menu bar
close-grey

Kopi Robusta Penggerak Ekonomi bagi Ibu-Ibu Desa Lubuk Lungkang

Posted: May 13, 2026 4 minute read SMART 1 Likes
peluncuran program pendampingan pascapanen kopi
PT Sawit Mas Sejahtera bersama masyarakat Desa Lubuk Lungkang meluncurkan program pendampingan pascapanen kopi untuk mendukung pengembangan UMKM kopi robusta lokal

Lubuk Lungkang, Sumatra Selatan, 12 Mei 2026 – Bagi Dina Julianti, kopi bukan sekadar minuman. Dari kegemarannya menikmati kopi, ia melihat potensi besar yang tumbuh di desanya sendiri, kopi robusta dari Desa Lubuk Lungkang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan.

Dari sana, Dina membangun usaha kopi lokal melalui dua merek, yaitu Lungkang Coffee dan DJ Coffee. Nama DJ Coffee diambil dari namanya, Dina Julianti. Usaha ini berawal dari keinginan Dina untuk memberi nilai tambah pada kopi lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Saat ini, Lungkang Coffee dan DJ Coffee memproduksi 100% kopi robusta dengan kapasitas produksi sekitar 100–500 kilogram per bulan.

Produk yang dihasilkan terdiri dari dua jenis, yaitu biji kopi petik merah dan biji kopi pelangi. Bahan baku kopi diperoleh dari kebun warga Desa Lubuk Lungkang yang memiliki kebun kopi.

Tidak hanya mengolah kopi, usaha Dina juga menjadi ruang produktif bagi ibu-ibu di desa. Saat ini, terdapat sekitar 20 karyawan, yang seluruhnya merupakan ibu-ibu dari Desa Lubuk Lungkang. Mereka terlibat dalam berbagai proses produksi, mulai dari pemilahan biji kopi hingga pengolahan pascapanen.

“Awalnya saya memang suka kopi. Anak pertama saya juga suka kopi, jadi dari situ muncul ide untuk mengembangkan kopi dari desa kami sendiri. Saya melihat kopi Lubuk Lungkang punya potensi, tapi selama ini akses untuk pengolahan dan penjualan masih terbatas. Jadi saya ingin kopi ini bisa punya nilai tambah dan membawa manfaat untuk ibu-ibu di sekitar,” ujar Dina.

Selama ini, produk Lungkang Coffee dan DJ Coffee telah dipasarkan di wilayah Kabupaten Lahat. Namun, Dina mengakui bahwa proses produksi masih menghadapi tantangan, terutama pada tahap penyangraian atau roasting yang masih dilakukan secara manual menggunakan belanga.

Cara ini menjadi ciri khas dalam proses pengolahan kopi, tetapi juga membatasi kapasitas produksi. Ketika permintaan meningkat, proses penyangraian manual membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar, sehingga produksi belum dapat ditingkatkan secara maksimal.

“Roasting kami masih manual menggunakan belanga. Ini memang punya ciri khas, tapi kapasitasnya terbatas. Harapannya, ke depan proses produksi bisa lebih baik, kualitas kopi tetap terjaga, dan pemasaran bisa lebih luas,” tambah Dina.

Ibu-ibu pelaku UMKM kopi Desa Lubuk Lungkang
Ibu-ibu pelaku UMKM kopi Desa Lubuk Lungkang menunjukkan produk kopi robusta lokal usai peluncuran program pendampingan pascapanen kopi di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan

Untuk mendukung pengembangan potensi tersebut, PT Sawit Mas Sejahtera (PT SMS), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food melaksanakan program pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berfokus pada peningkatan kapasitas pascapanen kopi bagi UMKM Lubuk Lungkang. Program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah dilaksanakan sejak 2025.

Pada 2026, program pendampingan ini menggandeng Sekolah Tani Indonesia sebagai fasilitator. Pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas pengolahan pascapanen kopi, memperkuat kapasitas produksi, serta mendorong pengembangan usaha agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Program pemberdayaan masyarakat ini merupakan bagian dari Bright Future Initiative, jaringan akselerasi UMKM Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah membantu 113 UMKM dalam merealisasikan dan mengembangkan 189 proyek di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.

Melalui pendampingan ini, kopi Lubuk Lungkang diharapkan dapat terus berkembang sebagai produk lokal yang memiliki nilai tambah. Lebih dari itu, kisah Dina dan ibu-ibu Desa Lubuk Lungkang menunjukkan bahwa potensi desa dapat menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat ketika dikelola dengan konsisten dan didukung secara berkelanjutan.

 

Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food

Sinar Mas Agribusiness and Food, yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR), merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan luas areal tanam di Indonesia lebih dari setengah juta hektar, termasuk kebun milik petani plasma, serta bermitra dengan lebih dari 800.000 petani swadaya. Sebagai bagian dari agribisnis global GAR dengan pendekatan seed-to-shelf, perusahaan ini mengelola operasi terpadu dalam produksi bahan pangan berbasis minyak nabati, serta terus bertumbuh dengan tujuan memberikan nilai jangka panjang melalui praktik produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.

Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel yang dipasarkan ke berbagai negara. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan fasilitas pengolahan minyak nabati dan produk pangan. Pada 2025, perusahaan memproduksi sekitar 2,8 juta metrik ton produk berbasis kelapa sawit dengan lebih dari 30 merek konsumen.

Keberlanjutan merupakan hal penting bagi perusahaan. Sejalan dengan kebijakan Responsible Agri-Commodity Sourcing dan kerangka Collective for Impact dari GAR, perusahaan berkomitmen memastikan praktik yang bertanggung jawab, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Saat ini, 99,5% rantai pasok kelapa sawit di Indonesia dapat ditelusuri hingga ke tingkat perkebunan, sementara komoditas non-kelapa sawit mencapai 100% hingga tingkat pabrik.

Perusahaan induknya, GAR didirikan pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$2,8 miliar per 31 Desember 2025. Flambo International Limited merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 50,56%. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Secara global, GAR beroperasi di 14 negara dan menjangkau lebih dari 110 pasar, didukung oleh kekuatan logistik dan perdagangan komoditas lainnya seperti gula, kedelai, bunga matahari, dan kelapa.

fb linkedin mail