Tantangan besar seperti perubahan iklim, fluktuasi harga, dan regulasi yang lebih ketat dapat menggoyahkan fondasi pertanian dan perkebunan (agrikultur). Namun, di lanskap kelapa sawit Sinar Mas Agribusiness and Food, kisah lain mulai terjalin.
Produsen melakukan budidaya lebih cerdas, ilmuwan berinovasi dengan solusi berbasis alam, dan tim logistik memastikan pasokan pangan dari pabrik rafinasi hingga ke etalase toko. Bagaimana caranya? Jawabannya adalah dengan bibit berkualitas, pelatihan praktis, dan dukungan penuh dari karyawan kami di setiap langkahnya.
Pada Hari Pangan Sedunia 2025, kami menelusuri jejak keterkaitan ini secara praktis, mulai dari peneliti bibit dan pendamping petani kelapa sawit hingga ahli bioteknologi dan pemimpin logistik. Masing-masing berperan untuk memastikan pangan dibudidayakan, didistribusikan, dan dinikmati dengan cara yang menunjukkan kepedulian terhadap manusia dan Bumi kita.
Bibit untuk ketahanan: Varietas lebih baik, dukungan lebih kuat

Setiap panen yang sukses berawal dari bibit yang kuat. Di SMART Research Institute (SMARTRI), para ilmuwan terus mengembangkan varietas kelapa sawit baru yang mampu bertahan di tengah cuaca yang makin sulit diprediksi. Salah satu varietas yang sedang dikembangkan adalah benih tahan kekeringan yang menunjukkan hasil menjanjikan di uji lapangan, dengan produktivitas lebih tinggi dan pertumbuhan lebih stabil saat kondisi kekeringan.
Inovasi ini merupakan hasil riset lebih dari sepuluh tahun tentang bagaimana kelapa sawit beradaptasi terhadap kekurangan air. Tujuannya sederhana namun penting: membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga hasil panen mereka untuk masa depan.
Namun, genetika bibit saja tidak cukup. Unit bisnis Dami Mas kami memadukan inovasi tersebut dengan dukungan langsung di lapangan. Para petani menerima saran tentang cara memilih varietas yang tepat untuk lokasi lahan mereka, merawat pohon kelapa sawit muda di masa-masa paling rentan, dan merencanakan produktivitas jangka panjang.
“Bibit berkualitas menanam potensi, dan bimbingan yang tepat akan menumbuhkannya,” ujar Saistyo Agi Hendiwiyarto, Sales & Marketing Executive dari Dami Mas. “Begitulah cara kami membantu para petani membangun bisnis yang mampu bertahan melewati masa-masa baik maupun sulit.”
Tumbuh secara berkelanjutan, langkah demi langkah

Di Langkat, Sumatera Utara, Pak Asrijon Tanjung, Senior Smallholder Innovation Officer kami, mengunjungi lahan salah seorang petani kelapa sawit. Beliau bukan datang untuk memeriksa atau menggurui. Beliau datang untuk mendengarkan, berbagi pengetahuan, dan membantu petani menjalani proses menuju sertifikasi RSPO melalui program Sawit Terampil.
Sertifikasi bukan sekadar tanda persetujuan. Sertifikasi menandakan bahwa seorang petani bekerja dengan cara-cara yang melindungi tanah, air, dan keanekaragaman hayati, sekaligus mengoptimalkan hasil panen. Bagi petani kelapa sawit, transformasi itu bisa terasa menantang. Di sinilah pentingnya peran Pak Asrijon.
“Setiap petani belajar dengan kecepatan berbeda,” ujar beliau. “Saya memastikan panduan yang saya berikan sesuai dengan realitas di lapangan yang mereka hadapi, sehingga bisa langsung dipraktikkan dan manfaatnya langsung terasa. Setiap keberhasilan kecil meningkatkan kepercayaan diri mereka.”
Dari pemetaan batas lahan hingga mengajarkan metode pemupukan yang aman, Pak Asrijon fokus untuk membangun kepercayaan terlebih dahulu. Beliau percaya bahwa begitu kepercayaan terbangun, perubahan akan mengikuti. Para petani dalam program beliau tidak hanya melaporkan produktivitas panen yang lebih tinggi, tetapi juga perencanaan keuangan yang lebih baik dan ikatan jejaring komunitas yang lebih kuat.
Ketahanan pangan, menurut beliau, dimulai dari petani yang berdaya. “Beri petani perangkat dan pengetahuan yang tepat, dan mereka akan menemukan cara untuk menyediakan nafkah bagi keluarga dan tetangga mereka, apa pun keadaannya.”
Tumbuh secara berkelanjutan, langkah demi langkah

Di Sentul, Bogor, para ilmuwan di SMART Biotechnology Centre memanfaatkan alam untuk menjaga masa depan pertanian. Inovasi mereka: trichomas®, mycormas®, dan RHINOMAS®, menggunakan proses alami untuk melindungi, menutrisi, dan memelihara tanaman dengan dampak ekologis yang minimal.
trichomas® mengandung bahan aktif Trichoderma, jamur tanah yang melindungi tanaman dari jamur berbahaya lain dengan menghambat serangannya dan mengaktifkan sistem pertahanan tanaman.
“Trichoderma tidak hanya menghambat patogen berbahaya, tetapi juga menyempurnakan penyerapan nutrisi,” jelas Pak Condro Utomo, Biotechnology Department Head SMART Biotechnology Centre. “Trichoderma juga merangsang pertumbuhan akar, menyempurnakan penyerapan nutrisi, dan membantu tanaman membangun ketahanan sistemik.”
mycormas® meniru manfaat ekosistem tanah yang sehat. mycormas® memperkaya akar dengan jamur mikoriza yang memperbaiki penyerapan nutrisi dan air sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan.
Untuk pengendalian hama, RHINOMAS® menggunakan teknologi feromon untuk mengendalikan kumbang tanduk, hama utama dalam peremajaan kebun kelapa sawit, tanpa bergantung pada pestisida kimia. Bersama-sama, seluruh perangkat biologis tersebut memberikan metode budidaya tanaman yang lebih aman dan cerdas bagi petani kelapa sawit.
“Dengan menggunakan solusi alami, kami membantu petani menghasilkan pangan yang lebih aman bagi petani, lebih sehat bagi manusia, dan lebih ramah lingkungan,” ujar Pak Condro.
Dari pabrik rafinasi ke etalase: Menjaga aliran pangan yang aman dan tepat waktu

Kisah ketahanan pangan tidak berakhir di lahan perkebunan. Di pabrik rafinasi, babak selanjutnya dimulai, yaitu memindahkan produk dari lini produksi ke pasar, dapur, dan bisnis di seluruh dunia.
Di pabrik rafinasi kami di Surabaya, Bu Indahwati, Head of Logistic Operation, memastikan hal itu terlaksana. Setiap hari, tim beliau mengoordinasikan truk-truk pengangkut minyak goreng dan produk lainnya, guna memastikan semua produk tersebut meninggalkan pabrik rafinasi dan tiba di tempat tujuan tepat waktu.
“Logistik itu soal presisi,” kata Bu Indahwati. “Kita harus menyesuaikan hasil produksi dengan ketersediaan transportasi, mencocokkan jadwal, dan mengikuti perubahan permintaan pelanggan.”
Kepuasan pelanggan juga menjadi prioritas utama. Tim Bu Indahwati mengutamakan layanan yang cepat, tepat waktu, andal, dan aman, sekaligus memaksimalkan efisiensi operasional. Hal itu berarti koordinasi yang kuat dengan mitra internal dan eksternal, serta dengan regulator untuk memenuhi setiap persyaratan terkait keamanan pangan, sertifikasi halal, dan standar mutu.
Lingkup kerja beliau meliputi perencanaan rute, pemesanan kendaraan pengangkut, dan kerja sama dengan mitra transportasi agar barang terus bergerak tanpa gangguan. “Setiap truk atau kontainer yang kami kirim membawa hasil kerja banyak orang di tahap sebelumnya. Tugas saya adalah memastikan upaya tersebut tidak sia-sia, dan makanan yang diandalkan masyarakat tiba tepat waktu.”
Ketahanan pangan tumbuh ketika setiap mata rantai bekerja sama: ilmuwan, petani, pelatih, inovator, dan orang-orang yang menjaga kelancaran distribusi pangan. Pada Hari Pangan Sedunia 16 Oktober ini, kita merayakan para individu yang menghadirkan pangan yang lebih baik demi masa depan.
Lihat kembali fitur Hari Pangan Sedunia tahun lalu mengenai orang-orang yang menjaga keamanan pangan.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang