
“Yang salah akan tetap salah, sekalipun semua orang melakukannya. Benar akan selalu benar, sekalipun tidak seorang pun melakukannya.”
Bagi Alexandra del Valle Lacouture, Finance Manager GAR Colombia, kalimat itu bukan sekadar kata-kata mutiara yang terpasang di dinding. Itu adalah strategi untuk mengukuhkan profesinya. Selama 23 tahun berkarier, ia belajar bahwa dalam urusan keuangan, angka hanyalah sebaik orang yang mempertanggungjawabkannya.
“Dalam dunia keuangan, nama Anda memiliki pengaruh tersendiri,” ujar Alexandra. “itu akan selalu terkait pada setiap negosiasi yang Anda lakukan dan setiap laporan yang Anda berikan. Sekali Anda mencemarkannya, Anda akan kehilangan arah. Orang akan mengingat kejujuran Anda, terutama ketika itu menjadi pilihan yang sulit.”
Harga sebuah reputasi

Pemahaman Alexandra mengenai nilai “mata uang” ini terbentuk pada tahun 2008. Saat beralih ke departemen keuangan, ia terlibat dalam pembahasan negosiasi dengan perbankan global. Itu adalah situasi penuh tekanan besar, dimana sering terasa lebih mudah untuk memperhalus kebenaran yang sesungguhnya sulit disampaikan atau mengabaikan kendala keuangan demi menjaga agar kesepakatan tetap tercapai.
Ia memilih sebaliknya. Meskipun dalam jangka pendek transparansi dapat memperlambat negosiasi, ia tahu dalam jangka panjang transparansi dapat membangun reputasi yang tak tergoyahkan.
“Integritas memudahkan hidup Anda,” jelasnya. “Begitu meyakini apa yang Anda pertahankan, Anda tidak perlu membuang energi untuk menjelaskan diri atau membenahi separuh kebenaran. Anda memperoleh kepercayaan yang tidak bisa dibeli, dan di saat yang tidak pasti hanya kepercayaan yang dapat membuat Anda terus melangkah.”
Awal baru: Ujian di tahun 2023

Komitmen ini kembali diuji pada akhir tahun 2023 ketika Alexandra bergabung dengan GAR Colombia. Setelah 20 tahun bekerja di satu perusahaan, ia tiba-tiba menjadi pendatang baru di sebuah bisnis yang sedang mengalami perkembangan pesat namun “tidak selalu rapih”. Sistemnya belum mapan, dan proses finansialnya membutuhkan penanganan manual yang teliti.
Bisa saja ia mengandalkan pengalaman kerjanya yang panjang untuk mengatasi kendala. Tetapi, ia memilih mendengarkan. Ia membentuk tim kecil beranggotakan orang-orang muda yang membutuhkan pemimpin yang mendukung mereka, bukan sekadar mengatur pekerjaan mereka.
“Semua serba baru: budayanya, orang-orangnya, langkah kerjanya,” kenangnya. “Kembali saya harus membuktikan prinsip saya. Dengan menunjukkan kepada tim bahwa saya bersedia belajar bersama dan mendahulukan kepentingan mereka, kami berhasil mengubah transisi yang sulit menjadi sukses bersama.”
Ketika unsur personal bertemu urusan teknis
Saat ini, kepercayaan itulah yang memungkinkan Alexandra menavigasi semua keputusan kompleks sehari-hari di sebuah perusahaan yang sedang berkembang.
Ambil contoh, menetapkan batas kredit pembayaran di muka untuk pemasok. Di atas kertas, perhitungannya tampak sederhana dan teknis. Dalam realitasnya, itu adalah upaya berisiko tinggi untuk mencapai keseimbangan antara Finance, Commercial, dan Operations. Tugas itu menuntut Alexandra untuk duduk, berpikir mengupayakan keseimbangan, dan menunda bila risikonya terlalu tinggi baik bagi perusahaan maupun bagi pemasok, sekalipun ada desakan untuk lebih cepat memutuskan.
“Yang dilihat kebanyakan orang hanya angka-angka di atas kertas,” katanya. “Yang saya lihat adalah pembicaraan alot untuk sampai pada kesepakatan di angka-angka tersebut. Itulah persetujuan bersama agar bisnis kami dan bisnis pemasok sama-sama berkembang dengan aman. Mitra dan pemasok tahu bahwa kami menepati janji, maka mereka memercayai kami untuk bersama-sama menhadapi risiko yang ada.”
Warisan “Memberi untuk Mendapatkan”

Alexandra belajar tentang nilai integritas dengan susah payah, maka kini ia berniat mewariskannya. Pada tahun 2025, ia menjadi mentor bersertifikat, membantu profesional muda – khususnya perempuan – untuk menemukan jati diri mereka di bidang keuangan.
Bagi Alexandra, bimbingan adalah investasi pada “kompas” generasi mendatang.
Menatap masa depan, Alexandra sangat bersemangat membuka peluang bagi generasi mendatang. Ia mendorong mereka untuk “berani berdiri tegak” dan menyambut tantangan baru.
“Saya berharap orang mengingat saya sebagai seseorang yang kata-katanya sama berharganya dengan jaminan bank,” renung Alexandra. “Dalam bidang keuangan, angka-angka akan memudar, tetapi kepercayaan yang Anda bangun bersama mitra dan tim akan tetap tinggal sekalipun Anda sudah lama pergi. Saya ingin generasi mendatang melihat bahwa mereka tidak perlu mengambil jalan pintas untuk menang. Pada akhirnya, bisnis yang berhasil adalah semata sekumpulan orang yang saling percaya dalam melakukan hal yang benar.”
Wujud “memberi untuk mendapatkan” dalam bidang keuangan
Hari Perempuan Internasional 2026 mengingatkan kita bahwa kemajuan akan meningkat bila dukungan dirasakan bersama.
Dalam memimpin, Alexandra menghayati semangat #GiveToGain. Ia membagikan kisah, pengetahuan yang ia peroleh dengan susah payah, dan waktunya sebagai mentor untuk membantu generasi mendatang memimpin dengan integritas. Dengan memilih berpegang teguh pada perkataannya – sekalipun berat – Ia menanam warisan kepercayaan yang menjadikan usaha, dan orang-orang di dalamnya, lebih tangguh.
Kisah Alexandra adalah bagian dari seri tulisan yang lebih lengkap sebagai penghormatan kepada para pemimpin kami dalam rangka Hari Perempuan Internasional (IWD) tahun 2026. Anda tertarik untuk mengenal lebih banyak lagi perempuan yang membentuk bidang usaha kami? Silakan bertemu dengan Atika dan Indahwati di sini.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang