menu bar
close-grey

Pembelajaran sepanjang hayat – kunci berkembang di industri sawit

Posted: Aug 07, 2024 3 minute read SMART 0 Likes
Muhammad Syahid, the General Manager of PT Sawit Nagan Raya Makmur (SNRM)
Muhammad Syahid,General Manager PT Sawit Nagan Raya Makmur (SNRM), salah satu pemasok Sinar Mas Agribusiness and Food di Aceh, Indonesia, menyadari bahwa dibutuhkan pembelajaran yang konsisten untuk tetap menjadi yang terdepan. Meski awalnya skeptis, perjalanan Pak Syahid adalah wujud pembelajaran sepanjang hayat, yang berkembang dari keraguan menjadi dukungan penuh terhadap praktik keberlanjutan.

Dari skeptis menjadi antusias

Industri sawit adalah bidang yang telah digeluti Pak Syahid selama lebih dari 30 tahun. Pada tahun-tahun awal, efisiensi adalah prioritas dan masalah lingkungan seringkali diabaikan. Praktik-praktik seperti deforestasi untuk membuka lahan, meski lazim, menyisakan perasaan yang mengusik bahwa sebenarnya banyak yang bisa dilakukan dengan lebih baik. Persoalannya adalah bagaimana kita dapat mencapai produktivitas dan keberlanjutan secara bersamaan?

Titik balik terjadi pada tahun 2018 ketika PT SNRM bergabung dengan program Transformasi Pemasok (Supplier Transformation) Perusahaan. Program ini memberikan peta jalan untuk mengatasi masalah tersebut. Pada awalnya, Pak Syahid mengakui bahwa keikutsertaannya hanya demi menjaga kemitraan erat dengan Perusahaan. Beliau tidak sepenuhnya yakin bahwa program ini akan memberikan manfaat nyata.

Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Sesi-sesi yang awalnya dianggap sebagai formalitas berkembang menjadi pengalaman belajar nyata bagi Pak Syahid. Sejak tahun 2018, beliau terjun sepenuhnya dalam program apa pun yang ditawarkan, mulai dari pelatihan Ksatria Sawit dan Sawit Terampil hingga lokakarya keselamatan tempat kerja dan program kemamputelusuran minyak sawit. Lokakarya terbaru tentang kemamputelusuran dan pemantauan deforestasi, khususnya kebijakan Tanpa Deforestasi, Gambut, dan Eksploitasi (No Deforestation, No Peat, and No Exploitation/NDPE), menyadarkan beliau tentang arti penting praktik keberlanjutan.

GAR-facilitated workshop on traceability and NDPE policies
Pak Syahid mempresentasikan poin-poin penting diskusi dalam lokakarya di Aceh yang diselenggarakan Perusahaan tentang kemamputelusuran dan kebijakan NDPE

Menuai apa yang ditanam

Keyakinan baru ini bukan sekadar perubahan suasana hati, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Bersama tim di PT SNRM, Pak Syahid telah menerapkan protokol ketat dalam pengadaan Tandan Buah Segar (TBS). Protokol ini meliputi pelacakan koordinat pabrik kelapa sawit, pengumpulan data agen dan perkebunan, serta pemantauan cermat terhadap perubahan tata guna lahan.

Pendekatan yang lebih ketat ini adalah buah dari perubahan pola pikirnya. Dulu beliau mungkin tidak terlalu mempermasalahkan sumber pengadaan. Namun, dengan memahami dampak deforestasi, kini sumber pengadaan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. “Menolak produk yang tidak sesuai standar [NDPE] sering menjadi keputusan sulit, khususnya dalam industri yang kompetitif. Akan tetapi, ini adalah tentang bersikap sesuai keyakinan kita,” jelas Pak Syahid.

““[Pencapaian status 100% ’Delivering’ dalam NDPE IRF] menunjukkan bahwa hal-hal yang telah kita pelajari dapat diwujudkan dalam perubahan nyata, tidak sebatas di atas kertas.”

NDPE IRF
Sebuah kerangka kerja dalam industri sawit untuk menunjukkan kepatuhan terhadap komitmen bebas deforestasi, bebas dari pembangunan di lahan gambut, dan bebas eksploitasi dengan mengelompokkan produksi dalam volume yang telah memenuhi kepatuhan dan yang sedang menuju pemenuhan kepatuhan tersebut.
#GARGlossary
Bagi PT SNRM, pencapaian status 100 persen ‘Delivering dalam NDPE Implementation Reporting Framework (NDPE IRF) menjadi bukti nyata kerja keras seluruh tim. Bagi Pak Syahid, pencapaian ini sekaligus merupakan validasi kekuatan transformasi dari pengetahuan. “Ini menunjukan bahwa hal-hal yang telah saya pelajari dapat diwujudkan dalam perubahan nyata, tidak sebatas di atas kertas,” ungkap beliau dengan sebersit rasa bangga.

Menatap masa depan

Perjalanan Pak Syahid di bidang minyak sawit berkelanjutan tidak berakhir setelah pencapaian status 100 persen ‘Delivering’ dalam NDPE IRF.

“Memang kami telah meraih pencapaian signifikan, tetapi selalu ada ruang untuk perbaikan,” ujar Pak Syahid. Beliau memimpikan dirinya menjadi pemimpin yang dapat menginspirasi rekan-rekannya dalam industri sawit untuk meningkatkan standar praktik yang bertanggung jawab.

Pak Syahid juga meyakini bahwa ada peluang untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tentang NDPE dengan meningkatkan transparansi dan membangun komunikasi yang lebih baik antara pembeli dan pemasok. “Saya berharap dapat bergabung dengan lebih banyak lagi sesi berbagi pengetahuan, panduan praktik terbaik, dan bahkan diskusi tentang permasalahan dan solusi yang terkait dengan kepatuhan terhadap NDPE,” lanjut beliau.

Syahid and team members
Sebagai pemasok, Pak Syahid (tengah) dan anggota timnya menunjukkan komitmen terhadap pengadaan yang bertanggung jawab melalui pembelajaran secara terus menerus

Dengan pengetahuan untuk memenuhi persyaratan pembeli, pemasok seperti Pak Syahid dapat menciptakan industri sawit yang lebih adil dan bertanggung jawab. Hal ini akan membuka peluang bagi mereka untuk ikut berkiprah terkait praktik produksi berkelanjutan serta membuka pintu terhadap peluang bisnis baru dan harga premium untuk produk mereka.

—–

Untuk menjalankan operasional secara bertanggung jawab, Perusahaan secara proaktif menelusuri para pemasok dan mengajak mereka untuk meningkatkan praktik-praktik NDPE. Pelajari lebih lanjut transformasi rantai pasok kami di tautan ini.

—–

fb linkedin mail