menu bar
close-grey

Selalu utamakan keselamatan: Mengedepankan K3 dalam operasi kelapa sawit

Posted: Apr 28, 2025 4 minute read SMART 10 Likes

Dalam produksi kelapa sawit yang penuh kesibukan, dari hiruk pikuk pabrik hingga ragam bunyi dari berbagai kegiatan kebun, ada satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar yaitu keselamatan.

Sinar Mas Agribusiness and Food memastikan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas harian, dengan melindungi ribuan pekerja dan membantu memastikan bahwa mereka dapat pulang dalam keadaan selamat setiap hari. Salah satu sosok yang berperan dalam upaya penting ini adalah Ibu Febriana Supriati, seorang Occupational Health and Safety (OHS) Officer yang berdedikasi untuk melindungi pekerja di seluruh perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS).

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Bu Febriana telah mengatasi salah satu tantangan terberat dalam industri ini, yaitu mengubah pola pikir. Keselamatan tidak hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga tentang mengubah perilaku, menghilangkan risiko, dan memastikan tidak ada pihak yang tertinggal.

Aktivitas sehari-hari: Di mana keselamatan kerja dimulai

Febriana

Bagi Bu Febriana, keselamatan kerja dimulai dengan kebijakan yang kuat dan implementasi yang efektif. Perannya membawa beliau langsung ke perkebunan dan PKS tempat beliau mengawasi dan mengevaluasi terhadap penerapan kebijakan dan peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Di lapangan, beliau bekerja sama dengan para pimpinan unit dan tim keberlanjutan untuk meninjau langkah-langkah keselamatan, mengidentifikasi celah yang ada, serta memberikan pelatihan teknis dan rekomendasi untuk meningkatkan praktik keselamatan.

“Keselamatan kerja adalah soal kesadaran. Satu saja risiko yang terlewat bisa berujung kecelakaan,” jelas beliau. Keselamatan tidak hanya penting di lingkungan kerja berisiko tinggi; hal itu juga penting di lingkungan pekerjaan kantor. Peran Bu Febriana menuntut perhatian terhadap detail dan pendekatan proaktif untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi.

Safety Briefing
Bu Febriana (kanan) melakukan pengarahan keselamatan untuk memastikan pekerja memahami arti penting alat pelindung diri (APD) dan tindakan pencegahan yang tepat di tempat kerja.

Menjadikan keselamatan tanggung jawab bersama

Peraturan saja tidak cukup untuk mencegah kecelakaan – yang mencegah adalah individunya. Salah satu tantangan terbesar dalam K3 adalah mengubah pola pikir. Banyak pekerja masih memandang keselamatan semata-mata tanggung jawab petugas K3, bukan sebagai tanggung jawab bersama.

Untuk membangun budaya yang mengutamakan keselamatan, Bu Febriana berupaya menjadikan keselamatan sebagai hal yang praktis, relevan, dan mudah dipahami. Bukan sekadar menegakkan protokol, beliau juga menjelaskan pentingnya protokol dan dampaknya terhadap kegiatan operasional sehari-hari.

Melalui pelatihan rutin dan upaya pelibatan peran pihak terkait secara berkelanjutan, beliau membantu pekerja dan supervisor mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang lebih aman. Mengubah kebiasaan memang perlu waktu, tetapi pendekatan langsung dan tindak lanjut yang konsisten memastikan bahwa keselamatan dapat tertanam dalam praktik sehari-hari.

Safety training session
Bu Febriana memimpin sesi pelatihan keselamatan interaktif di mana pekerja didorong untuk berperan aktif dalam mencegah kecelakaan dan menjadikan keselamatan komitmen bersama.

Bu Febriana juga menekankan pentingnya keterlibatan pekerja. “Orang akan cenderung mengikuti langkah-langkah keselamatan bila mereka memahami mengapa hal itu penting,” lanjut beliau. Dengan mendorong pekerja untuk menyuarakan masalah keselamatan dan berpartisipasi dalam uji coba keselamatan, Bu Febriana memastikan bahwa protokol baru itu efektif dan juga mudah diterapkan.

Mencegah terjadinya kecelakaan

“Saya tidak ingin menjadi pahlawan dalam suatu krisis. Saya ingin menjadi bagian dari sistem yang memastikan krisis itu tidak terjadi. Jadi, jika saya tidak punya kisah yang dramatis untuk diceritakan terkait K3, sesungguhnya itu hal yang baik. Hal itu berarti tim kami melakukan pekerjaannya dengan tepat.”

Walaupun mungkin tidak mengalami satu momen heroik yang menyelamatkan nyawa seseorang, Bu Febriana tahu bahwa pekerjaannya berperan penting dalam mencegah kecelakaan sebelum terjadi.

Tugas-tugas berisiko tinggi, seperti bekerja di ketinggian atau menangani peralatan bertegangan tinggi, memerlukan protokol keselamatan yang ketat di Perusahaan. Bu Febriana memberikan pelatihan khusus guna memastikan bahwa pekerja siap menghadapi risiko ini.

Salah satu langkah keselamatan yang penting adalah izin kerja yang dikeluarkan oleh Safety Officer di setiap unit. Izin ini menegaskan bahwa penilaian risiko telah dilaksanakan, tindakan pencegahan telah dilakukan, dan pekerja telah dilatih sebelum menangani tugas pekerjaan berisiko tinggi. Langkah-langkah ini membantu mencegah terjadinya kecelakaan.

Febriana and the team
Bu Febriana beserta tim bekerja sama erat dengan pekerja lapangan untuk mencegah kecelakaan. Melalui penilaian risiko, protokol keselamatan, dan pelatihan langsung, tugas berisiko tinggi dapat dilaksanakan
dengan aman
.

Untuk pekerjaan yang melibatkan mesin, prosedur Lock Out Tag Out (LOTO) diterapkan secara ketat guna memastikan peralatan dimatikan sepenuhnya sebelum pekerjaan maintenance. Prosedur ini mengunci sumber listrik secara fisik dan memasang tanda (tag) agar tidak dinyalakan secara tidak sengaja.

“Pelatihan adalah kunci pencegahan kecelakaan,” jelas Bu Febriana. “Dengan membekali pekerja dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa mengurangi risiko insiden secara signifikan.”

Ketika terjadi kecelakaan, respons tanggap darutat yang diberikan cepat dan menyeluruh. Bu Febriana beserta tim segera melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebabnya, memetik pelajaran dari kejadian tersebut, dan memastikan hal itu membantu mencegah insiden di masa mendatang.

Masa depan keselamatan kerja: Berinovasi untuk perlindungan yang lebih baik

Keselamatan di tempat kerja terus berkembang dan, di Perusahaan kami, inovasi menjadi kunci utama untuk mengantisipasi risiko sejak dini. Dengan memanfaatkan teknologi dan terus meningkatkan pelatihan, Perusahaan menjadikan keselamatan sebagai upaya yang semakin proaktif.

Hari K3 Sedunia pada tanggal 28 April menjadi pengingat bahwa keselamatan bukanlah sekadar target sesaat, melainkan komitmen jangka panjang. Baik melalui teknologi, pelatihan, maupun perubahan pola pikir, setiap upaya yang kami lakukan saat ini akan membangun tempat kerja yang lebih aman untuk masa depan.

Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Pelajari komitmen kami untuk mewujudkan tempat kerja yang lebih aman melalui manajemen K3, pelatihan, dan inisiatif perawatan kesehatan yang dipimpin oleh ahlinya.

fb linkedin mail