menu bar
close-grey

Membuka lembaran baru: Mewujudkan perkembangan di Siak dan Pelalawan

Posted: Nov 07, 2024 4 minute read SMART 2 Likes

Atmosfer perubahan mulai terasa di Siak dan Pelalawan. Seiring pemasok minyak kelapa sawit di sana mulai meninjau kembali cara mereka menjalankan kegiatan operasional, jelas bahwa perubahan ini tidak hanya menyangkut pertanian – tetapi juga tentang sumber daya manusia, kemitraan, dan janji akan masa depan yang lebih baik.

Pemasok seperti Pak Syamsul Bahari berada di garis depan transformasi ini, dengan dukungan Sinar Mas Agribusiness and Food. Perjalanan beliau bersama Program Lanskap Siak Pelalawan (Siak Pelalawan Landscape Programme/SPLP) mencerminkan gerakan lebih besar menuju pertanian yang lebih bertanggung jawab, yang membuktikan bahwa transformasi paling menantang sekalipun dapat dilakukan dengan dukungan yang tepat.

Menghadapi tantangan

Syamsul Bahri

Kisah Pak Syamsul bermula jauh sebelum perubahan tersebut dimulai di Siak dan Pelalawan. Sebagai Kepala Administrasi di PT Karya Panen Terus, salah satu pemasok Perusahaan di wilayah tersebut, beliau bertanggung jawab mengawasi unit pengolahan kelapa sawit yang bergulat agar dapat terus memenuhi permintaan industri.

“Saat awal bekerja pada Juli 2022, kami menghadapi persoalan inefisiensi yang perlu dibenahi jika perusahaan hendak bertahan, apalagi berkembang. Kami perlu mengontrol biaya dengan cermat dan menempatkan orang-orang pada peran yang tepat secara lebih efisien. Mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan.”

Memimpin tim beranggotakan 100 orang, Pak Syamsul merasakan tanggung jawab besar – tidak hanya kepada perusahaan, tetapi juga kepada masyarakat. Lebih dari sekadar menjaga agar bisnis tetap berjalan, tanggung jawab beliau terkait upaya membangun masa depan yang stabil bagi orang-orang yang menggantungkan mata pencaharian mereka di bidang ini.

Realita di lapangan begitu kompleks. Dahulu tim tidak memiliki metrik yang jelas untuk mengukur proses-proses utama, seperti menerima, mengolah, dan mengirimkan produk ke Sinar Mas Agribusiness and Food. “Kami tidak punya gambaran jelas tentang apa yang diharapkan Perusahaan dan pasar yang lebih luas dari kami, terutama bagaimana menerapkan perubahan pada sistem kami untuk memenuhi harapan tersebut,” jelas Pak Syamsul. “Tanpa metrik yang tepat atau prosedur operasi standar untuk memproses dan mengirimkan produk, kami seakan bekerja dalam gelap.”

Berbenah diri untuk menjadi lebih baik

Titik balik bagi Pak Syamsul beserta tim terjadi pada bulan Agustus 2024, saat mereka diperkenalkan pada program Transformasi Pemasok Sinar Mas Agribusiness and Food melalui Pelatihan SMART Sustainable Palm Oil (SMART SPOT). “Pelatihan tersebut membuka mata saya tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan operasional kami,” lanjut Pak Syamsul.

Diselenggarakan oleh Perusahaan, SMART SPOT memberikan pelatihan langsung untuk menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para pemasok seperti Pak Syamsul. Bagi beliau, pelatihan tersebut merupakan pengubah permainan. Tidak hanya mempelajari konsep-konsep baru, pelatihan ini juga menyajikan konsep-konsep tersebut dalam praktik dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan Pak Syamsul.

Pak Syamsul di pelatihan SMART SPOT
Pak Syamsul (baris depan, keempat dari kiri) di pelatihan SMART SPOT, sebuah program yang diprakarsai Perusahaan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi pemasok di wilayah tersebut dan mendukung solusi kolaboratif.

Termotivasi oleh pelajaran yang dipetik, Pak Syamsul kembali bekerja dengan tujuan baru. Beliau mulai menerapkan perubahan yang tidak hanya akan memenuhi ekspektasi Perusahaan, tetapi juga meningkatkan seluruh operasional mereka. “Sejak bergabung dengan program ini, saya melihat perubahan besar dalam cara pemasok kami melakukan pendekatan dalam pekerjaan mereka,” jelas beliau. “Mereka menjadi lebih disiplin, terutama dengan diperkenalkannya langkah-langkah kemamputelusuran.”

Pada awalnya, kemamputelusuran sebagai salah satu fokus utama SMART SPOT menemui sejumlah penolakan. “Tidak semua orang memiliki niat untuk berubah,” Pak Syamsul mengakui. “Sebagian menganggap program ini hanya sebagai seperangkat aturan lain yang harus diikuti, bukan sebagai kesempatan untuk tumbuh.” Namun, ketika manfaat dari praktik baru ini menjadi jelas, mulai terjadi perubahan sikap. Pemasok mulai melihat bahwa perubahan ini bukan hanya tentang kepatuhan – melainkan tentang peningkatan efisiensi dan keberlanjutan operasi mereka.

Peran Pak Syamsul dalam transformasi ini sangat penting. Beliau menjembatani visi Perusahaan untuk mewujudkan keberlanjutan dengan realitas sehari-hari dalam kegiatan produksi minyak kelapa sawit di Siak dan Pelalawan. Melalui kerja sama erat dengan para pemasok dan tim sendiri, beliau menumbuhkan budaya perbaikan yang berkelanjutan. “Kami tidak lagi sekadar memenuhi persyaratan – kami melampauinya,” ungkap beliau bangga.

Jalan ke depan

Bagi Pak Syamsul, konsep keberlanjutan bukan sekadar memenuhi kebutuhan saat ini. “Keberlanjutan juga berarti kita memastikan bahwa kita tidak mengambil lebih dari apa yang dapat diganti, sehingga generasi mendatang tetap mempunyai peluang yang sama seperti kita,” jelas beliau. Dengan menyeimbangkan aktivitas manusia dengan lingkungan, Pak Syamsul berkomitmen untuk memastikan sumber daya alam tetap tersedia hingga bertahun-tahun mendatang.

Kemamputelusuran telah menjadi landasan operasi mereka untuk memastikan rantai pasok mereka transparan dan bertanggung jawab. Namun di luar kemamputelusuran, Pak Syamsul meyakini terciptanya sistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan lingkungan.

Pak Syamsul bersama timnya saat kunjungan lapangan
Pak Syamsul (ketiga dari kanan) bersama timnya saat kunjungan lapangan. Melalui kunjungan lapangan dan sesi pelatihan, pemasok seperti Pak Syamsul mampu menerapkan praktik berkelanjutan dengan belajar dari situasi nyata, meningkatkan kemamputelusuran, dan menyeimbangkan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan lingkungan.
“Panduan yang kami terima – mulai dari kunjungan lapangan hingga sesi pelatihan – telah memberikan dampak besar,” lanjut Pak Syamsul.Momen penting datang ketika Pak Syamsul mulai mengajak para pemasok dan pedagang Tandan Buah Segar (TBS) untuk mengadopsi praktik keberlanjutan. “Responsnya beragam,” kenang beliau. “Ada yang bertanya-tanya, ada yang mendukung, tetapi hal itu menunjukkan kepada saya betapa pentingnya mengajak semua orang dalam perjalanan keberlanjutan ini.”

“Setiap tindakan yang kita ambil ada harganya, terutama jika menyangkut lingkungan. Meski semua yang kita lakukan adalah tentang membuat kemajuan, hal itu tidak boleh mengorbankan kelangsungan planet ini.”

Menengok kembali pengalamannya, Pak Syamsul berbagi pelajaran penting: “Kita perlu mengesampingkan ego kita dan menyadari bahwa kita tidak hidup sendirian di muka Bumi ini. Setiap tindakan yang kita ambil ada harganya, terutama jika menyangkut lingkungan. Meski semua yang kita lakukan adalah tentang membuat kemajuan, hal itu tidak boleh mengorbankan kelangsungan planet ini.”

—–
Perusahaan secara proaktif bekerja sama dengan para pemasok untuk membantu mereka memenuhi standar Tanpa Deforestasi, Gambut, dan Eksploitasi (No Deforestation, No Peat, and No Exploitation/NDPE) serta mencapai kemamputelusuran dalam rantai pasok mereka sendiri.

Pelajari lebih lanjut cara kami mendukung para pemasok untuk beroperasi lebih efisien dan berkelanjutan di tautan ini.

—–

fb linkedin mail