menu bar
close-grey

Sorotan Karyawan – Perempuan dan DEI (Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi)

Posted: May 30, 2025 2 minute read SMART 0 Likes
Iryanti Djaja – Head of Downstream Operation Excellence Management & Ketua Komite Gender Downstream 

Perkenalkan Iryanti Djaja – Head of Downstream Operation Excellence Management sekaligus Ketua Komite Gender di operasional Downstream Perusahaan.

T: Bagaimana Anda melihat integrasi keberlanjutan dalam peran Anda?

Bagi saya, keberlanjutan dimulai dari individu – kesejahteraan mereka, kesempatan yang tersedia, dan suara mereka yang terdengar. Melalui Komite Gender, kami menciptakan sistem dan ruang yang memberdayakan perempuan serta mendukung kesetaraan di tempat kerja.

Peran saya dalam komite ini memungkinkan saya untuk menangani berbagai isu yang menjadi bagian dari agenda keberlanjutan Perusahaan, seperti mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif, serta mendorong jalur karier yang setara bagi perempuan.

Meskipun isu kesetaraan gender tidak selalu tampak secara langsung, saya telah menyaksikan sendiri bagaimana peningkatan kesadaran dan motivasi dapat mendorong perubahan yang nyata.

 

T: Kapan dan mengapa Komite Gender dibentuk?

Komite Gender secara resmi dibentuk pada Maret 2024 dan berlaku di seluruh operasional Downstream kami. Komite ini berjalan dengan slogan: “Kita Sama dan Bersama”. Tujuannya adalah membangun lingkungan kerja yang saling menghargai, inklusif, dan memberdayakan untuk seluruh karyawan, tanpa memandang gender.

 

T: Apa saja inisiatif paling berdampak yang telah dilakukan Komite Gender tahun ini?

Tahun ini, Komite Gender telah menggagas berbagai inisiatif berdampak, salah satunya adalah seri pemberdayaan “Kamu Berhak (You Deserve)” yang mencakup topik-topik seperti bias gender, komunikasi yang menghargai, profesionalisme, literasi keuangan, dan kesehatan mental.

Salah satu inisiatif yang paling saya banggakan adalah kampanye peningkatan kesadaran kesehatan, khususnya terkait vaksinasi HPV. Kami bekerja sama dengan SehatQ dan tenaga medis untuk menyelenggarakan sesi edukasi tentang kanker serviks.

Kami juga menjalin kerja sama dengan puskesmas dan instansi pemerintah untuk mendukung program kesehatan keluarga, kesehatan anak usia dini, gizi anak, dan perawatan ibu. Untuk mendukung kebugaran fisik, tim internal kami mengadakan sesi olahraga rutin, termasuk kelas Muay Thai.

Selain itu, kami juga fokus pada peningkatan infrastruktur khusus perempuan. Kami melakukan peninjauan menyeluruh di berbagai lokasi untuk mengidentifikasi kebutuhan, dan hasilnya, kami berhasil melakukan peningkatan fasilitas seperti ruang laktasi dan penyediaan emergency hygiene kit.

 

T: Mengapa menurut Anda penting untuk memiliki Komite Gender khusus di operasional Downstream?

Karena representasi perempuan di operasional downstream masih di bawah 15%, terdapat kesenjangan struktural dan budaya yang cukup jelas. Lokasi operasional, terutama di downstream, menghadapi tantangan khas seperti minimnya privasi, keterbatasan fasilitas, dan bias tradisional.

Adanya komite ini menjadi sangat penting untuk menyediakan solusi yang disesuaikan dengan konteks tersebut. Komite ini juga menjadi wadah bagi suara perempuan agar lebih terdengar, menumbuhkan rasa memiliki, dan meningkatkan semangat kerja kelompok yang kurang terwakili.

 

T: Apa rencana dan prioritas Komite Gender untuk tahun 2025 dan seterusnya?

Menjelang tahun 2025, kami merencanakan untuk memperluas program kesadaran kesehatan mental, menyediakan sesi dukungan kelompok kecil yang lebih terstruktur, memperdalam mekanisme umpan balik dan alat pemantauan kinerja, mengembangkan seri “Kamu Berhak” dengan tema-tema baru yang diinformasikan oleh masukan karyawan, serta mendorong partisipasi dan visibilitas perempuan yang lebih besar, khususnya di site operasional. Kami juga ingin membuka lebih banyak jalur agar perempuan dapat berkembang ke posisi kepemimpinan melalui program mentoring dan pengembangan keterampilan.

fb linkedin mail