan kepada para petani tersebut dan membantu mereka memperoleh sertifikasi. Baru-baru ini, 270 petani menerima sertifikasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebuah standar global yang memastikan bahwa minyak sawit yang disertifikasi telah diproduksi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Visi jangka panjang Perusahaan adalah memberi pelatihan kepada lebih dari 100.000 petani untuk melaksanakan pertanian berkelanjutan pada tahun 2035.
Diadaptasi dari wawancara yang dilakukan Global Business Reports untuk laporan Southeast Asia Chemicals 2024. Diterbitkan ulang dengan izin.
—–
Temukan oleokimia berbasis kelapa sawit yang ideal untuk kebutuhan industri Anda. Klik di sini untuk info lebih lanjut dan membuat pilihan yang tepat sesuai kebutuhan Anda.
Telusuri portofolio lengkap oleokimia turunan kelapa sawit dari kami yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan setiap pelanggan di tautan ini.
—–
1 Khususnya Pendapatan Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortisation/EBITDA)
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang
