menu bar
close-grey

Di balik jas laboratorium: Perempuan di pusat pertanian berkelanjutan

Posted: Mar 05, 2025 3 minute read SMART 3 Likes

Ilmu pengetahuan, atau sains, bukan hanya sesuatu yang diperoleh di laboratorium atau jurnal penelitian – sains hidup di lapangan, di bawah sinar matahari, dan di tangan mereka yang terus mendorong batasan.

Di SMART Research Institute (SMARTRI), dua ilmuwan perempuan, Elfrin dan Dian, membawa sains ke luar laboratorium dan menerapkannya di lapangan. Dengan cara ini, mereka menghadirkan perbedaan dengan membantu petani mengoptimalkan lahan mereka dan melindungi tanaman melalui cara-cara yang selaras dengan alam.

Pekerjaan mereka lebih dari sekadar inovasi; pekerjaan mereka menginspirasi perubahan dan menunjukkan bahwa keberlanjutan pada dasarnya adalah upaya manusia yang membawa manfaat.

Membuka potensi untuk penelitian plasma

Elfrin

Bagaimana petani dapat memanfaatkan lahan mereka sebaik-baiknya pada saat menunggu kelapa sawit mereka menjadi tanaman menghasilkan? Bagi Elfrin Nisa Azmi, jawabannya adalah sistem tanam tumpang sari – membudidayakan tanaman musiman bersama pohon kelapa sawit muda agar petani bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan tetap menjaga produktivitas lahan.

Sebagai Plasma Researcher di SMARTRI, Elfrin membantu petani membuka potensi lahan mereka sepenuhnya. Dengan mengintegrasikan tanaman hortikultura pada tahap tanaman yang belum menghasilkan (TBM), petani mampu mencapai stabilitas keuangan tanpa mengorbankan pertumbuhan tanaman utama mereka.

Keseharian Elfrin biasanya diisi dengan merancang uji coba lapangan, memantau perkembangan, dan bekerja sama erat dengan petani, pengelola kebun, serta tim teknis guna memastikan praktik tumpang sari berjalan lancar.

“Sistem tumpang sari membantu petani menjembatani kesenjangan pada tahun-tahun awal budidaya kelapa sawit. Ini bukan hanya tentang pemanfaatan lahan, tetapi juga soal memberi petani lebih banyak pilihan dan meningkatkan mata pencaharian mereka,” katanya.

Static overlay
Elfrin memimpin sesi lapangan interaktif

Elfrin (baju putih) memimpin sesi lapangan interaktif yang menjadi kesempatan baginya untuk berbagi wawasan tentang teknik tumpang sari guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow

Pada tahun 2023, karya Elfrin mendapatkan pengakuan saat delegasi beranggotakan 10 duta besar mancanegara mengunjungi sejumlah lokasi kebun Perusahaan dan menyaksikan langsung bagaimana praktik pengelolaan lahan berkelanjutan membawa manfaat bagi petani dan warga masyarakat lokal.

“Melihat keberhasilan petani – baik melalui produktivitas yang lebih tinggi maupun pendapatan yang lebih stabil – membuat saya bersemangat untuk terus maju. Ini mengingatkan saya mengapa pekerjaan kita penting dan dampak apa yang dapat kita berikan,” pungkas Elfrin sambil tersenyum.

Mendengarkan alam: Cara yang lebih cerdas untuk melindungi tanaman

Dian

Melindungi tanaman kelapa sawit tanpa merusak lingkungan merupakan tantangan tersendiri. Bagi Dian Nurul Izzati, seorang Entomologist di SMARTRI, kuncinya adalah bekerja selaras dengan alam, bukan melawannya. Penelitian Dian berfokus pada semiokimia, atau tentang bagaimana tanaman dan serangga berkomunikasi melalui sinyal kimiawi. Dengan memahami interaksi alamiah ini, Dian mengembangkan metode pengendalian hama berkelanjutan, seperti pengusir hama alami dan teknik pengganggu hewan di saat kawin.

Dian membuat percobaan semiokimia
Dian membuat percobaan semiokimia untuk mempelajari bagaimana serangga dan tanaman berinteraksi melalui sinyal kimiawi alami.

“Pengendalian hama bukan hanya tentang membasminya, tetapi soal memahami perilaku mereka dan mengelolanya dengan cara yang tidak merusak ekosistem,” ungkap Dian. Solusi ramah lingkungannya meliputi penggunaan perangkap feromon untuk menarik kumbang Oryctes, mengembangbiakkan predator alami seperti Sycanus, dan membuat rumah burung hantu (rubuha) untuk mengendalikan hewan pengerat secara alami.

Salah satu tantangan terbesar Dian adalah menghadapi kumbang Oryctes, yang terkenal tahan banting. “Kami harus menemukan cara baru untuk mengendalikannya karena hama ini terus menggigit dan menembus kandang,” kenangnya sambil tertawa. “Itu membuat saya frustrasi, tetapi juga menjadi pengingat mengapa pekerjaan kami memiliki arti penting.”

Timnya memantau populasi hama dan mengambil tindakan pencegahan, seperti menanam bunga Turnera yang menarik serangga menguntungkan demi menjaga keseimbangan hama secara alami.

Bagi Dian, pengelolaan hama adalah tindakan yang memerlukan kecermatan untuk menjaga keseimbangan—layaknya dokter merawat pasien, hanya saja pasiennya adalah tanaman. “Seperti kesehatan manusia, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” katanya.

“Solusi yang kami kembangkan saat ini dapat mengubah cara pengendalian hama, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, dan lebih berfokus pada metode alami serta berkelanjutan.”

Merayakan perempuan dalam sains di Perusahaan

Sinar Mas Agribusiness and Food dengan bangga mendukung perempuan di bidang sains, menciptakan lingkungan kerja di mana kontribusi mereka diakui dan dihargai. Di SMARTRI, para perempuan ini mendorong kemajuan dalam pertanian berkelanjutan sekaligus menginspirasi generasi baru untuk mengejar karier di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics/STEM).

Pada Hari Perempuan Internasional ini, mari kita rayakan dedikasi mereka untuk membentuk masa depan yang lebih baik – satu demi satu penemuan. #AccelerateAction

Di Perusahaan, inisiatif R&D kami mendorong terobosan untuk meningkatkan hasil panen kelapa sawit, menyempurnakan praktik agronomi berkelanjutan, dan menciptakan produk makanan berbasis sawit yang lezat dan bergizi. Jelajahi upaya R&D kami di tautan ini.

fb linkedin mail