“Tanahnya sudah tidak subur. Hasil panennya rendah. Banyak yang menyarankan untuk dijual saja tanahnya. Namun, saya tidak sanggup melepaskan sesuatu yang sudah dibangun orang tua saya dengan jerih payah mereka.”
Begitulah Pak Wahyu Widodo menggambarkan titik balik yang mengubah segalanya.
Setelah bertahun-tahun bekerja di sejumlah perusahaan di kota besar, pada tahun 2020, Wahyu memutuskan kembali kampung halamannya di Riau dan mengelola perkebunan kelapa sawit milik keluarganya. Lahan yang dulunya merupakan sumber kebanggaan keluarga saat itu terbengkalai. Banyak yang bilang, lebih baik dijual saja. Tapi bagi Wahyu, warisan itu bukan untuk dilepas begitu saja.
Apa yang dimulai sebagai kepulangan berat hati itu pun berubah menjadi perjalanan menuju pembaruan. Perjalanan yang membawa beliau menjadi pendukung praktik pertanian berkelanjutan dan penggerak kesadaran akan Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EU Deforestation Regulation/EUDR). Tidak mudah memang. Namun, dengan dukungan dari Sinar Mas Agribusiness and Food serta keyakinan bahwa beliau melakukan hal yang benar, Wahyu membuktikan bahwa perubahan tak selalu berarti mengorbankan. Perubahan bisa menjadi jalan menuju pertumbuhan – bagi petani, hutan, dan generasi mendatang.
Pulang kampung untuk menumbuhkan harapan

Wahyu tumbuh besar di lingkungan sawit. Ayahnya dahulu bekerja di Sinar Mas Agribusiness and Food. Kehidupan di perkebunan sawit adalah satu-satunya hal yang beliau tahu semasa kecil. Namun, beliau memimpikan jalan yang lain yaitu berkarier di kota.
Lalu, semua berubah pada tahun 2020. Perkebunan yang sudah berumur milik orang tua beliau hampir ditinggalkan. Lahan tanahnya tidak produktif dan telantar. Melangkah maju bukan hal mudah, tetapi rasanya harus dilakukan. “Saya sadar, jika dibiarkan, kami tidak hanya kehilangan lahan, tetapi juga kehilangan warisan keluarga, dan potensi besar yang masih bisa digali,” jelas Wahyu.
Apa yang awalnya dirasa merupakan kewajiban segera saja menjadi sesuatu yang lebih dalam. Hal itu menjadi misi untuk merevitalisasi kembali tanah yang pernah berjaya.
Titik balik: Memenuhi persyaratan EUDR
Pak Wahyu pertama kalinya mendengar perihal Peraturan Deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestation Regulation/EUDR) dari sesama petani dan forum lokal. Akronim itu terasa asing. Persyaratannya terdengar rumit.
“Awalnya, saya tidak yakin bagaimana dampaknya terhadap kami. Apakah ini hanya akan menjadi beban tambahan bagi petani kecil? Namun, seiring makin banyak hal yang saya pelajari, semakin saya sadar bahwa ini adalah sesuatu yang perlu kita siapkan – suka atau tidak,” beliau memaparkan.

Yang mengubah perspektif beliau bukan soal mendukung atau menentang peraturan itu – melainkan tentang mengakui perlunya kita memperkuat praktik pertanian dalam jangka panjang. “Peraturan tersebut mendorong kami untuk berpikir lebih keras tentang cara kami bekerja, melestarikan lahan, dan mempersiapkan masa depan,” tutur beliau.
Bagi Pak Wahyu, keberlanjutan merupakan tanggung jawab dan bukan sekadar formalitas. “Jika bukan kita sendiri yang bertindak, siapa lagi yang akan melestarikan lahan kita?” ujar beliau dengan nada retoris.
Tak sendirian: Ampuhnya kekuatan kolaborasi
Memahami EUDR adalah satu hal, menerapkannya dalam praktik adalah soal lain.
“Persyaratannya tidak sederhana. Harus registrasi, pemetaan lahan, verifikasi umur tanaman – cukup rumit,” Wahyu mengakui. “Banyak petani yang kewalahan, dan awalnya saya juga begitu.” Namun, beliau tidak sendirian.
Berkat dukungan Perusahaan dan konsultan pendamping, Wahyu mulai menjalani prosesnya. Data harus dikumpulkan. Batas lahan perlu diverifikasi. Dan, yang terpenting, membangun kepercayaan – dari satu petani ke petani lain, dari satu desa ke desa lain.
Wahyu tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga mengambil peran. “Saya bergabung dengan konsultan di lapangan, berdiskusi dengan para petani lain di kelompok tani kami secara langsung. Saya memahami keraguan dan penolakan mereka. Namun, mereka melihat saya sebagai sesama petani.” Dan itulah yang membuat perbedaan.
“Transformasi tidak terjadi secara terpisah,” ungkap beliau. “Hal itu bisa terwujud ketika orang melihat seseorang berjalan beriringan bersama mereka – tidak di depan, tidak di atas, tetapi berdampingan dengan mereka.”
Tahukah Anda?
Di SMART, kami tidak hanya membantu pemasok kelapa sawit untuk memenuhi persyaratan yang berlaku. Perusahaan juga membekali mereka dengan perangkat untuk berkembang.
SMART SEED (Social and Environmental Excellence Development) merupakan forum pemasok tahunan kami yang membantu pemasok memperkuat praktik keberlanjutan mereka. Forum ini mempertemukan para pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk berbagi pengetahuan, membangun jaringan, dan membahas isu-isu mendesak, seperti kemamputelusuran, legalitas lahan, dan EUDR.
Upaya ini adalah bagian dari komitmen Perusahaan yang lebih besar untuk bergandengan tangan dengan pemasok dalam perjalanan menuju minyak kelapa sawit yang bertanggung jawab.
Langkah kecil, dampak nyata

Sedikit demi sedikit, perubahan mulai mengakar.
Wahyu melihat perkebunan beliau mulai pulih – lebih tertata, kemamputelusurannya meningkat, dan lebih produktif. Beliau juga melihat perubahan pola pikir di kelompok taninya. Para petani mulai lebih aktif bertanya, menghadiri lebih banyak diskusi, dan terbuka terhadap praktik-praktik baru.
Akan tetapi, Wahyu menyadari bahwa ini baru permulaan.
Kini, beliau membimbing petani sawit lain di dalam komunitasnya, dengan memandu mereka untuk menjalani proses-proses yang kurang lazim bagi mereka, seperti pemetaan dan verifikasi lahan, dan membantu mereka menetapkan pijakan yang lebih kuat. “Tidak semua orang menerima perubahan. Namun, saya telah melihat sendiri bagaimana langkah-langkah kecil ini yang, jika digabungkan, akan menghasilkan hasil yang nyata.”
Lalu, apa harapan beliau? Tak lain adalah lebih banyak petani yang mengambil langkah pertama itu juga.
“Saya ingin minyak kelapa sawit Indonesia dihormati di Eropa dan dunia,” tegas beliau. “Saya ingin menunjukkan bahwa petani sawit, jika diberi dukungan dan kepercayaan, juga mampu memenuhi standar tertinggi tanpa kehilangan jati diri atau cara kerja kami.”
Tumbuh bersama dengan tujuan berarti tumbuh bersama para mitra kami. Pelajari bagaimana Perusahaan mendampingi pemasok di setiap langkahnya.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang