Di pelosok Sumatra Utara, di mana peluang sering kali terbentur nilai-nilai tradisi yang cenderung konservatif, sosok perempuan seperti Bu Sutiyem menjadi pembuka jalan bagi perubahan. Di usia yang ke-52, tangan beliau yang kuat dan penuh pengalaman telah mencicipi bagaimana rasanya membajak tanah, menyadap karet, dan kini mengelola minyak kelapa sawit bersertifikasi RSPO.
Sebagai anggota Koperasi Jasa Sawit Lepan Jaya (KJSLJ), yang beranggotakan 250 petani sawit independen dengan luas lahan lebih dari 300 hektar, beliau merupakan bagian dari gerakan lebih luas yang mengubah wajah industri minyak kelapa sawit. Pada tahun 2024, KJSLJ berhasil meraih sertifikasi RSPO, yang menegaskan komitmen mereka terhadap praktik pertanian berkelanjutan.
Kisah Bu Sutiyem membuka lapisan kisah revolusi senyap, di mana petani perempuan mendobrak batasan dan menata kembali industri yang telah lama didominasi kaum lelaki.
Dari ladang tradisi ke minyak kelapa sawit berkelanjutan

Perjalanan Bu Sutiyem di dunia pertanian sudah dimulai sejak kecil. Lahir pada tahun 1972 dari keluarga transmigran Jawa, kenangan masa kecil beliau bertaut erat dengan tanah di Dusun Paya Lebar, Sumatra Utara. Sang ayah, seorang petani yang menanam padi, memperkenalkan beliau pada pertanian dan mewariskan keterampilan serta tradisi yang nantinya membentuk perjalanan Bu Sutiyem.
Saat menginjak remaja, keluarganya beralih dari bertani padi ke karet demi peluang ekonomi yang lebih baik. Bu Sutiyem dengan cepat beradaptasi, dan menguasai teknik menyadap pohon karet serta mengumpulkan lateks. Dari sinilah beliau belajar betapa pentingnya kerja keras dan menjaga kelestarian tanah.
Ketika harga karet anjlok pada tahun 2008, beliau menghadapi pilihan sulit. Bersama sang suami, Bu Sutiyem memutuskan untuk menanam kelapa sawit kendati tidak memiliki banyak pengetahuan tentang tanaman itu. Dengan bertanya kepada petani sekitar, mereka perlahan membangun pemahaman dan keahlian dalam bertani sawit. Keputusan ini akhirnya membawa hasil yang positif seiring dengan perkembangan usaha mereka.
Bertahun-tahun kemudian perjalanan bertani beliau bersinggungan dengan program Sawit Terampil, sebuah inisiatif peningkatan kapasitas yang dilaksanakan Sinar Mas Agribusiness and Food. Melalui program ini, Bu Sutiyem belajar teknik bertani berkelanjutan, seperti pemupukan yang efisien dan pengelolaan kebun yang lebih baik. Selain itu, beliau juga mendapatkan dukungan penting seperti layanan pemetaan lahan yang membantu beliau mendapatkan dokumentasi penting untuk kelangsungan usaha, termasuk Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).

“Setelah bergabung dengan program ini, akhirnya saya mengerti apa arti keberlanjutan – tidak hanya untuk lahan, tetapi juga untuk mata pencaharian kami,” jelas Bu Sutiyem. “Perubahan-perubahan kecil ini mengubah cara kami bertani.”
“Pada saat yang sama, yang patut digarisbawahi bukan hanya keterampilan praktis yang dipelajari – seperti metode pemupukan yang efisien atau pengelolaan hama berkelanjutan – tetapi juga pemahaman bahwa petani lebih kuat saat bekerja sama. Tidak seorang pun yang ditinggalkan.”
Petani perempuan di garda terdepan perubahan
Selain mengelola kebun sendiri, Bu Sutiyem aktif membimbing petani kelapa sawit perempuan, memberikan saran, dan mendorong mereka untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dan bergabung dengan koperasi. Dengan menjadi bagian dari KJSLJ dan memperoleh sertifikasi RSPO, para perempuan ini memperoleh akses pasar yang lebih baik, pendapatan yang lebih tinggi, serta pengakuan lebih besar atas usaha mereka. Saat ini, 16 perempuan telah menjadi anggota aktif KJSLJ.
Bagi Bu Sutiyem, membimbing petani lain adalah panggilan hati. “Saya tahu betul betapa sulitnya bertani sendirian,” ungkap Bu Sutiyem. “Jika dapat membantu perempuan lain mengatasi sejumlah tantangan yang pernah saya hadapi, saya merasa telah melakukan sesuatu yang berarti. Memberdayakan perempuan memperkuat seluruh komunitas kita.”
Beliau percaya bahwa pemimpin perempuan dalam pertanian mampu mendorong perubahan yang lebih luas – tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga dalam hal cara perempuan dipandang sebagai pengambil keputusan yang andal.

Beliau juga aktif mengikuti pertemuan koperasi untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam pengalokasian dana untuk proyek infrastruktur desa, seperti jalan.
Membina warisan keberlanjutan dan keamanan
Bu Sutiyem memandang bahwa praktik pertanian yang lebih baik tidak hanya mengantarkannya meraih sertifikasi RSPO, tetapi juga telah mengubah cara pandang beliau terhadap pertanian. Dengan mengadopsi metode penyemprotan selektif, pemupukan yang tepat, dan pencatatan hasil panen yang sistematis, beliau berhasil membuat kebunnya lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara finansial.
Di luar perbaikan teknis, pertanian berkelanjutan telah menjadi inti aspirasi Bu Sutiyem untuk masa depan yang lebih baik bagi keluarga serta komunitas beliau. “Keberlanjutan bukan hanya soal lahan, tetapi bagaimana anak-anak saya dan komunitas kami bisa terus berkembang di masa depan,” jelas beliau. Kini, anak-anak beliau berpartisipasi aktif dalam pengelolaan kebun, mempelajari praktik berkelanjutan yang akan menjaga produktivitas lahan untuk generasi mendatang.

Perjalanan pribadi beliau sangat terkait dengan kemajuan lebih besar yang dicatat koperasi tempat beliau bernaung. Keberhasilan KJSLJ dalam meraih sertifikasi RSPO mencerminkan kerja keras seluruh anggotanya, didukung oleh program Sawit Terampil. Hingga saat ini, lebih dari 9.000 petani kelapa sawit telah mendapatkan pelatihan dari program ini, memberdayakan petani seperti Bu Sutiyem dengan pengetahuan dan perangkat untuk pertanian berkelanjutan.
Bagi Bu Sutiyem, menjadi bagian dari gerakan ini merupakan sumber kebanggaan. “Saya berharap lebih banyak petani perempuan mengambil jalan ini. Kami tidak hanya menanam minyak kelapa sawit. Kami memupuk peluang untuk masa depan,” tutup beliau.
Sebagai bagian dari Hari Perempuan Internasional yang menyerukan #AccelerateAction, kisah inspiratif seperti kisah Bu Sutiyem mengingatkan kita bahwa perubahan transformatif dimulai dari akar rumput. Dengan memberdayakan petani perempuan dan menerapkan praktik berkelanjutan, industri kelapa sawit sedang membangun masa depan di mana pertumbuhan dan ketahanan bisa berjalan beriringan.
Program Sawit Terampil hadir untuk memberdayakan petani kelapa sawit mandiri dalam praktik pertanian berkelanjutan. Melalui pelatihan dan pendampingan, kami membantu mereka mendapatkan sertifikasi guna membuka peluang baru dan meningkatkan pendapatan.
Saksikan bagaimana program Sawit Terampil mendorong transformasi.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang