
Bagi petani sawit, tantangan dalam mengelola perkebunan kelapa sawit sangat beragam.
Di tengah perubahan iklim dan persoalan lain yang menghambat kapasitas produksi, berkembang ancaman lain secara diam-diam dan tersembunyi. Ancaman itu adalah Ganoderma.
Ganoderma merupakan jamur berbahaya yang dapat menimbulkan kerusakan serius pada pohon kelapa sawit dan menurunkan volume panen. Jika tidak ditangani, jamur ini dapat berdampak besar terhadap produktivitas perkebunan.
Pelajari apa itu Ganoderma, cara mengidentifikasinya, bagaimana jamur ini memengaruhi hasil panen, dan hal yang dapat dilakukan untuk mengelola dan mencegah penyebarannya.
Apa itu Ganoderma? Bagaimana dampaknya pada perkebunan kelapa sawit?
Ganoderma spp.1 adalah jamur berbahaya yang menginfeksi pohon kelapa sawit. Jamur ini memicu penyakit yang dikenal sebagai Busuk Pangkal Batang (Basal Stem Rot/BSR) dan Busuk Batang Atas (Upper Stem Rot/USR), yang menyerang akar lalu menyebar ke atas hingga mengganggu kemampuan pohon untuk mengangkut air dan nutrisi kemudian akhirnya mematikan pohon.
Ada tiga jenis Ganoderma yang dapat menginfeksi kelapa sawit: G. boninense, G. miniatocinctum, dan G. zonatum. Di antara ketiganya, G. boninense adalah yang paling ganas dan lazim ditemui, terutama di Asia Tenggara.
Jamur ini tumbuh subur dalam kondisi hangat dan lembap, yang umum terjadi di perkebunan kelapa sawit, sehingga menjadi masalah yang terus ada.



Ganoderma boninense termasuk dalam famili jamur yang sama dengan jamur obat, Ganoderma lucidum (Reishi). Saat Ganoderma lucidum sangat bermanfaat bagi kesehatan, di sisi lain Ganoderma boninense menimbulkan ancaman serius bagi perkebunan kelapa sawit. Hal itu mencerminkan beragam peran jamur dalam ekosistem kita.
Ganoderma dapat berdampak buruk pada produksi minyak sawit, terutama jika terlambat dideteksi. Pohon yang terinfeksi menghasilkan tandan buah lebih kecil dan lebih sedikit, yang menyebabkan penurunan hasil panen yang signifikan:
- Infeksi ringan: Hasil panen turun hingga 38%.
- Infeksi sedang: Hasil panen turun hingga 80%
- Infeksi parah: Hasil panen turun hingga 97%.
Potensi kerugiannya bisa sangat besar dan, jika tidak ditangani secara efektif, dapat membahayakan kelangsungan perkebunan dalam jangka panjang.
Tantangan yang lazim dihadapi dalam pengendalian Ganoderma
Pengendalian Ganoderma boninense merupakan tantangan tersendiri. Sifat jamur yang persisten dan kondisi lingkungan tropis yang mendukung membuat penanganan penyakit tanaman ini sangat sulit.
Berikut beberapa tantangan yang umumnya dihadapi dalam memerangi Ganoderma dan alasan perlunya pendekatan strategis dan berdasarkan informasi yang tepat.

Keterlambatan Upaya Deteksi

Menyebar Melalui Tanah

Pilihan Fungisida Terbatas

Tantangan Secara Ekonomis

Kondisi Lingkungan
Benih Dami Mas: Terobosan dalam ketahanan terhadap Ganoderma
Munculnya varietas kelapa sawit yang tahan Ganoderma memberi secercah harapan bagi pemilik perkebunan dalam memerangi penyakit ini.
PT Dami Mas Sejahtera, anak perusahaan kami dan produsen benih kelapa sawit terkemuka, telah memperkenalkan varietas sawit yang menawarkan ketahanan medium terhadap Ganoderma, yaitu benih DxP Dami Mas Intermediate Ganoderma Resistant (IGR).


“DxP Dami Mas IGR tidak hanya memiliki tingkat terjangkit Ganoderma yang lebih rendah, tetapi juga menunda munculnya infeksi. Sementara tanaman non-IGR biasanya menghadapi serangan Ganoderma dalam tiga tahun pertama, benih kami menunjukkan ketahanan hingga tahun keenam.”
Mohammad Naim, Head of Crop Protection at SMART Research Institute (SMARTRI)
Pengembangan DxP Dami Mas IGR melibatkan penelitian dan kolaborasi yang penuh dedikasi selama bertahun-tahun antara SMART Research Institute (SMARTRI) dan SMART Biotechnology Centre, yang dimulai pada tahun 2010.
“Kami mempelajari reaksi pohon terhadap Ganoderma (fenotipe) dan menganalisis gennya (genotipe) untuk menemukan kode khusus yang terkait ketahanan terhadap penyakit. Prosesnya melibatkan persiapan bahan untuk memicu penyakit, mengamati respons pohon, dan mengidentifikasi markah genetik yang unik,” jelas Mohammad Naim, Head of Crop Protection, SMART Research Institute (SMARTRI). “Layaknya sidik jari, markah itu membantu mengidentifikasi pohon dengan pertahanan alami yang kuat terhadap Ganoderma. DxP Dami Mas IGR menggunakan enam dari markah tersebut untuk membangun ketahanannya.”
Pada tanaman non-IGR, serangan Ganoderma muncul selama tahap penanaman yang belum menghasilkan, dalam tiga tahun pertama. Sebaliknya, varietas DxP Dami Mas IGR baru mulai menunjukkan potensi infeksi pada tahun keenam. “Data kami menunjukkan bahwa serangan Ganoderma pada varietas IGR 50% lebih rendah. Pada tahun kelima, varietas IGR tetap bebas infeksi sepenuhnya, sementara varietas lain yang umum menunjukkan tingkat infeksi 3,5-4%,” tambah Naim.
Manfaat benih Dami Mas bagi perkebunan
Penanaman benih DxP Dami Mas IGR dapat membantu memerangi Ganoderma sekaligus meningkatkan kesehatan dan produktivitas pohon kelapa sawit.

Dikembangkan khusus dengan ketahanan lebih unggul terhadap Ganoderma, benih DxP Dami Mas IGR membantu menunda timbulnya infeksi, yang sangat penting dalam menjaga agar pohon sawit tetap sehat dalam waktu yang lebih lama.

Benih IGR kami menunjukkan peningkatan produksi rata-rata sebesar 11-12% selama 10 tahun dibanding benih lain yang tidak toleran terhadap Ganoderma. Benih ini dapat menghasilkan hingga 30-35 ton Tandan Buah Segar (TBS) dan 9 ton Minyak Sawit Mentah (CPO) per hektar setiap tahunnya.

Lebih sedikit masalah penyakit berarti biaya yang lebih rendah untuk perawatan, pemindahan pohon yang terinfeksi, dan penanaman kembali. Produktivitas dan hasil yang lebih tinggi menghasilkan stabilitas ekonomi yang lebih baik untuk perkebunan Anda.

Pohon kelapa sawit yang lebih sehat berarti produksi yang stabil dan lebih rendahnya kebutuhan untuk peremajaan tanaman. Pendekatan berkelanjutan ini menguntungkan perkebunan Anda dan membantu melestarikan sumber daya dan lahan.
Untuk mencapai efektivitas maksimal, benih DxP Dami Mas IGR harus terintegrasi di dalam rencana pengelolaan perkebunan komprehensif yang mencakup pemantauan konsisten, kondisi tanah optimal, dan praktik pertanian terbaik.
——
Kualitas benih merupakan faktor terpenting dalam memaksimalkan hasil minyak sawit. Itulah sebabnya tim R&D Perusahaan mengembangkan benih yang lebih tangguh dan tahan penyakit untuk perkebunan yang lebih produktif.
Pelajari lebih lanjut cara kami menanam benih untuk masa depan yang berkelanjutan di tautan ini.
——
1 Ganoderma spp. mengacu pada sekumpulan spesies di bawah genus Ganoderma
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang