menu bar
close-grey

Percakapan Pelanggan: Cerita ibu-ibu Indonesia mengubah cara pandang soal makanan dan limbah lewat memasak dan belajar

Posted: Sep 10, 2025 3 minute read SMART 3 Likes

Apa yang terjadi ketika para ibu melihat langsung proses di balik merek-merek tepercaya andalan mereka? Mereka memperoleh sudut pandang baru tentang apa saja yang terkandung dalam makanan yang mereka sajikan di rumah dan dampak dari pilihan-pilihan tersebut.

Itulah yang dialami oleh 50 anggota komunitas Andalan Mama saat mengunjungi lokasi pabrik kami di Marunda, tempat diproduksinya minyak goreng FILMA, margarin PALMVITA, dan berbagai produk dapur favorit lainnya di Indonesia. Namun, ini bukan sekadar tur pabrik.

Para ibu rumah tangga yang penuh semangat ini datang dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka ingin tahu lebih dalam dari sekadar informasi di label kemasan produk. Mereka ingin melihat langsung bagaimana produk andalan mereka dibuat. Dan mengapa hal itu penting.

Mulai dari menyaksikan buah kelapa sawit diolah menjadi minyak dalam waktu kurang dari 24 jam, hingga belajar cara memilah dan mendaur ulang kemasan sachet bekas, kunjungan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana kebutuhan sehari-hari diproduksi dan apa yang bisa kita lakukan setelahnya.

Di balik kemasan: Apa yang dilihat, dipelajari, dan disukai para ibu

Static overlay
Para anggota Andalan Mama

Para anggota Andalan Mama mengenakan alat pelindung diri (APD) dan siap untuk melihat lebih dekat bagaimana FILMA dan PALMVITA dibuat.

previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow

Di SMART Lab, para ibu ini diperkenalkan pada ilmu pengetahuan dan standar yang dipatuhi di balik setiap tetes minyak. Bagi Ho Lina Yahja dari Tangerang, kunjungan ini sungguh membuka mata.

“Ini pertama kalinya saya mengunjungi pabrik minyak goreng,” beliau mengungkapkan. “Saya kagum melihat prosesnya yang cepat dan bersih. Saya juga baru tahu ternyata minyak sawit bisa diolah menjadi begitu banyak produk lain.”

Selagi mengikuti proses pengolahan dari buah sawit hingga menjadi minyak dalam botol siap pakai, para ibu melihat bagaimana kebersihan, kendali mutu, dan kemamputelusuran saling terhubung. Namun, bukan hanya “cara”-nya yang membuat mereka terkesan, melainkan juga alasannya. Setiap langkah mencerminkan perhatian dan standar yang selama ini mereka junjung di dapur rumah masing-masing.

“Kami selalu bilang penting untuk mengetahui isi makanan kita,” lanjut Bu Ho Lina. “Sekarang saya benar-benar sudah lihat sendiri.”

Mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi dampak yang nyata

Turning everyday habits into real impact
Dalam permainan memilah sampah secara langsung, para ibu Andalan Mama belajar bagaimana bahkan sachet saus yang sudah dicuci dapat memulai kebiasaan sirkuler, dan mengapa setiap langkah kecil di rumah memiliki makna penting.

Kejutan apa yang menjadi keseruan hari itu? Permainan pilah sampah yang dipandu oleh tim Circular Economy kami. Para ibu diajak memilah sampah rumah tangga ke dalam kelompok sampah organik, kertas, dan plastik.

“Mereka rela mengantre untuk membuang sampah – malah menyukai kegiatan itu!” ujar Michelle Octavia, Circular Economy Officer kami, riang. “Tetapi, yang lebih penting, mereka pulang dengan pengetahuan bahwa kebiasaan kecil seperti ini bisa berdampak besar.”

“Cara mereka membilas sachet bekas sebelum dibuang saja sudah menunjukkan betapa serius mereka memikirkan hal ini,” imbuh Michelle. “Itulah awal dari pemikiran sirkuler. Dan para ibu ini bisa jadi penggerak di rumah dan komunitasnya.”

Bagi kebanyakan dari mereka, ini adalah kali pertama melihat sampah sebagai sesuatu yang punya nilai. Dan pesannya pun sampai: keberlanjutan tidak perlu besar atau rumit. Hal itu bisa dimulai dari dapur kita sendiri.

Memasak lebih cerdas dengan minyak yang tepat

Cooking smarter with the right oil
Melalui demo masak langsung, Chef Garry menunjukkan bagaimana pilihan minyak dapat mengubah masakan sehari-hari menjadi sesuatu yang sungguh-sungguh istimewa.

Dalam demo memasak langsung, Chef Garry mengolah bahan-bahan sederhana menjadi hidangan lezat – Lumpia Shanghai dan puff daging sapi ala Taiwan – dengan menggunakan FILMA dan PALMVITA.

Selain resep, beliau berbagi tips yang dapat langsung diterapkan oleh para ibu di dapur masing-masing.

“Minyak yang baik bukan cuma untuk menggoreng,” jelas Chef Garry. “Minyak harus bisa bantu makanan matang merata, renyah, dan keemasan – tanpa menyerap terlalu banyak minyak. Di situ terlihat kualitasnya.”

Bagi para ibu, ini menjadi pengalaman baru yang membuka wawasan.

“Saya suka memasak. Namun, saya belum pernah memikirkan suhu minyak atau tekstur makanan sedetail ini. Sekarang saya tahu cara memilih minyak berdasarkan hidangan, dan memasak lebih cerdas untuk keluarga,” tambah Bu Ho Lina.

Hal ini mengingatkan bahwa bahan-bahan yang paling sederhana pun dapat menghasilkan kreasi luar biasa – dengan didukung minyak yang tepat.

Dari pengunjung yang penasaran menjadi pembawa pesan

Para ibu datang dengan rasa ingin tahu. Mereka pulang dengan semangat, keyakinan, dan cerita yang siap dibagikan.

“Biasanya kita cuma mendengar klaim dari merek saja,” kata Ho Lina. “Tapi sekarang, saya sudah melihat sendiri prosesnya. Saya jadi lebih percaya diri menjelaskan kepada ibu-ibu lain mengapa kualitas minyak itu penting, dan apa saja yang ada di balik proses pembuatannya.”

Apa yang mereka bawa pulang lebih dari sekadar informasi. Tapi juga rasa terhubung, pengalaman yang menginspirasi, dan cerita yang bisa mereka teruskan di rumah dan komunitasnya.

Di balik setiap botol minyak dan kemasan margarin, ada proses dan kualitas yang tidak terlihat dari luar. Temukan apa saja yang membuat produk-produk kami berbeda. Pelajari rangkaian produk berbasis kelapa sawit kami di tautan ini.

fb linkedin mail