Di beberapa desa, sosok beliau dikenal tak lebih sebagai “Pak Irpan”. Bukan sebagai bos ataupun pakar, melainkan figur akrab yang mendengarkan, datang kembali, dan setia mendampingi sampai tuntas.
Sebagai Head of Community Economic Empowerment di Sinar Mas Agribusiness and Food, Irpan Kadir tidak hanya menghadirkan dampak dalam wacana, namun juga mewujudkannya. Melalui kepemimpinan beliau, Bright Future Initiative Perusahaan telah menciptakan perbedaan nyata di tahun 2024 melalui dukungan yang diberikan pada lebih dari 100 usaha kecil dan lebih dari 180 proyek komunitas di seluruh Indonesia.

Akan tetapi, bagi Irpan, angka bukanlah penggerak utama pekerjaan beliau. Manusialah yang menjadi motor penggeraknya.
“Hadiah terbesar bagi saya adalah melihat masyarakat bisa mandiri, berdiri di atas kaki sendiri. Saat mereka tidak lagi membutuhkan kita, saat itulah kita telah melakukan pekerjaan kita dengan benar,” tutur beliau.
Dari dukungan terhadap pelaku budidaya perikanan hingga membimbing wirausaha muda, Irpan membantu mengubah ide menjadi mata pencaharian berkelanjutan. Pendekatan beliau memadukan strategi dengan empati yang didasarkan pada keyakinan sederhana, tetapi mengakar kuat: masyarakat pedesaan tidak membutuhkan amal; mereka memerlukan dukungan kemitraan.
T: Apa yang mendorong Anda untuk terjun ke dunia pemberdayaan masyarakat?
Irpan: Sebelum bergabung dengan Perusahaan, saya menghabiskan lebih dari 15 tahun sebagai konsultan pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2017, saya bergabung dengan Perusahaan untuk mendukung keterlibatan peran pemasok. Saat itu, bidang ini benar-benar dunia baru bagi saya. Kemudian, pada tahun 2020, tepat ketika pandemi melanda, saya diminta untuk memimpin departemen Community Economic Empowerment. Dan itu masa-masa yang sulit. Pembatasan perjalanan membuat upaya pelibatan peran masyarakat menemui banyak kendala. Namun, hal tersebut juga mendorong kami untuk berpikir lebih kreatif dan berfokus pada hal-hal yang benar-benar penting.
Yang mendorong saya sederhana saja: Saya telah bertemu dengan begitu banyak komunitas, terutama dari kawasan pedesaan di Indonesia, yang bergulat dengan terbatasnya peluang dalam pembangunan ekonomi dan manusia. Perusahaan memberi saya platform untuk mendukung masyarakat-masyarakat itu dengan cara yang berkelanjutan, praktis, dan berjangka panjang.
T: Prestasi apa yang paling Anda banggakan dari pencapaian tahun lalu?

Irpan: Pada tahun 2024, yang paling membanggakan bagi saya bukan hanya jumlah komunitas yang telah menerima dukungan – yang mencakup 184 inisiatif dan lebih dari 100 UMKM – melainkan juga melihat banyak dari mereka yang mulai membangun ekosistem lokal menyeluruh. Ekosistem ini mendukung seluruh rantai bisnis, mulai dari pengadaan bahan baku hingga akses pasar.
Sebagai contoh, di Kalimantan, kami membantu membangun sistem akuakultur yang inklusif. Di Ketapang, kami memperkenalkan pertanian ekologi terpadu. Program-program ini dirancang untuk memperkuat seluruh rantai nilai, mulai dari input produksi hingga akses pasar. Ketika masyarakat memegang kendali atas sumber daya mereka, dampaknya tidak hanya memiliki makna, tetapi juga berkelanjutan.
T: Adakah momen tertentu yang membekas di ingatan?
Irpan: Kisah-kisah yang membekas di ingatan saya selalu terkait dengan orang-orang, terutama mereka yang menjadi apa yang kami sebut sebagai pejuang lokal.
Mereka ini adalah para peserta program yang menerapkan apa yang telah dipelajari, menjalankannya, dan melanjutkan proyek secara mandiri. Sebagian bahkan memberi pelatihan kepada orang lain. Saat itulah kami tahu pekerjaan kami telah terlaksana dengan baik. Rasanya pahit sekaligus manis, karena meninggalkan apa yang kita rintis itu selalu sulit. Tetapi, melihat mereka berkembang secara mandiri? Itu tujuan utamanya.
Kisah pejuang lokal: Dari guru menjadi peternak ayam

Azulhi memulai proyek peternakan telur kecil-kecilan (dalam program yang dikenal sebagai program ayam petelur) di Nanga Suhaid, Indonesia, dengan 250 ekor ayam dan sebuah impian besar. Namun, seiring berkembangnya bisnis, beliau merasa kewalahan untuk mengelolanya sendiri – hingga beliau akhirnya mengajak Faisal, seorang guru SMA setempat, untuk bergabung.
Berbekal pengalaman di bidang peternakan ayam pedaging dan gelar di bidang pendidikan, Faisal berhasil membangun struktur dalam operasional peternakan tersebut. Beliau menyempurnakan sistem teknis, menerapkan metode pencatatan yang lebih baik, dan membantu mengubah usaha ini menjadi bisnis yang dijalankan kelompok peternak secara berkelanjutan.
Kini, beliau membimbing anak muda lainnya untuk turut berpartisipasi. Inilah jenis kepemimpinan lokal yang mengubah proyek-proyek kecil menjadi perubahan berkelanjutan.
T: Perusahaan sering berbicara tentang ‘mencapai hasil yang baik sekaligus berbuat baik’. Bagaimana menurut Anda?

Irpan: Bagi saya, hal itu adalah soal memastikan kesuksesan bisnis kita menghasilkan nilai nyata bagi masyarakat sekitar. Perusahaan tidak beroperasi di ruang hampa. Aktivitas kita memiliki jejak, baik sosial maupun lingkungan. Dan kita bertanggung jawab untuk mengelola jejak tersebut dengan hati-hati.
Semakin baik kinerja kita, semakin banyak yang dapat kita berikan kembali kepada masyarakat – baik melalui program pendidikan, pelestarian lingkungan, maupun membantu agar perekonomian lokal terus berkembang. Ini adalah siklus yang terus berputar, jika kita melakukannya dengan benar.
T: Bagaimana Anda menjaga keseimbangan antara tujuan bisnis dan kebutuhan masyarakat?
Irpan: Hal tersebut berawal dengan kesadaran bahwa keduanya tidak mesti bertentangan. Ketika masyarakat berkembang, bisnis pun ikut berkembang. Program kami dirancang untuk mengurangi risiko dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat sekitar. Hal ini membantu Perusahaan beroperasi lebih lancar dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Misalnya, dengan membantu masyarakat membangun ekosistem ekonomi mereka sendiri, kami dapat mengurangi ketergantungan dan menghindari ketegangan yang bisa muncul ketika masyarakat merasa tersisih dari laju pertumbuhan. Jadi, kami tidak hanya memberikan sesuatu kembali ke masyarakat, tetapi juga berinvestasi pada stabilitas, kepercayaan, dan juga izin sosial dalam menjalankan operasional.
T: Apa saja tantangan yang muncul dalam kerja sama erat yang terjalin di lapangan?
Irpan: Banyak. Salah satu yang terbesar adalah mengelola dinamika di dalam kelompok masyarakat itu sendiri.
“Semakin baik kinerja kita, semakin banyak yang dapat kita berikan kembali kepada masyarakat – baik melalui program pendidikan, pelestarian lingkungan, maupun membantu agar perekonomian lokal terus berkembang.”
Irpan Kadir (Head of Community Economic Empowerment)
Selalu menggembirakan ketika menyaksikan sebuah proyek dicontoh dan dilaksanakan secara luas. Meski begitu, momentum tersebut juga dapat menghadirkan tantangan – terutama jika kelompok terkait belum siap untuk mengelola kepentingan yang mungkin bertentangan. Beberapa peserta bisa jadi putus asa atau tersisihkan. Namun demikian, ini adalah tantangan dalam proses pertumbuhan. Hal itu merupakan bagian dari proses menuju kemandirian masyarakat.
Menjaga keselarasan semua pemangku kepentingan, termasuk kepala desa, pemimpin usaha kecil, dan tokoh masyarakat, juga menjadi tantangan tersendiri. Itulah sebabnya kami mengambil pendekatan partisipatif sejak awal. Ketika suara semua pihak didengar sejak dini, bergerak maju bersama akan terasa jauh lebih mudah.
T: Apakah Anda melihat upaya ini dapat membawa perubahan bagi generasi mendatang?

Irpan: Tentu saja. Salah satu perubahan paling menjanjikan yang kami catat adalah meningkatnya partisipasi kaum muda. Semakin banyak anak muda yang bergabung dengan program pelatihan, pembinaan, dan pendampingan kami, dan banyak di antara mereka yang menjadi pemimpin di komunitas masing-masing.
Hal ini berkaitan erat dengan salah satu tujuan dalam kerangka kerja keberlanjutan Collective for Impact Perusahaan, yaitu memberdayakan 20.000 pemuda pedesaan pada tahun 2035 melalui pelatihan keterampilan, pendampingan, dan kewirausahaan. Kami mulai melihat momentum itu terbangun.
Bagi kaum muda yang ingin mengenyam pendidikan tinggi, kami membantu menghubungkan mereka dengan peluang beasiswa melalui mitra, seperti Yayasan Eka Tjipta Foundation (ETF), Tzu Chi, dan lainnya. Generasi muda ini adalah masa depan. Jika kita dapat mendukung perjalanan mereka sekarang, merekalah yang akan memberikan dampak di masa mendatang.
T: Seperti apakah visi Anda untuk masa depan Bright Future Initiative dan pemberdayaan masyarakat di Perusahaan?
Irpan: Saya ingin melihat lebih banyak pejuang lokal – pemimpin yang lahir di komunitas yang menerima dukungan Perusahaan. Orang-orang yang telah menempuh perjalanan dan kini memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kepercayaan diri untuk meneruskannya.
Kalangan ini adalah orang-orang yang akan mempertahankan dan mengembangkan apa yang telah kami rintis. Itulah tujuan sebenarnya pekerjaan di bidang ini – bukan untuk menjadi pusat perhatian, melainkan untuk menyerahkan obor perjuangan kepada para penerus dan menyaksikannya bersinar lebih terang di tangan mereka.
Ketika komunitas berkembang, kita semua tumbuh bersama. Pelajari bagaimana pemberdayaan ekonomi masyarakat Perusahaan mendukung upaya pertumbuhan dengan tujuan yang bermakna.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang