menu bar
close-grey

Menjelajahi alam: Lima spesies luar biasa yang tumbuh dan berkembang di sekitar perkebunan kami

Posted: Dec 04, 2024 4 minute read SMART 5 Likes

Di tajuk hutan hujan Papua, semburat warna-warni burung Cendrawasih – yang dijuluki Si Burung Surga – menghiasi dahan-dahan pohon, dan bulunya yang indah berkilauan di bawah sinar matahari. Burung yang agung ini, yang sering disebut “makhluk surgawi” oleh masyarakat setempat, lebih dari sekadar keajaiban visual; ia memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Saat terbang dan hinggap dari satu bunga ke bunga lainnya, Cendrawasih membantu penyerbukan untuk kelangsungan hidup banyak spesies tanaman.

Kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) yang kami lindungi di seluruh perkebunan kelapa sawit berfungsi sebagai tempat berlindung bagi berbagai satwa liar yang luar biasa. Dari Elang Siul yang perkasa hingga Lutung Kelabu yang cerdas, makhluk-makhluk ini tumbuh dan berkembang di lanskap tempat upaya konservasi dan perkebunan berkelanjutan berjalan berdampingan.

Pelajari spesies luar biasa ini dan temukan ekosistem yang dinamis dan kami jaga melalui upaya konservasi dari hari ke hari.

1. Cendrawasih/Si Burung Surga (Paradisaea minor)

Cendrawasih

Habitat: Provinsi Papua, Indonesia
Status Konservasi: Dilindungi berdasarkan IUCN LC (Least Concern/tingkat risiko rendah) dan Peraturan LHK Republik Indonesia No.106/2018

Burung Cendrawasih, juga dijuluki sebagai “Si Burung Surga”, adalah simbol yang menakjubkan dari ekosistem hutan yang utuh, yang dikenal karena perannya dalam penyerbukan dan penyebaran biji. Pejantan dari spesies burung ini memiliki bulu yang cerah, dari merah tua hingga biru berkilauan. Mitos lokal memuja Burung Cendrawasih sebagai makhluk suci yang diyakini oleh kelompok etnis Ansus di Papua sebagai perwujudan roh leluhur mereka.

“Memandang cerahnya bulu-bulu Burung Cendrawasih mengingatkan kita betapa erat hubungan saling keterkaitan di hutan kita. Kehadiran mereka adalah tanda yang luar biasa tentang keberadaan ekosistem yang seimbang,” jelas Pak Denizen Banurea, Conservation Value and Biodiversity Improvement Officer dari Sinar Mas Agribusiness and Food.

Bekerja sama dengan Universitas Cendrawasih (UNCEN), tim kami menyusun pedoman pengelolaan untuk melindungi dan melestarikan burung-burung ini di habitatnya. Prakarsa ini mendorong burung-burung tersebut untuk berkembang biak di dekat area perkebunan kami, tempat mereka dapat hidup berdampingan di petak hutan yang dilestarikan dan hamparan vegetasi asli.

2. Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus)

Lutung

Habitat: Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia
Status Konservasi: Dilindungi berdasarkan Peraturan LHK Republik Indonesia No. 106/2018 dan VU (Rentan) berdasarkan IUCN Red List

Lutung kelabu, atau lutung, adalah primata lembut dan cerdas yang dikenal karena jambulnya yang unik dan menyerupai rambut bergaya punk serta makanannya yang sebagian besar terdiri dari buah-buahan, daun, dan bunga. Berkat adaptasinya terhadap makanan berserat tinggi, sistem pencernaan khusus membuat mereka mampu memecah bahan tanaman yang keras secara efektif.

Bertindak sebagai “tukang kebun hutan”, lutung memainkan peran penting dalam menyebarkan benih untuk pertumbuhan vegetasi. Lutung adalah indikator penting kesehatan regeneratif hutan, yang secara langsung mendukung dinamika vegetasi melalui makanan dan perilaku mereka.

Lutung berkembang di habitat yang dilindungi, yang kami pantau dengan cermat setiap tahun. Konservasi di sekitar perkebunan kelapa sawit memerlukan pemantauan dan kerja sama yang tekun. Kawasan NKT kami menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan bagi lutung, sehingga mereka dapat hidup selaras dengan kegiatan agrikultur berkelanjutan.

3. Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis)

Kucing Kuwuk

Habitat: Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia
Status Konservasi: Tercantum dalam CITES Lampiran II

Dikenal memiliki gaya hidup menyendiri dan nokturnal, kucing Kuwuk adalah predator kecil namun efektif yang menyeimbangkan populasi mangsa dalam ekosistem hutan. Sebagai mesopredator – predator tingkat menengah dalam rantai makanan – kucing Kuwuk memainkan peran penting dalam mengatur populasi mamalia dan burung kecil, yang menjaga dinamika ekosistem tetap stabil. Berbekal kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai lingkungan, kelangsungan hidup spesies kucing ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan mangsa-predator.

Langkah-langkah konservasi kami untuk kucing Kuwuk meliputi pemantauan tahunan dan menjaga tutupan hutan. “Kami memprioritaskan penyangga hutan dan tanaman penutup asli untuk memenuhi kebutuhan habitatnya yang spesifik, sehingga predator yang mudah beradaptasi ini tetap berkembang dengan baik bersama usaha budidaya kelapa sawit,” tambah Pak Denizen.

4. Burung Nuri (Eclectus roratus)

Burung Nuri

Habitat: Provinsi Papua, Indonesia
Status Konservasi: Dilindungi berdasarkan CITES Lampiran II dan Peraturan LHK Republik Indonesia No. 106/2018

Dengan bulu berwarna merah dan hijau yang mencolok, burung nuri Eclectus merupakan salah satu dari sedikit spesies burung nuri dimorfik di dunia, yang jantan dan betinanya memiliki warna yang sangat berbeda. Burung nuri betina, yang bersifat teritorial dan sangat protektif terhadap tempat bersarang, turut berperan dalam penyerbukan hutan dan penyebaran biji.

Melalui kemitraan dengan UNCEN, Perusahaan berupaya melindungi burung nuri yang berwarna-warni ini di kawasan NKT. Dengan melestarikan pohon-pohon dewasa di dalam kawasan NKT, kami menyediakan tempat bersarang penting yang mendukung populasi burung nuri yang berkelanjutan serta regenerasi hutan.

5. Whistling Kite/Elang Siul (Haliastur sphenurus)

Elang Siul

Habitat: Provinsi Papua, Indonesia
Status Konservasi: Dilindungi berdasarkan CITES Lampiran II dan Peraturan LHK Republik Indonesia No. 106/2018

Elang Siul adalah predator puncak yang penglihatannya tajam sehingga dapat melihat mangsa dari jarak jauh. Dikenal karena suara pekikannya yang unik, yang dapat bergema di wilayah yang luas, Elang Siul membantu mengendalikan populasi mamalia dan burung kecil sehingga menjaga turut keseimbangan ekosistem.

Melalui kerja sama dengan UNCEN, tim kami mengembangkan pedoman untuk menjaga habitat burung pemangsa ini. Kami berfokus pada pelestarian vegetasi tingkat tajuk yang menyediakan tempat bertengger untuk berburu, sehingga penggunaan lahan kami mendukung populasi burung pemangsa sekaligus budidaya perkebunan yang berkelanjutan.

Hutan tropis Indonesia adalah rumah bagi ribuan spesies, termasuk tumbuhan, mamalia, dan burung yang terancam punah. Melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistem yang berharga ini adalah prioritas utama kami. Pelajari lebih lanjut upaya kami melalui tautan ini.

fb linkedin mail